Jumat, 21 Januari 2011

Antisipasi Kelangkaan BBM, Pertamina Tambah Mobil Tangki di Provinsi Jambi

Pers Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Unit Pemasaran BBM Retail Region II
21.01.2011
Antisipasi Kelangkaan BBM
Pertamina Tambah Mobil Tangki di Provinsi Jambi

PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II Palembang tetap berkonsentrasi dan fokus untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, salah satunya adalah di Propinsi Jambi yang notabene mengkonsumsi BBM bersubsidi paling besar ke-3 dari 4(empat) propinsi lainnya yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, dan Bengkulu. Kuota BBM Bersubsidi untuk Jambi sendiri sekitar 17 % dari total Kuota BBM Bersubsidi untuk wilayah Sumbagsel (5 Propinsi) untuk tahun 2010.

Adanya rasa cemas di masyarakat mengenai kesulitan dalam mendapatkan BBM di SPBU serta tingginya harga BBM di pengecer di wilayah Tebo, Merangin, Bungo, dan Sarolangun Propinsi Jambi melalui media massa akhir-akhir ini juga menjadi perhatian dan ditangani secara khusus oleh Pertamina.

Untuk itu kiranya perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai klarifikasi dan konfirmasi informasi kepada media sekaligus memohon bantuan dan kerja sama dari media untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kecemasan dan panic buying (pembelian BBM lebih besar dari normal) yang justru akan menjadi masalah baru dalam pendistribusian BBM di masyarakat.
Berikut beberapa point penting yang dapat kami sampaikan kepada Saudara untuk melengkapi informasi dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari Pertamina Pms BBM Retail Region II,

1. Pertamina secara sistem telah melakukan suplai BBM bersubsidi sesuai dengan kebutuhan bbm berdasarkan kuota yang ada dan alokasi bbm di SPBU yang terdapat di 4 (empat) wilayah kabupaten tersebut di Jambi.
2. Dapat kami sampaikan bahwa penyaluran 3 hari terakhir untuk wilayah Jambi bahkan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Untuk Premium per-tanggal 18.01.11 disalurkan berkisar 700 KL dan terus meningkat sampai pada hari ini penyaluran dikisaran 830 KL. Untuk Solar penyaluran berkisar 600 KL dan terus meningkat hari ini di kisaran 703 KL. Tentunya peningkatan permintaan suplai BBM ini menjadi evaluasi dan perhatian Pertamina akan penyebab kenaikan permintaan yang drastis berkisar diatas 100 KL per hari namun masih terberitakan terjadi kelangkaan.
3. Adapun jarak SPBU tersebut yang ada di 4(empat) wilayah tersebut tergolong cukup jauh dari Supply Point Depot Jambi dengan jarak tempuh antara 4,5 jam sampai 7,5 jam untuk lokasi SPBU terjauh yang ditempuh oleh Mobil Tangki BBM dengan rata-rata kecepatan 40-50 km/jam (demi safety dan kualitas produk, kecepatan tersebut adalah standar safety mobil tangki agar tidak kebut-kebutan dan menyebabkan kecelakaan). Tentunya kondisi ini juga menjadi pertimbangan Pertamina untuk menempatkan supply plan (rencana penyaluran) ke wilayah tersebut agar dapat diberangkatkan sesegera mungkin dari Depot Jambi setiap harinya. Saat ini kondisi jalan menuju wilayah tersebut dalam keadaan rusak berat, sehingga waktu tempuh pendistribusian BBM menjadi bertambah menjadi 11 jam satu kali perjalanan sehingga membutuhkan 22 jam untuk PP (pulang-pergi dari Depot-SPBU-Depot).
4. Pertamina juga senantiasa berkordinasi dengan Pemda setempat bersama-sama untuk memonitor dan mengevaluasi kondisi di lapangan. Berdasarkan kordinasi terakhir dengan Pemda, kondisi di lapangan dalam kondisi normal dan tidak terjadi RUSH di SPBU maupun kelangkaan.
5. Pertamina saat ini telah menambah jam kerja layanan di Depot jambi untuk mengatasi jarak tempuh terhadap titik-titik SPBU yang jauh letaknya dari Supply Point Depot Jambi. Pertamina menjamin apabila SPBU memiliki DO (Delivery Order) bbm maka bbm pasti dikirim dan Pertamina tetap menyalurkan bbm secara normal sesuai kuota dan kebutuhan tanpa adanya pengurangan secara sepihak tanpa penjelasan. Saat ini jam operasional Depot jambi rata-rata berakhir jam 22.00 dan telah dilakukan penambahan 3(tiga) mobil tangki untuk meningkatkan kehandalan pelayanan depot.
6. Pertamina akan terus melakukan langkah progressive dalam menangani kondisi ini, antara lain dengan melakukan komunikasi yang efektif serta monitoring stock BBM di SPBU dan Satgas setempat, selain itu Pertamina juga membuka layanan hotline yang dapat diakses melalui nomor telp 500-000 atau (0711)518500.

Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih.

Ast.Man External Relation

Roberth MV

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar