Minggu, 29 Mei 2011

Penyaluran BBM di Babel Normal, Elpiji ke Lampung Terkendala Lintas Tengah Putus

Press Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II
18.05.2011

Tanggapan PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II
”Elpiji dan Solar Langka”
Dimuat di Harian Kompas 18 Mei 2011

Penyaluran BBM di Babel Normal, Elpiji ke Lampung Terkendala Lintas Tengah Putus

PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II Palembang dalam hal ini sebagai Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, termasuk Propinsi Sumatera Selatan menganggap perlu untuk memberikan klarifikasi dan informasi yang diperlukan oleh masyarakat melalui media massa sehubungan dengan pemberitaan yang dimuat.

Untuk itu kiranya perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai klarifikasi dan konfirmasi informasi kepada media sekaligus memohon bantuan dan kerja sama dari media untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kecemasan dan opini negative yang berkembang di masyarakat..

Berikut beberapa point penting yang dapat kami sampaikan kepada Saudara untuk melengkapi dan memenuhi kaidah “Cover Both Side” dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari kami,

Pertamina Tetap Salurkan BBM di Belitung Secara Normal

1. Pertamina melalui Terminal BBM Jobber Tg Pandan saat ini telah menyalurkan BBM Bersubsidi secara normal serta sesuai dengan kebutuhan dan penebusan dari lembaga penyalur yang berlokasi di Bangka Belitung (Babel).

2. Saat ini di kawasan Belitung Barat dan Belitung Timur, kondisi penyaluran BBM Bersubsidi masih sama seperti sebelumnya dan tidak terdapat pengurangan. Rata-rata penyaluran harian di Belitung Barat pada April dan Mei tetap pada angka 27,5 Kiloliter (KL) per/hari. Sementara itu di Belitung Timur, kondisi rata-rata penyaluran berada pada angka 28 KL per/hari.

3. Berdasarkan pantauan Pertamina di lapangan, diperoleh laporan yang menggambarkan bahwa jumlah pengerit di daerah Belitung Barat dan Belitung Timur semakin bertambah seiring dengan masih tingginya harga Solar Industri. Menyikapi keadaan tersebut, SPBU sebagai Lembaga Penyalur melakukan perubahan terhadap mekanisme pengaturan penyaluran BBM di SPBU, dimana yang semula Assapel prioritas, dirubah menjadi tidak prioritas. Sementara itu, Pertamina akan berkoordinasi lebih dalam dengan Pemerintah Daerah (Pemda) serta Aparat setempat untuk menindaklanjuti pengaturan berikutnya.

Jalur Tengah Yang Putus Menjadi Kendala Distribusi Elpiji ke Lampung

1. Pertamina melalui Depot Elpiji Pulau Layang terus melaksanakan penyaluran Elpiji ke Provinsi Lampung sesuai dengan kebutuhan normal. Kondisi penyaluran Elpiji pada kondisi normal mencapai 75-80 Ton per/hari.

2. Pada kondisi normal, jalur distribusi Elpiji ke Lampung dilakukan melalui Jalur Tengah. Dalam kondisi tersebut, distribusi menggunakan Skid Tank dapat berjalan dalam kurun waktu 24 Jam (PP). Sehubungan dengan rusaknya jalur tengah pada beberapa waktu terakhir, maka kondisi arus lalu lintas dari dan menuju Lampung seluruhnya dialihkan ke Jalur Timur. Hal ini mengakibatkan terjadinya penumpukan kendaraan di Jalur Timur tersebut sehingga menimbulkan kemacetan setidaknya di 3 (tiga) titik yaitu Kabupaten Mesuji, Kabupaten OKI serta Indralaya dengan panjang kemacetan di masing-masing titik yang dapat mencapai 8 Km. Kondisi ini mengakibatkan distribusi Elpiji yang biasanya memakan waktu 24 Jam (PP), bertambah menjadi 48 hingga 52 Jam perjalanan (PP), sehingga distribusi Elpiji ke Lampung menjadi terhambat.

3. Sehubungan dengan putusnya jalur tengah tersebut, Pertamina merubah status pengisian Skid Tank untuk Distribusi ke Lampung menjadi “Prioritas”, sehingga akan mempercepat waktu distribusi dan diharapkan hal ini menjadi solusi yang efektif untuk memecahkan permasalahan distribusi ke Lampung. Pertamina juga akan mengevaluasi kondisi penyaluran Elpiji dengan status “Prioritas”, dan apabila kondisi ini tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka untuk sementara Supply Point Elpiji akan dialihkan ke Depot Elpiji di Tanjung Priok, Jakarta.

4. Pertamina akan terus melakukan langkah progressive dalam rangka mengamankan suplai BBM dan Elpiji, antara lain dengan melakukan komunikasi yang efektif serta monitoring stock BBM di SPBU dan SPBE / SPPBE melalui Satgas setempat maupun Tim G-Serve Elpiji, selain itu Pertamina juga membuka layanan Contact Center Pertamina di 500-000 atau (0711) 518500.

Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih


PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation


Roberth MV

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar