Senin, 18 April 2011

Suplai BBM di Bengkulu Diatas Normal (Terkendala Alur, Tunggu Pasang Surut)

Pers Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Unit Pemasaran BBM Retail Region II
16.04.2011

Tanggapan PT PERTAMINA (PERSERO)
Unit Pemasaran BBM Retail Region II

”Nelayan Bengkulu Tidak Melaut Akibat Solar Kosong”
Dimuat di www.mediaindonesia.com Tgl. 16 April 2011

Suplai BBM di Bengkulu Diatas Normal
(Terkendala Alur, Tunggu Pasang Surut)

PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II Palembang dalam hal ini sebagai Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, termasuk Propinsi Sumatera Selatan menganggap perlu untuk memberikan klarifikasi dan informasi yang diperlukan oleh masyarakat melalui media massa sehubungan dengan pemberitaan yang dimuat.

Untuk itu kiranya perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai klarifikasi dan konfirmasi informasi kepada media sekaligus memohon bantuan dan kerja sama dari media untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kecemasan dan opini negative yang berkembang di masyarakat..

Berikut beberapa point penting yang dapat kami sampaikan kepada Saudara untuk melengkapi dan memenuhi kaidah “Cover Both Side” dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari kami,

1. Pertamina saat ini tidak melakukan pengendalian ataupun pembatasan bahkan pengurangan pengiriman BBM khususnya di Propinsi Bengkulu. Penyaluran BBM sampai saat ini disalurkan secara normal berdasarkan kuota BBM Bersubsidi untuk wilayah Propinsi Bengkulu bahkan cenderung saat ini penyaluran sudah diatas normal.

2. Penyaluran BBM dari Terminal BBM Pulau Baai, Bengkulu saat ini telah melebihi dari jumlah kebutuhan BBM yang ada (OVER KUOTA). Hal ini terlihat dari rata-rata penyaluran Premium per hari di Bulan April 2011 untuk Premium telah over sekitar 3%(tiga persen) dan penyaluran Solar over diatas 10% (sepuluh persen).

3. Berdasarkan pantauan Pertamina di lapangan, penyaluran BBM di wilayah Bengkulu terkendala diakibatkan oleh Alur Laut atau jalur Masuk kapal untuk dapat sandar ke terminal BBM. Kondisi Alur Laut ini menyebabkan Kapal Pengangkut BBM harus menyesuaikan dengan waktu pasang surut alur sehingga tidak bisa langsung merapat ke terminal BBM. Proses menunggu “Air Pasang” ini berakibat tertundanya proses penyaluran BBM sampai 1 hari menunggu pasang keesokan harinya.
4. Kondisi tersebut di atas seringkali diperparah dengan kondisi cuaca / alam yang tidak menentu. Gelombang tinggi bahkan terkadang terjadi badai menyebabkan kapal harus sangat berhati-hati dalam membawa BBM ke terminal BBM Pulau Baai, Bengkulu. Apabila dipaksakan, resiko kapal kandas telah beberapa kali terjadi yang justru menyebabkan suplai dan penyaluran BBM menjadi terputus dan menambah waktu keterlambatan suplai akibat harus menarik kapal terlebih dahulu dari lokasi kandas.

5. Saat ini demi mempertahankan kelancaran suplai BBM di wilayah Propinsi Bengkulu, melalui Terminal BBM Pulau Baai dan demi memenuhi kebutuhan masyarakat baik Nelayan maupun kendaraan bermotor, Pertamina menambah penyaluran BBM untuk mengantisipasi faktor alam yang tidak menentu agar cadangan BBM yang tersedia di lembaga penyalur tetap dapat untuk melayani masyarakat. Per tanggal 16.04.2011, Kapal Soechi Chemical dengan kargo Premium 700 KL dan Solar 700 KL telah bongkar dan penyaluran BBM Solar sudah dilaksanakan sejumlah 296 KL secara total untuk tgl.16.04.2011 dari rata-rata 200 KL/hari. Tanggal 17.04.2011 Kapal Putri Dewi dengan kargo Premium 1000 KL dan Solar 700 KL juga akan tiba di Terminal BBM Pulau Baai untuk melaksanakan bongkar sehingga stok BBM di Terminal BBM Pulau Baai tentunya dalam kondisi aman dan cukup.

6. Untuk kebutuhan Nelayan disuplai dari SPDN yang sudah memiliki alokasi untuk BBM . pelayanan suplai BBM ke SPDN bergantung apakah SPDN melakukan penebusan BBM ke Pertamina sesuai prosedur yang berlaku. Sehingga suplai BBM ke SPDN diatur berdasarkan alokasi per bulan dari SPDN tersebut dan tergantung dari apakah SPDN melakukan penebusan BBM ke Pertamina untuk kemudian disalurkan kepada Nelayan.

7. Pertamina akan terus melakukan langkah progressive dalam menangani kondisi ini, antara lain dengan melakukan komunikasi yang efektif serta monitoring stock BBM di SPBU melalui Program Monitoring Stok seperti MS2 (Management Stok SPBU) serta Satgas setempat, selain itu Pertamina juga membuka layanan Contact Centre Pertamina di 500-000 atau (0711) 518500.

8. Kami harapkan Saudara (www.mediaindonesia.com) melalui wartawan / koresponden Saudara di lokasi dapat menghubungi kami apabila di masa yang akan datang Saudara mendapat informasi mengenai kondisi BBM di Wilayah Propinsi Bengkulu maupun di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, dan Bangka Belitung) untuk dapat mengkonfirmasi kepada kami sebelum dimuat di media Saudara agar memenuhi semangat “Cover Both Side” dan kelengkapan nilai berita yang disampaikan.

Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih

PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation


Roberth MV
###
PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 52 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar