Selasa, 23 Desember 2014

KESIAPAN BBM DAN LPG WILAYAH JAWA TENGAH & DIY MENYAMBUT NATAL & TAHUN BARU

Roberth MVD External Relation 0811 716 212 roberth@pertamina.com KESIAPAN BBM DAN LPG WILAYAH JAWA TENGAH & DIY MENYAMBUT NATAL & TAHUN BARU Semarang, 22 Desember 2014 – Dalam rangka menyambut musim liburan hari raya Natal 2014 dan tahun baru 2015, PERTAMINA Pemasaran Jateng & DIY siap mengamankan pasokan BBM dan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mengambil langkah-langkah persiapan guna menjamin kelancaran distribusi BBM dan LPG sbb : Sisi Distribusi dan BBM Retail: 1. Mempertahankan stok BBM PSO pada posisi aman dengan menambah 5% pasokan Premium dan 2% pasokan Solar dari rata2 konsumsi normal harian. (Rata2 konsumsi normal harian Januari-November 2014 Premium: 10.388 KL dan Solar: 5.521 KL). Stock Aman Premium di Jawa Tengah & DIY pada kisaran 7 hari dan Solar 9 hari. 2. Estimasi kebutuhan Pertamax untuk Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 di prediksikan naik 23% dari rata2 harian normal setelah kenaikan harga BBM PSO. Stock persediaan Pertamax di wilayah Jawa Tengah & DIY saat ini mencapai 24 hari. 3. Membentuk Satuan Tugas untuk pemantauan tersedianya BBM serta kesiapan pelayanan kepada masyarakat di Kantor Unit Pertamina MOR IV dan semua Terminal BBM mulai tanggal 22 Desember 2014 s.d 08 Januari 2015. 4. Penambahan Armada Mobil Tangki Spot Charter (conditional). Saat ini jumlah total mobil tangki yang dioperasikan di wilayah MOR IV tanpa spot chartered sebanyak 379 mobil dengan total daya angkut sebesar 8069 KL. 5. Switching Mobil Tangki dari Premium ke Solar atau sebaliknya sesuai dengan kebutuhan (conditional). 6. Penambahan Awak Mobil Tangki On Call (conditional). 7. Alih Supply ke Terminal BBM lain jika jalur reguler mengalami kemacetan. 8. Menggunakan bantuan PATWAL Kepolisian untuk kelancaran Mobil Tangki di jalan raya (Optional), Koordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas/Instansi terkait, Hiswana Migas, dan Bank Persepsi. 9. Menambah jam operasional TBBM sesuai dengan kebutuhan. Sisi LPG 1. Penambahan Stock LPG PSO (3 kg) sebanyak 9% dari kebutuhan normal harian (konsumsi rata-rata normal 2489 MT/hari). Dan penyiapan tambahan LPG NPSO (12 kg, Bright Gas, 50 kg ) diperkirakan mencapai 10% dari normal. Stock aman persediaan LPG di wilayah Jawa Tengah & DIY saat ini mencapai kisaran 5.1 hari. 2. Menunjuk Agen & Pangkalan Siaga dan memaksimalkan SPBU serta modern outlet / Indomaret sebagai etalase dan stabilisator harga LPG 3 kg, 12 kg dan Bright Gas. 3. Penyiagaan SPPBE di Jalur Wisata dan daerah rawan kemacetan Sisi Aviasi (Avtur) 1. Pemenuhan safe kapasitas tangki timbun DPPU A Yani, Adisutjipto, Adisumarmo. 2. Meningkatkan supply avtur dengan menambahkan ritasi mobil tangki Avtur. 3. Menyiapkan penambahan stock Avtur pada musim liburan Natal dan Tahun Baru 2015 dengan prediksi kenaikan 9 hingga 24 KL/hari sebagai antisipasi penambahan penerbangan. Stock persediaan Avtur untuk penerbangan di wilayah Jawa Tengah & DIY saat ini mencapai 9.4 hari. Sisi Keuangan: 1. Pada saat cuti bersama tanggal 26 Desember 2014 Bank-bank mitra Pertamina akan dikoordinasikan untuk tetap melayani transaksi Perbankan untuk penebusan produk BBM dan Non BBM agar operasional penyaluran BBM dan Non BBM kepada masyarakat tetap terlaksana. 2. Daftar Bank Mitra Pertamina: Bank Mandiri, BRI, BNI, Bukopin, dan BCA Diinstruksikan kepada semua Agen /Penyalur BBM dan Non BBM agar melayani masyarakat sesuai dengan ketentuan PT PERTAMINA (PERSERO), menjaga keamanan lingkungan masing-masing dan selalu koordinasi dengan pihak aparat keamanan/ instansi terkait. Sebagai upaya pelayanan BBM dan Non BBM yang terbaik, diharapkan partisipasi aktif dari masyarakat. Apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi BBM dan Non BBM khususnya di wilayah Jateng & DIY, informasi dapat disampaikan melalui CONTACT PERTAMINA 500-000 (atau via HP di nomor 024 500000 dan alamat email pcc@pertamina.com

Minggu, 28 September 2014

IKUTI DAN MENANGKAN ANUGERAH JURNALISTIK PERTAMINA 2014

AJP 2014 PERTAMINA ADALAH INDONESIA Karya kami untuk bangsa, Dedikasi kami untuk negeri Pertamina bagi Indonesia Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan bagi para jurnalis terbaik bangsa,PT. Pertamina kembali mengajak rekan-rekan jurnalis untuk berpartisipasi dalam Anugerah Jurnalistik Pertamina 2014. Kami menanti karya terbaik Anda seputar Kontribusi & Dedikasi Pertamina Terhadap Penyediaan Energi Nasional. Kategori Karya Jurnalistik 1.Kategori Hard News Media Cetak 2.Kategori Feature Media Cetak 3.Kategori Feature/Program Radio 4.Kategori Hardnews/Feature Media Online/siber 5.Kategori Feature/Program Televisi 6.Kategori Foto Jurnalistik 7.Kategori Foto Favorit Pilihan 8.Kategori Publikasi CSR 9.Kategori Best of The Best Persyaratan 1.Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di media massa nasional atau lokal, di Jakarta atau di daerah, baik media cetak, online,radio, atau televisi. 2.Karya jurnalistik yang diikutkan dalam lomba ini adalah karya jurnalistik berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. 3.Karya harus orisinal bukan terjemahan, saduran atau rangkuman. Jika ada ralat atau koreksi harus disertakan untuk menjaga akurasi karya. Karya jurnalistik yang didaftarkan benar-benar karya orisinal. 4.Karya yang didaftarkan harus dipublikasikan dimedia massa yang bersifat umum pada rentang waktu 1 November 2013 sampai dengan 31 Oktober 2014. 5.Jumlah karya yang dikirimkan bersifat tidak terbatas. 6.Untuk karya tim, peserta harus menyebutkan ketua tim dan anggotanya. 7.Batas waktu pendaftaran dan penyerahan karya jurnalistik kepada panitia adalah 31 Oktober 2014 (cap pos) 8.Melampirkan foto kopi kartu pers dan KTP/SIM yang masih berlaku. 9.Mengisi formulir pendaftaran. 10.Karya jurnalistik yang menang dalam lomba ini akan menjadi hak milik Pertamina. KETENTUAN KHUSUS 1.Kategori media televisi, durasi jenis feature minimal 3 menit untuk satu karya. 2.Kategori Foto diikuti oleh jurnalis foto di media cetak maupun online. 3.Foto belum pernah memenangkan lomba sebelumnya. 4.Nominator pemenang karya foto jurnalistik dimungkinkan untuk diikutsertakan dalam pameran pada acara pengumuman pemenang atau kegiatan Pertamina. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat. Hadiah Uang Tunai & Grand Prize Kursus Jurnalistik Internasional

Ribuan Mahasiswa Jateng & DIY Siap Bersaing di Olimpiade Sains Nasional Pertamina

Ribuan Mahasiswa Jateng & DIY Siap Bersaing di Olimpiade Sains Nasional Pertamina Semarang, 25 September 2014 – Ribuan Mahasiswa dari berbagai Universitas di wilayah Jawa Tengah & DIY, pagi ini bersaing dalam kompetisi bergengsi Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN PERTAMINA) 2014. Di wilayah Jawa Tengah & DIY, kegiatan dilaksanakan secara serentak di lima Perguruan Tinggi Mitra yaitu Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di UNDIP Pembukaan seleksi dilakukan oleh General Manager Marketing Operation Reg IV Subagjo Hari Moeljanto, dan Dekan Fakultas Sains Matematika UNDIP Dr. Muhammad Nur, DEA, di Gedung Prof. Sudharto UNDIP Tembalang Semarang. Babak seleksi provinsi, merupakan tahap penyisihan pertama OSN PERTAMINA 2014 yang kemudian akan dilanjutkan dengan seleksi tingkat nasional. Tahun ini jumlah peserta di UNDIP yang merupakan peserta dari berbagai Kampus di Semarang dan wilayah sekitarnya mencapai 466 mahasiswa untuk kategori teori dan 28 peserta/group untuk sains Project. , untuk di wilayah Jawa Tengah & DIY sendiri ribuan mahasiswa mengikuti kegiatan yang telah memasuki tahun ke-7. Dengan tema “Inovasi Sobat Bumi Untuk Masa Depan Generasi”, OSN PERTAMINA 2014 tahun ini memperebutkan hadiah total senilai Rp 2 milyar. GM Marketing Operation Reg IV Subagjo Hari Moeljanto saat membacakan sambutan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero), Karen Agustiawan menyampaikan, OSN PERTAMINA sebagai sarana mencetak generasi yang handal dan berkontribusi bagi negara. “Kami berharap melalui OSN ini, akan lahir individu-individu cemerlang, yang berperan akif dalam pembangunan bangsa, memiliki kepekaan terhadap permasalahan bangsa, dan terus melatih diri untuk berkontribusi memberikan solusi. Di masa mendapat Karen juga berharap agar OSN PERTAMINA bisa dikembangkan sebagai kompetisi sains tingkat ASEAN. Dekan Fakultas Sains Matematika UNDIP selaku tuan rumah penyelenggaraan OSN PERTAMINA 2014, menyatakan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT. Pertamina atas kepercayaan yang telah diberikan kepada UNDIP sebagai salah satu perguruan tinggi mitra penyelenggara kegiatan di wilayah Jawa Tengah & DIY. OSN PERTAMINA 2014 merupakan program CSR Pertamina bidang pendidikan, sebagai implementasi dari visi Pertamina dalam mencerdaskan anak bangsa. Penyelenggaraan OSN PERTAMINA 2014 diharapkan dapat menghasilkan generasi muda Indonesia yang handal dalam bidang sains, yang bertujuan untuk membangun kesadaran mahasiswa akan pentingnya berprestasi untuk kepentingan pembangunan bangsa, serta meningkatkan kepekaan generasi muda pada permasalahan bangsa dan melatih diri untuk berkontribusi menyelesaikan berbagai masalah yang timbul di masyarakat dan daerahnya. Penyelenggaraan OSN-PERTAMINA 2014 terdiri atas enam tahap. Yakni Sosialisasi dan koordinasi yang berupa audiensi antara DIKTI dan Perguruan Tinggi Mitra serta kegiatan Rakornas yang melibatkan panitia pusat dan daerah. Publikasi dan registrasi, yang dilakukan melalui website dan media sosial dimana registrasi peserta dilakukan secara online dan manual. Seleksi Tingkat Provinsi, atau babak penyisihan yang dilakukan serentak di 33 provinsi di Indonesia. Seleksi Tingkat Nasional, atau babak final di Jakarta yang melibatkan para finalis beserta dosen pendampingnya. Penganugerahan hadiah, kepada para pemenang dan Perguruan Tinggi Mitra sekaligus sebagai acara penutupan OSN Pertamina 2014. Evaluasi OSN Pertamina 2014, yang dilakukan untuk menjaga akuntabilitas kegiatan. OSN PERTAMINA 2014 terbuka bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri atau swasta di seluruh Indonesia, dari semua program studi atau jurusan. Pada penyelenggaraan OSN PERTAMINA 2014, untuk Kategori Teori tetap akan mengkompetisikan empat bidang, yaitu bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Sedangkan untuk Kategori Proyek Sains, akan dikompetisikan karya cipta dari tiga bidang, yaitu bidang Aplikasi Perangkat Lunak (APL), Rancang Bangun (RB) dan Produk Unggulan (PU). Untuk kategori proyek, seleksi dilakukan melalui dua babak, yaitu Babak Penyisihan dan Babak Final Tingkat Nasional.

Rabu, 10 September 2014

Pertamina Sesuaikan Harga Elpiji 12 kg Sebesar Rp1.500 per Kg

Pertamina Sesuaikan Harga Elpiji 12kg Sebesar Rp1.500 per kg JAKARTA, 10 September 2014 - PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan harga Elpiji non subsidi kemasan 12 kg menyusul tingginya harga LPG di pasar Internasional dan turunnya nilai tukar Rupiah yang menyebabkan beban kerugian perusahaan akan semakin tinggi. Penyesuaian harga diputuskan sebesar Rp1.500 per kg (nett Pertamina) terhitung sejak tanggal 10 September 2014 pukul 00.00 waktu setempat. Kebijakan korporasi ini ditetapkan setelah mendengarkan masukan Pemerintah dalam rapat koordinasi di Kementerian Perekonomian tanggal 8 September 2014, sehingga Pertamina dapat menyesuaikan harga sesuai dengan Permen ESDM No.26 tahun 2009 tentang Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas. Penyesuaian ini merupakan pelaksanaan Roadmap Penyesuaian Harga Elpiji 12 kg secara berkala sesuai hasil Rapat konsultasi Pemerintah dengan BPK RI pada tanggal 6 Januari 2014. Dengan kenaikan ini, harga jual rata-rata Elpiji 12 kg nett dari Pertamina menjadi Rp 7.569 per kg dari sebelumnya Rp 6.069 per kg. Apabila ditambahkan dengan komponen biaya lainnya, seperti transport, filing fee, margin Agen dan PPN, maka harga jual di agen menjadi Rp 9.519 per kg atau Rp 114.300 per tabung dari sebelumnya Rp 7.731 per kg atau Rp 92.800 per tabung. Apabila dibandingkan dengan harga keekonomian LPG, harga jual tersebut masih jauh di bawah keekonomiannya. Berdasarkan rata-rata CP Aramco y-o-y Juni 2014 sebesar US$891,78 per metric ton dan kurs Rp11.453 per US$, ditambah komponen biaya seperti di atas maka harga keekonomian Elpiji 12kg saat ini seharusnya Rp15.110 per kg atau Rp181.400 per tabung. Dengan Penyesuaian ini diharapkan dapat menekan kerugian bisnis Elpiji 12 kg pada tahun 2014 sebesar Rp452 miliar sehingga menjadi Rp5,7 triliun dari prognosa semula Rp6,1 triliun dengan proyeksi tingkat konsumsi Elpiji 12kg mencapai 907.000 metric ton. Kerugian ini masih melebihi proyeksi RKAP 2014 sebesar Rp5,4 triliun yang dipatok pada asumsi CP Aramco sebesar US$833 per metric ton dan kurs Rp10.500 per US$. Untuk itu, Pertamina juga telah menyampaikan kembali Roadmap Penyesuaian Harga Elpiji 12 kg secara berkala dalam rapat koordinasi dengan pemerintah, dimana penyesuaian tersebut dapat dilakukan secara otomotis setiap 6 (enam) bulan hingga mencapai harga keekonomian di tahun 2016. Untuk menjamin kelancaran pasokan kepada konsumen. Pertamina memastikan ketersediaan suplai LPG di masyarakat baik untuk Elpiji 12 kg maupun Elpiji 3 kg. Antara lain dengan meningkatkan stok LPG, dimana status hari ini dalam kondisi aman di atas 16 hari. Pertamina juga melakukan optimalisasi jakur distribusi Elpiji melalui SPBU dan juga modern outlet. Selanjutnya, Pertamina juga melakukan monitoring distribusi Elpiji 3kg sampai pangkalan dengan aplikasi SIMOL3K (Sistem Monitoring Penyaluran Elpiji 3kg). Dalam menyonsong penyesuaian harga ini, Pertamina juga telah melakukan sosialisasi kepada stakeholder dan pengguna LPG secara kontinyu. Sementara itu, dari total proyeksi konsumsi LPG tahun ini sebesar 6,11 juta metric ton, hanya sekitar 2,5 juta metric ton yang dapat disediakan oleh total kapasitas produksi domestik, di mana seluruhnya telah diserap Pertamina. Dengan demikian, maka pemenuhan kebutuhan LPG harus diimpor sekitar 59%. Media Contact Ali Mundakir VP Corporate Communication 0811939442 amundakir@pertamina.com

Jumat, 29 Agustus 2014

http://m.detik.Chairul Tanjung : -kuota-bbm-subsidi-sampai-20-oktober-saya-yang-bertanggung-jawab

http://m.detik.com/finance/read/2014/08/29/215603/2676606/1034/ct-kuota-bbm-subsidi-sampai-20-oktober-saya-yang-bertanggung-jawab CT: Kuota BBM Subsidi Sampai 20 Oktober Saya yang Bertanggung Jawab Dana Aditiasari - detikfinance Jumat, 29/08/2014 21:56 WIB Krisis BBM Subsidi Jakarta -PT Pertamina (Persero) telah membatalkan pemangkasan penyaluran BBM bersubsidi yang sempat mengakibatkan antrean panjang di berbagai SPBU. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung menegaskan akan bertanggung jawab terkait kuota BBM subsidi sampai batas akhir pemerintahan Presiden SBY. "Kuota tanggung jawab pemerintah, Pertamina menyalurkan saja. Sampai 20 Oktober saya bertanggung jawab. Saya menko saya bertanggung jawab. Setelah itu kita serahkan ke pemerintah nanti," kata Chairul Tanjung di Kantornya, Jakarta, Jumat (29/8/2014). Menteri yang biasa disapa CT menuturkan, sebagai bentuk tanggung jawab, dirinya juga berupaya agar konsumsi BBM subsidi tidak melebihi kuota yang ditetapkan sebanyak 46 juta KL hingga akhir 2014. "Pemerintah kontrol yang tidak memberikan efek sosial ke masyarakat. Kita tetap dalam koridor 46 juta KL, akan kita jaga itu. Kalau tidak di-manage akan ada gap," tuturnya. Adapun catatan yang harus dipenuhi Pertamina adalah memastikan bahwa setiap tetes BBM subsidi yang disalurkan Pertamina harus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. "Harus diberikan kepada mereka yang betul-betul BBM digunakan untuk kepentingan sehari-hari. Tidak diperdagangkan dan spekulasi. Jeriken itu dilarang, itu di luar pemakaian sehari hari," tegasnya. CT juga mendorong agar petugas Pertamina di lapangan dapat meningkatkan pelayanan agar masyarakat bukan hanya mendapat kepastian pasokan BBM subsidi, namun juga memperoleh pelayanan yang cepat untuk mendapat BBM bersubsidi. "Pemerintah mengambil sikap memberikan izin kepada Pertamina agar menyalurkan secara baik tak boleh ada antrean di batasan wajar," katanya. (hen/hen)

Selasa, 26 Agustus 2014

Pertamina Normalisasi Pasokan BBM Bersubsidi

Media Contact Ali Mundakir VP Corporate Communication 0811939442 amundakir@pertamina.com Pertamina Normalisasi Pasokan BBM Bersubsidi JAKARTA, 26 Agustus 2014 – Sesuai dengan arahan pemerintah, PT Pertamina (Persero) melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat agar tidak terjadi potensi antrian yang berkepanjangan. Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan dengan mencermati perkembangan situasi yang terjadi di masyarakat, Pertamina mulai malam ini, Selasa (26/8) memutuskan untuk melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi pemotongan pasokan baik untuk premium maupun solar. Namun demikian, penyaluran tetap akan dilakukan secara terukur dan terarah sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. “Terhitung mulai malam ini, penyaluran BBM bersubsidi ke SPBU dilakukan normalisasi untuk memulihkan situasi. Adapun, potensi terlampauinya kuota BBM subsidi dalam APBN-P 2014 yang menjadi dasar pengaturan penyaluran sebelumnya, maka Pemerintah akan memutuskan solusi kebijakan yang tidak akan merugikan Pertamina,” ungkapnya. Untuk informasi detail teknis normalisasi tersebut akan disampaikan penjelasan lebih detail oleh Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Bandara Halim Perdana Kusumah pukul 10.15 WIB, hari Rabu 27 Agustus 2014. Adapun normalisasi pasokan ini juga dilakukan di wilayah Pertamina MOR IV Jawa Bagian Tengah Demikian disampaikan atas perhatiannya diucapkan Terima Kasih Best Regards, Roberth MV Dumatubun

Senin, 25 Agustus 2014

Pertamina Lakukan Pengendalian BBM Bersubsidi (Agar Solar dan Premium Cukup Sampai Akhir Tahun)

Pertamina Lakukan Pengendalian BBM Bersubsidi
(Agar Solar dan Premium Cukup Sampai Akhir Tahun)

 Semarang, 25 Agustus 2014 - PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu badan usaha penyalur BBM bersubsidi, mulai mengatur kuota BBM bersubsidi guna memastikan agar kuota Solar dan Premium cukup hingga akhir tahun sesuai dengan amanat UU No.12 Tahun 2014 tentang APBN 2014.

 Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan bahwa berdasarkan APBN-P 2014, kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta KL menjadi 46 juta KL. Sesuai dengan amanat tersebut, maka Pertamina harus melakukan pengaturan kuota per harinya untuk memastikan BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun 2014. "Pemerintah telah menggariskan kuota BBM bersubsidi tidak boleh melampaui kuota yang telah ditetapkan. Dengan kondisi tersebut maka hanya ada dua pilihan, pertama yaitu menyalurkan BBM bersubsidi secara normal dengan konsekuensi kuota BBM bersubsidi habis sebelum akhir tahun, yaitu medio November untuk Solar dan medio Desember untuk Premium, dan selanjutnya masyarakat harus membeli BBM non subsidi hingga akhir tahun. Sementara Pilihan lainnya adalah mengatur /  mengendalikan suplai BBM bersubsidi  setiap harinya sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun," ungkap Ali.

 Pertamina melakukan pengaturan /  pengendalian  BBM bersubsidi sesuai kebijakan Pemerintah dengan cara mengatur / menyesuaikan alokasi  volume BBM bersubsidi untuk masing-masing SPBU dan lembaga penyalur lainnya agar kuota tersedia sampai akhir tahun telah dilakukan terhitung sejak 18 Agustus 2014. "Untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat, Pertamina menyediakan BBM non subsidi yang meliputi Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Solar non subsidi."

 Untuk wilayah Marketing Operation Reg IV Jawa Tengah & DIY, hingga 23 Agustus 2014 data sementara realisasi konsumsi BBM bersubsidi di wilayah Jateng & DIY telah mencapai 65 % dari kuota tahun 2014. Realisasi konsumsi Premium bersubsidi di Jawa Tengah dan DIY masing-masing telah mencapai 67 %. Sedangkan realisasi konsumsi Solar bersubsidi di wilayah Jawa Tengah sudah mencapai 60 %, dan DIY 61 % dari kuota tahun 2014.  Sebagai inisiatif pelayanan kepada masyarakat, Pertamina telah menyiapkan subtitusi BBM dengan menyediakan BBM Non Subsidi kepada masyarakat. Sampai dengan 23 Agustus 2014, data sementara realisasi konsumsi BBM Non Subsidi di wilayah Jateng & DIY mengalami kenaikan 4,1 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Masyarakat tidak perlu panic karena Pertamina selalu menyediakan BBM Non Subsidi apabila kuota di SPBU sudah habis pada hari tersebut. Selain itu masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam mewujudkan pendistribusian BBM Bersubsidi yang tepat sasaran. Pertamina menyediakan layanan Pertamina Contact Center (No. telp 500 000, sms 0815 9 500 000, dan email pcc@pertamina.com) jikalau masyarakat ingin bertanya ataupun memberi informasi perihal pendistribusian BBM di wilayahnya. “Apabila alokasi harian BBM bersubsidi di SPBU sudah terserap masyarakat pada hari itu, merupakan konsekuensi logis dari pengaturan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan sisa kuota yang telah ditetapkan dalam UU APBN-P 2014. Dengan pengaturan ini, sangat diharapkan pengertian dan kesadaran masyarakat pengguna mobil pribadi mulai membiasakan diri menggunakan BBM non subsidi" ungkap Ali.