Rabu, 29 Desember 2010

AJUKAN PENAMBAHAN, PERTAMINA AMANKAN BBM SUBSIDI 2010 DI SUMBAGSEL TIDAK OVER KUOTA

Press Release
PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran Sumbagsel
Desember 2010

AJUKAN PENAMBAHAN, PERTAMINA AMANKAN BBM SUBSIDI 2010 DI SUMBAGSEL TIDAK OVER KUOTA
(PENAMBAHAN 10 % PREMIUM & 16 % SOLAR)


PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II Sumbagsel senantiasa berkonsentrasi dan fokus untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, yang meliputi Propinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung (5 Propinsi).
Tanpa terasa, tahun 2010 sebentar lagi akan berakhir dan bergerak memasuki tahun 2011. PT Pertamina (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II telah bekerja keras dengan penuh komitmen dan tanggungjawab serta menjunjung tinggi profesionalisme untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik dari sisi pendistribusian BBM Bersubsidi di wilayah Sumbagsel.
Dengan menjunjung semangat kerja bertemakan ”Security of Supply”, Pertamina berusaha semaksimal mungkin dengan berbagai langkah antisipatif dan reaktif untuk dapat menyalurkan BBM sesuai dengan Kuota BBM Bersubsidi yang telah ditentukan oleh Pemerintah agar sesuai dan tepat sasaran.
Di tahun 2010, tercatat 3 agenda nasional yang notabene cukup besar perannya dalam mengkonsumsi ketersediaan kuota bbm khususnya di wilayah Sumbagsel. Agenda tersebut adalah masa liburan sekolah (Juni-Juli), Bulan Suci Ramadhan (Agustus-September), serta Natal & Tahun Baru (Desember). Wacana kebijakan Pemerintah untuk menerapkan Kebijakan Pembatasan BBM Bersubsidi juga turut menjadi salah satu faktor pemicu konsumsi BBM Bersubsidi yang sangat signifikan selain hari-hari libur nasional lainnya yang tentunya juga mengakibatkan konsumsi bbm bersubsidi menjadi diatas rata-rata.

Kuota BBM Bersubsidi Tahun 2010 :

Wilayah Kuota 2010 (*)

Propinsi Premium Solar
Sumsel 589.804 393.350
Jambi 313.126 201.998
Babel 189.641 156.049
Lampung 585.154 366.880
Bengkulu 164.854 57.294
Sumbagsel 1.842.579 1.175.571

Pertamina memahami bahwa penetapan kuota BBM Bersubsidi yang diterima dari Pemerintah tidak berbanding sama dengan jumlah konsumsi BBM apabila didasarkan pada pertambahan jumlah penduduk, apalagi tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor yang beredar di masyarakat. Oleh karenanya Pertamina harus melakukan monitoring dan evaluasi konsumsi BBM secara kontinyu setiap harinya. Hal ini dilakukan agar kuota BBM dapat tersalurkan dengan baik sampai dengan akhir tahun dan tidak terjadi over kuota.


Panic Buying & Spekulan BBM (Pengecer, Pengerit, dan Pembelian menggunakan Jirigen)
Memasuki Kuartal ke-3 Tahun 2010, Pertamina dipaksa untuk menyesuaikan pendistribusian bbm ke masyarakat dengan cara pengaturan suplai dan mengevaluasi ulang rencana pendistribusian bbm. Hal ini dikarenakan pada masa Bulan Suci Ramadhan, konsumsi bbm meningkat drastis yang menyebabkan dari sisi statistik angka ketersediaan kuota bbm diprediksi akan over lebih dari 5 % dan belum termasuk peningkatan konsumsi pada saat menjelang akhir tahun 2010.
Wacana Kebijakan Pembatasan BBM Bersubsidi menambah fluktuasi peningkatan konsumsi bbm bersubsidi menjadi semakin tinggi. Hal ini dikarenakan terjadinya panic buying di masyarakat dan semakin maraknya spekulan bbm (pengecer, pengerit, pembelian menggunakan jirigen) di SPBU. Kondisi ini selain menyebabkan bbm subsidi menjadi salah sasaran, semakin menguras kuota bbm, juga menyebabkan opini yang yang negatif dan menyebabkan masyarakat menjadi resah akan kekurangan bbm.
BBM Bersubsidi seakan menjadi komoditi bisnis baru dan menjadi mata pencaharian baru di masyarakat dengan maraknya penjual bbm eceran, tentu saja ini juga menjadi perhatian ekstra dan fokus dari Pertamina dalam berkordinasi dengan Pihak Terkait (Pemerintah Daerah, DPRD, Kepolisian, SPBU) bahkan sampai ke tingkat DPR-RI dan lembaga tinggi negara lainnya agar segera turut turun tangan untuk menyelesaikan fenomena yang terjadi di masyarakat. Tentunya kondisi seperti ini tidak boleh berlarut-larut dan semakin menjadi-jadi, mengingat pada saat kebijakan pembatasan bbm dilakukan tentunya jumlah kuota yang tersedia juga akan menyesuaikan dengan kebijakan tersebut.

Ajukan Penambahan, Pertamina Amankan BBM Bersubsidi Tahun 2010 di Sumbagsel Tidak Over Kuota.
Pertamina sebagai salah satu tulang punggung negara dalam bidang migas dan tumpuan masyarakat dalam memperoleh bbm menjadi prihatin dengan kondisi kuota bbm bersubsidi yang jelas akan over kuota di akhir tahun. Over kuota ini tidak saja melanggar kesepakatan dengan Pemerintah berdasarkan penunjukkan Pemerintah kepada Pertamina untuk Public service Obligation (PSO), namun juga beresiko kepada Pertamina karena kelebihan over kuota tersebut tidak ditanggung oleh Pemerintah namun menjadi beban Pertamina. Kondisi yang sangat tidak nyaman bagaikan ”Buah Simalakama”, Masyarakat akan bergejolak apabila tidak ada bbm bersubsidi di SPBU karena kuota telah habis, namun Pertamina juga terancam menanggung beban kelebihan subsidi bbm. Berbagai langkah antisipatif dan reaktif diambil Pertamina demi ketersediaan bbm di masyarakat. Langkah terakhir yang diambil adalah dengan berhadapan langsung dengan penentu kebijakan untuk menambah pasokan bbm bersubsidi dengan melihat kondisi riil di lapangan yang memang tidak memungkinkan bila penambahan tidak dilakukan.
Akhirnya untuk wilayah Sumbagsel, disepakati penambahan sekitar 10 % dari kuota 2010 yang telah ditentukan untuk Premium dan sekitar 16 % untuk Solar. Adapun pendistribusian penambahan ini tetap dilakukan secara selektif san dievaluasi berdasarkan konsumsi / omzet harian di SPBU. Melihat kondisi di lapangan yang marak dengan spekulan bbm, berapapun bbm didistribusikan tentunya akan habis terserap dan tetap terjadi kekurangan bbm di SPBU.
Alhamdulilah dengan penambahan tersebut, berdasarkan prognosa penyaluran BBM Bersubsidi di tahun 2010 (yang tinggal 2 hari lagi), Pertamina Unit Pemasaran Sumbagsel berhasil memenuhi penyaluran bbm bersubsidi mencapai 100 % dan tidak melampaui kuota bbm bersubsidi yang telah ditentukan.

Realisasi Penyaluran BBM Bersubsidi tahun 2010 :
Premium di Provinsi Realisasi %(PERSEN)
Jambi 346.836 99,6%
Bengkulu 179.208 101,4%
Sumsel 649.180 99,5%
Bangka 215.333 97,3%
Lampung 631.283 99,3%
Total 2.021.840 99,4%

Solar di Provinsi Realisasi %(PERSEN)

Jambi 238.508 102,8%

Bengkulu 64.914 100,5%

Sumsel 467.995 101,5%

Bangka 172.922 99,2%

Lampung 432.192 101,3%

Total 1.376.531 101,3%

Catatan:
Dari sisi jumlah total realisasi terjadi peningkatan dibandingkan kuota awal tahun 2010, namun setelah penambahan dengan revisi kuota masih sesuai target.

Hemat BBM Bersubsidi, Gunakan BBM Non Subsidi, dan Energi Alternatif
Menyikapi kondisi saat ini, Pertamina mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berhemat dalam mengkonsumsi BBM dan lebih bijak dalam menggunakan kendaraan bermotor agar konsumsi bbm tidak terlalu besar, menggunakan layanan transportasi umum, dan memaksimalkan penggunaan kendaraan pribadi (tidak mempergunakan 1 mobil hanya untuk 1 orang).
Dari sisi Pertamina sebagai penyedia bbm, Pertamina menawarkan BBM Non Subsidi (Pertamax) yang sudah dipasarkan dan dapat diperoleh di SPBU. Bahan Bakar Khusus (BBK) Pertamax memiliki spesifikasi yang lebih baik dari Premium, Pertamax lebih baik untuk mesin kendaraan, pembakaran yang lebih sempurna, lebih ramah lingkungan, dan tentunya dari sisi konsumsi mesin lebih irit bahan bakar apabila menggunaka Pertamax. Menanggapi wacana kebijakan pembatasan bbm, Pertamina telah meningkatkan jumlah stock Pertamax dan menambah jumlah outlet penjual Pertamax di SPBU. Konsumsi Pertamax saat ini cenderung meningkat dengan kesadaran masyarakat akan kebutuhan kendaraan saat ini yang lebih cocok menggunakan Pertamax dan telah menikmati kenyamanan dan benefit lebih setelah menggunakan Pertamax.

Demikian harapan kami agar informasi ini dapat menjadi acuan dan kami mohon bantuan Pihak Media utk dapat dimuat dan disampaikan ke masyarakat sebagai Klarifikasi Resmi dari Pertamina Pemasaran Sumbagsel.

Seluruh Jajaran PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran Sumbagsel mengucapkan :
“ Selamat Tahun Baru 2011”
Semangat Terbarukan, Menjadi Kebanggaan Indonesia


Best Regards,
Ast. Man External Relation Pertamina Pms. BBM Retail Region II

Roberth MV
(HP : 0811716212)
(Email : roberth@pertamina.com)

PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 51 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).

Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain.

Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar