Selasa, 20 Januari 2009

Pertamina Tingkatkan Pengamanan & Kewaspadaan

Sedia payung sebelum hujan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Paribahasa ini sangat sesuai untuk menggambarkan Pertamina Pemasaran Sumbagsel saat ini. Berkaca dari kejadian terbakarnya Depo BBM Pertamina Plumpang beberapa saat lalu, lantas tidak membuat Pertamina panik dan dirundung duka. Pertamina segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempercepat penyelidikan dan tetap menjaga kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat. Tidak hanya berfokus pada kasus Plumpang, Pertamina juga menginstruksikan untuk meningkatkan pengamanan dan pengawasan di seluruh area operasi Pertamina.
Pertamina Pemasaran Sumbagsel adalah salah satu unit pemasaran yang turut menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan berbagai langkah antisipasif dan kordinasi dengan berbagai pihak terutama Kepolisian untuk bersama-sama menjaga aset vital negara di bidang migas.
3 Aspek utama yang menjadi perhatian Pertamina Pemasaran Sumbagsel adalah sebagai berikut :
1. Aspek Sekuriti, Pimpinan sekuriti dan jajarannya secara aktif senantiasa berkordinasi dengan sekuriti di depot-depot untuk meningkatkan pengawasan dan pelaporan keamanan.
- Surat resmi dan edaran kepada para kepala depot telah dikirimkan untuk menigkatkan kewaspadaan selain tetap menjaga kelancaran distribusi BBM.
- Berkordinasi secara internal dengan fungsi K3LL dan fungsi lain di dalam tim penanggulangan keadaan darurat yang ada di depot dan berkordinasi dengan pihak eksternal terkait terutama dengan pihak Kepolisian.
- Melakukan latihan rutin dan terprogram bekerja sama dengan Kepolisian dan latihan rutin penanganan keadaan darurat di dalam areal depot untuk menjaga kehandalan personel agar tidak panik dan cepat tanggap dalam keadaan apapun.
- Meningkatkan kontrol dan pengawasan dengan tingkat maksimal di daerah operasional Pertamina yang dianggap rawan.
- Contoh : Sebelum terjadi kasus Plumpang, Depot Kertapati Baru dan Lama di daerah Kramasan Kertapati telah dijaga oleh Satuan Brimob hasil kerjasama dengan Kepolisian.
2. Aspek K3LL (Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Lingkungan). Fungsi ini yang bertanggungjawab untuk masalah pencegahan dan penanganan apabila ada kejadian darurat seperti kebakaran misalnya.
- Memeriksa kembali walaupun secara rutin telah dilakukan terhadap peralatan safety baik yang bersifat aktif maupun pasif.
- Menerbitkan Memorandum / surat resmi ke seluruh depot untuk pengecekan ulang seluruh peralatan pemadaman (pompa, selang air, hydrant, grounding system, foam pourer (busa untuk memadamkan api) dan peralatan pendukung lainnya.
- Bersama kepala depot menandatangani prosedur baku penanganan keadaan darurat dan pelatihan serta fasilitas yang dibutuhkan untuk menjaga kehandalan aspek K3LL di depot (termasuk pengecekan rutin per 6(enam) bulan.
- Berkordinasi dengan fungsi sekuriti dan Kepolisian setempat serta dengan Dinas Pemadam Kebakaran.
- Selalu melaksanakan Safety Talk / memberikan pengertian dan penjelasan mengenai aspek K3LL baik secara internal maupun kepada pihak eksternal yang memasuki wilayah operasional Pertamina.
- Mengatur perijinan untuk keluar masuk baik orang maupun alat dan barang yang beraktivitas di dalam areal Depot BBM Pertamina (ijin masuk orang, ijin mobil tanki dan kelayakannya, alat pelindung diri,dsb).
- Setiap tahun melaksanakan Audit SMK3LL yang sampai saat ini hasilnya selalu positif dan menunjukkan bahwa seluruh personel tanggap akan aspek K3LL.
3. Aspek Suplai dan Distribusi, bertanggungjawab untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di wilayah kerja Pemasaran Sumbagsel.
- Pertamina Pemasaran Sumbagsel memiliki beberapa alternatif penyuplaian BBM di wilayahnya yang dikenal dengan Pola RAE (Reguler, Alternative, dan Emergency).
- Pola pendistribusian BBM ini digunakan sesuai dengan kondisi yang ada di Pemasaran Sumbagsel. Reguler adalah pola suplai biasa yang selama ini dilaksanakan dari supplay point Kilang UP 3 Plaju. Untuk alternative dilaksanakan apabila kilang terkendala sehingga tidak bisa 100% menyuplai Pemasaran Sumbagsel, dan emergency apabila kilang sama sekali tidak bisa beroperasi, maka Pemasaran Sumbagsel kebutuhan BBMnya disuplai dari Kilang terdekat dan depot lain di luar wilayah Pemasaran Sumbagsel.
- Sampai saat ini terhambatnya operasional Depo Plumpang akibat terbakar tidak berpengaruh terhadap suplai BBM di wilayah Pemasaran Sumbagsel karena Kilang UP 3 Plaju tetap beroperasi seperti biasa dan suplai BBM di wilayah Sumbagsel diambil dari UP 3 Plaju dan bukan dari Depo Plumpang.
Pertamina dalam kesempatan ini menghimbau kepada masyarakat agar turut berperan serta melakukan pengawasan dan segera melaporkan kepada Kepolisian apabila menemui kejanggalan ataupun orang yang tidak dikenal yang sekiranya dapat membahayakan operasional Pertamina mengingat Pertamina adalah aset vital. Masyarakat Sumbagsel diminta untuk tidak resah dan was-was akan kesulitan untuk mendapatkan BBM sebab Pertamina Pemasaran Sumbagsel tetap berkomitmen serius dalam menyediakan kebutuhan BBM bagi masyarakat. Bersama Kita bisa..!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar