Minggu, 11 Januari 2009

Masyarakat Jambi Tdk Perlu Khawatir Minyak Tanah Langka..

Pertamina Pemasaran Sumbagsel
Penuhi Kebutuhan Minyak Tanah Jambi

Pertamina Pemasaran Sumbagsel menyampaikan kepada masyarakat di wilayah kerjanya (Jambi, Sumsel,Bengkulu, Lampung, dan Babel) agar tidak merasa khawatir dan was-was akan kesulitan mendapatkan minyak tanah. Sebelumnya Pertamina telah memberikan jaminan kepada masyarakat di Sumatera Bagian Selatan bahwa ketersediaan BBM Bersubsidi (Premium & Solar) di masing-masing propinsi dalam wilayah kerja Pertamina Pemasaran Sumbagsel dalam keadaan aman dan kondusif dengan rata-rata ketahanan stok antara 5 bahkan sampai diatas 10 hari.
Menanggapi adanya informasi mengenai terjadinya kelangkaan Mitan (Minyak Tanah) di wilayah Jambi, Pertamina dengan ini menyampaikan bahwa suplai minyak tanah di wilayah Jambi saat ini dalam keadaan cukup. Dengan rata-rata kebutuhan perhari / Daily Objective Thruput (DOT) +/-265 KL/hari, berdasarkan laporan stock pertanggal 12 januari 2009 bahwa Ketahanan Stock minyak tanah Jambi adalah 4,9 hari. Sementara depot jambi masih menunggu suplai minyak tanah via kapal yang Estimate Time Arriving (ETA) tanggal 14.01.09 dengan kargo 2600 KL dan tanggal 15.01.09 dengan kargo 1300 KL. Dengan kedatangan suplai tersebut akan mendongkrak ketahan stock minyak tanah Jambi menjadi 19,5 hari yang artinya sangat aman sampai dengan akhir bulan Januari 2009.
Kelangkaan minyak tanah akibat pengurangan suplai pada dasarnya disebabkan adanya perubahan dari sisi APBN untuk menanggung biaya subsidi khususnya di sektor minyak tanah, harga minyak mentah yang pernah mencapai level tertinggi di pertengahan tahun 2008 membuat Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan baru mengenai pemberian subsidi khususnya untuk minyak tanah sehingga pada 3 bulan terakhir di tahun 2008, suplai minyak tanah berkurang bervariasi antara 2-3 hari penyaluran perbulannya atau sekitar 9%. Tingginya harga minyak tanah disebabkan oleh penjual minyak tanah eceran yang sampai saat ini masih mengambil kesempatan dari opini yang beredar di masyarakat bahwa minyak tanah sulit diperoleh. Sedangkan untuk bulan desember 2008 saja Pertamina telah menyalurkan 100 KL minyak tanah dalam bentuk operasi pasar (OP) untuk memenuhi kebutuhan mitan masyarakat.
Di tahun 2009, Pertamina Sumbagsel melalui Depot Jambi telah berkordinasi baik dengan Pemerintah Daerah Propinsi Jambi dan juga dengan mitra bisnis Hiswana Migas Jambi bidang minyak tanah. Adapun hal yang dibahas adalah Pertamina meminta Agen Minyak Tanah (AMT) untuk lebih meningkatkan pengawasan untuk harga jual agar sesuai HET, Penjualan tepat sasaran, meminimalisir penjualan kepada pengecer, dan selalu berkordiansi dengan pihak Pemda mengenai jadwal pengiriman suplai. Kembali Pertamina menegaskan bahwa segala bentuk penyelewengan / pelanggaran yang menyebabkan kerugian / kesulitan masyarakat dalam mendapatkan minyak tanah akan ditindak tegas. Dengan total 30 agen minyak tanah yang ada di Propinsi Jambi dan didukung dengan kordinasi yang solid antara Pemerintah, Pertamina, dan Agen diharapkan kelangkaan mitan tidak terjadi lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar