Minggu, 01 Mei 2011

Suplai BBM di SumSel Normal

Pers Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Unit Pemasaran BBM Retail Region II
29.04.2011

Suplai BBM di SumSel Normal
Terkendala Jalanan Macet,
Alternatif Suplai BBM di Malam Hari


Tanggapan PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II
”Stok BBM Nihil Di Sejumlah SPBU” Dimuat di www.Sripoku.com Tgl. 29 April 2011

PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II Palembang dalam hal ini sebagai Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, termasuk Propinsi Sumatera Selatan menganggap perlu untuk memberikan klarifikasi dan informasi yang diperlukan oleh masyarakat melalui media massa sehubungan dengan pemberitaan yang dimuat.

Untuk itu kiranya perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai klarifikasi dan konfirmasi informasi kepada media sekaligus memohon bantuan dan kerja sama dari media untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kecemasan dan opini negative yang berkembang di masyarakat..

Berikut beberapa point penting yang dapat kami sampaikan kepada Saudara untuk melengkapi dan memenuhi kaidah “Cover Both Side” dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari kami,

1. Pertamina tidak melakukan pengurangan jumlah pengiriman BBM untuk SPBU wilayah di Propinsi Sumatera Selatan. Penyaluran BBM ke SPBU sampai saat ini disalurkan secara normal berdasarkan kuota BBM Bersubsidi untuk wilayah Propinsi Sumatera Selatan dengan mengacu pada Kuota BBM bersubsidi dan dilakukan pengaturan agar sesuai dengan kebutuhan riil BBM di masyarakat bahkan cenderung saat ini penyaluran sudah diatas normal. Kondisi Stok BBM di terminal BBM Kertapati juga dalam kondisi normal dan cukup untuk kebutuhan BBM di wilayah Sumatera Selatan.
2. Berdasarkan pantauan Pertamina di lapangan, penyaluran BBM di wilayah Sumatera Selatan terkendala diakibatkan oleh Terjadinya Kemacetan Lalu Lintas terutama di arah menuju luar Kota Palembang dan sepanjang jalur distribusi Mobil tanki BBM dalam rangka menyuplai BBM ke SPBU. Titik lokasi kemacetan ini terjadi di sepanjang jalur jalan Soekarno Hatta (Jalan Lingkar Luar), Jalan raya di area Indralaya, dan Prabumulih. Kemacetan ini menyebabkan mobil tanki terjebak cukup lama dan tidak hanya satu mobil tanki namun beberapa mobil tanki baik mobil tanki berisi BBM maupun yang kosong setelah mengantar BBM ke SPBU.
3. Kondisi tersebut di atas seringkali diperparah dengan kondisi cuaca / alam yang tidak menentu. Beberapa waktu terakhir curah hujan sangat tinggi di wilayah Sumatera Selatan, kondisi ini menyebabkan efek lain berupa kerusakan fisik jalan raya yang dilalui. Kondisi jalan rusak dan kemacetan akibat jalan yang rusak ditambah kondisi cuaca menambah waktu tempuh mobil tanki menjadi semakin lama dan mengakibatkan keterlambatan mobil tanki tiba di SPBU maupun tiba kembali di Terminal BBM untuk mengisi ulang BBM dan kemudian mengantar kembali ke SPBU. Mobil tanki tidak bisa berkecepatan tinggi dikarenakan akan berbahaya bagi pemakai jalan yang lain, dan juga harus memperhatikan aspek safety pendistribusian BBM selain ketahanan dan kehandalan mobil tanki (karena mobil tanki dipakai secara terus menerus, mobil tanki yang rusak sangat berpengaruh pada kehandalan suplai dan jumlah BBM yang dapat disalurkan ke SPBU).
4. Mengantisipasi situasi lalu lintas yang ada saat ini telah dilakukan upaya perubahan pola suplai pengiriman ke SPBU yang telah diupayakan sejak 1 bulan sebelumnya dan masih on progress, yaitu pengiriman dalam kota palembang yang sebelumnya adalah pagi hari dan sore hari untuk luar kota akan dirubah menjadi malam hari untuk dalam kota dan pagi sampai siang untuk diluar kota.

5. Untuk itu perlu kami luruskan bahwa informasi yang dimuat di media Saudara melalui www.Sripoku.com dengan mengutip pernyataan dari salah satu pengawas SPBU di wilayah Muaraenim dengan nama Kadir, pengawas SPBU Kepur No 24.313.88,”Pihaknya sudah biasa pesan solar 32 ton per hari, premium 16 ton per hari. Tetapi ternyata solar hanya dipenuhi sebanyak 16 ton per hari sejak Februari.”Padahal kebutuhan banyak tetapi yang dipenuhi sedikit” Adalah Tidak Benar. Pertamina menyalurkan BBM kepada SPBU sesuai dengan evaluasi dan perhitungan kebutuhan riil kendaraan bermotor berbanding dengan kuota BBM bersubsidi yang telah ditentukan Pemerintah. Untuk SPBU Kepur No 24.313.88 dengan pengawas Kadir, Pertamina masih menyalurkan BBM Solar sebanyak 32 KL secara berkala (tidak setiap hari) sesuai dengan evaluasi dan perhitungan kebutuhan riil BBM, sehingga adalah TIDAK BENAR apabila Pertamina hanya menyalurkan Solar 16 KL per hari sejak Bulan Februari 2011 (Data Riil dapat diperoleh di Pertamina).

6. Berdasarkan pengamatan dan evaluasi Pertamina, SPBU Kepur tersebut melayani pembelian Solar kepada Sebagian Besar Truk-Truk Batubara di wilayah Muaraenim. Perlu digarisbawahi bahwa kebutuhan BBM untuk keperluan industri seperti Industri Batubara yang menggunakan truk sebagai alat angkutnya seharusnya menggunakan BBM Non Bersubsidi (BBM dengan harga keekonomian). Sehingga kondisi ini akan merugikan masyarakat umum yang lebih berhak menggunakan BBM Bersubsidi tersebut.
7. Pertamina akan memberikan pembinaan berupa teguran tertulis maupun skorsing/penghentian suplai BBM kepada SPBU yang melanggar klausul kontrak kerjasama dengan Pertamina ataupun kepada pihak SPBU yang dengan sengaja memberikan informasi yang tidak benar kepada masyarakat melalui media yang akan menimbulkan keresahan di masyarakat.

8. Pertamina akan terus melakukan langkah progressive dalam rangka mengamankan suplai BBM, antara lain dengan melakukan komunikasi yang efektif serta monitoring stock BBM di SPBU melalui Program Monitoring Stok seperti MS2 (Management Stok SPBU) serta Satgas setempat, selain itu Pertamina juga membuka layanan Contact Centre Pertamina di 500-000 atau (0711) 518500.

9. Kami harapkan Saudara (www.Sripoku.com) melalui wartawan / koresponden Saudara di lokasi dapat menghubungi kami apabila di masa yang akan datang Saudara mendapat informasi mengenai kondisi BBM di Wilayah Propinsi Sumatera Selatan maupun di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, dan Bangka Belitung) untuk dapat mengkonfirmasi kepada kami sebelum dimuat di media Saudara agar memenuhi semangat “Cover Both Side” dan kelengkapan nilai berita yang disampaikan, serta tidak terkesan memberikan informasi yang tidak valid kepada masyarakat.

Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih

PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation

Roberth MV

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar