Selasa, 12 Juli 2011

PERTAMINA BACK UP KONDISI LISTRIK PADAM DI JAMBI

Pers Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II
12.07.2011

Tanggapan PT PERTAMINA (PERSERO) Fuel Retail Marketing Region II terhadap pemberitaan di Media Indonesia dengan judul “ Warga Jambi Sandera Truk BBM ”

PERTAMINA BACK UP KONDISI LISTRIK PADAM DI JAMBI
(BERKORDINASI DENGAN PEMDA, KEPOLISIAN, DAN HISWANA MIGAS)


PT PERTAMINA (PERSERO) Fuel Retail Marketing Region II turut prihatin dengan kondisi padamnya listrik di Kota Jambi saat ini, Pertamina secara langsung maupun tidak langsung juga menerima imbas dari padamnya listrik di Kota Jambi yang menyebabkan Antrean di SPBU semakin panjang dan tidak terkendali akibat masyarakat yang mencari bbm untuk menghidupkan Mesin Generator Listrik (Genset) sebagai pengganti listrik dari PLN untuk penerangan.

Dengan kondisi demikian, Pertamina menganggap perlu untuk memberikan klarifikasi dan informasi yang diperlukan oleh masyarakat melalui media massa untuk memberikan informasi terkini dan akurat sekaligus mengantisipasi agar tidak terjadi “Panic Buying” di masyarakat. Tentunya pemberitaan dan opini akan kelangkaan BBM di Jambi saat ini menjadi prioritas utama Pertamina dalam menjaga kelancaran dan ketersediaan BBM di SPBU selain menyediakan stok BBM bagi kebutuhan penerangan dengan menggunakan genset.

Berikut beberapa point penting yang dapat kami sampaikan kepada Saudara untuk melengkapi dan memenuhi kaidah “Cover Both Side” dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari kami,

PROPINSI JAMBI
Provinsi Premium Solar
Kuota 2011 Kuota YTD Juni Real YTD Juni Real vs Kuota Kuota 2011 Kuota YTD Juni Real YTD Juni Real vs Kuota
Jambi 357.066 177.066 194.369 110% 243.540 120.769 148.550 123%
Keterangan :
• Kuota YTD Juni : Jumlah BBM yang seharusnya disalurkan berdasarkan kuota 2011.
• Real TYD Juni : Jumlah BBM yang disalurkan secara real di lapangan.
• Real vs Kuota : Prosentase realisasi berbanding kuota.

1. Berdasarkan Kuota BBM Bersubsidi untuk Propinsi Jambi, dapat dikatakan sampai saat ini secara Propinsi Jambi telah over kuota sebesar 110% untuk Premium dan 123% untuk Solar. Tentunya over kuota ini harus dicermati baik dari Pertamina, Pemerintah Daerah, Kepolisian, maupun Masyarakat sendiri sebagai pengguna / konsumen BBM Bersubsidi.

2. Meningkatnya permintaan BBM baik jenis Premium maupun Solar dalam beberapa hari terakhir ini disebabkan oleh Terputusnya Aliran Listrik di Kota Jambi dikarenakan Gardu Induk (GI) PLN Payo Selincah milik PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang menopang ketersediaan listrik untuk Kota Jambi mengalami kendala kerusakan. Dengan kondisi tanpa adanya listrik, masyarakat kemudian beralih dengan menggunakan Mesin Generator Listrik (Genset) sebagai pengganti sumber listrik baik bagi penerangan maupun operasional sehari-hari.

3. Kondisi Listrik Padam ini tentunya semakin memberikan dampak negatif baik kepada Pertamina maupun masyarakat pada umumnya. Pertamina semaksimal mungkin melakukan pendistrubusian BBM Bersubsidi dengan merata dan tepat waktu ke SPBU dengan segala tantangan dan kendala yang ada di lapangan (pengecer bbm, spekulan bbm, pelaku industri, dan pihak lain yang menyebabkan bbm tidak tepat sasaran). Dengan kondisi Listrik Padam, berimbas pada peningkatan konsumen BBM sebagai bahan bakar Genset yang diperoleh di SPBU. Sehingga antrean di SPBU sudah memiliki “multi purpose” tidak hanya untuk kendaraan tapi juga untuk Genset. Ditambah dengan pelaku spekulan yang memanfaatkan kondisi ini dengan menjadi pengecer BBM dan menjualnya dengan harga tinggi memanfaatkan kebutuhan masyarakat yang bertambah.

PERTAMINA BACK UP KETERSEDIAAN BBM DI JAMBI
1. Pertamina telah berkordinasi dengan Pemerintah Daerah Jambi, Kepolisian, dan Hiswana Migas sebagai mitra Pertamina khususnya Pengusaha SPBU untuk secara kolektif menciptakan situasi dan kondisi pendistribusian BBM yang tertib dan kondusif di wilayah Kota Jambi. Kordinasi ini menghasilkan beberapa solusi dan langkah antisipatif demi kelancaran pendistribusian BBM Bersubsidi di wilayah Kota jambi sebagai berikut :
• Menyalurkan Premium lebih dari penyaluran biasanya. Penyaluran Premium secara normal berkisar 850 KL/hari, dan Terhitung dari hari Sabtu sampai dengan Selasa hari ini Pertamina menyalurkan BBM Premium sebanyak 900 KL/hr, 920 KL/hr, 1054 KL/hr, dan 1000 KL/hr.
• Mengaktifkan 7(tujuh) SPBU yang ada di Kota Jambi untuk dapat beroperasi penuh selama 24 jam dengan pengawasan dan pengamanan ketat dari Satpol PP dan Kepolisian demi tertibnya penyaluran BBM di SPBU.
• Menambah pasokan BBM kepada SPBU tersebut untuk buffer stock di SPBU.
• Mengaktifkan Satgas Bersama atas Instruksi Gubernur untuk memantau pendistribusian dan konsumsi BBM di Kota Jambi.

2. Melalui Unit Bisnis Industry & Marine, Pertamina melayani Penjualan BBM Solar Non Subsidi Eceran dengan Minimum Pembelian 1000 Liter per konsumen. Pembelian BBM Solar Non Subsidi Eceran ini dapat menghubungi Agen BBM Industri Pertamina : PT CARPOTAMA TANGGANG JAYA, Jl. Sultan Agung No.50 Simpang Pulai dengan Telp : 0741-7550664, HP : 081366131114 (Indra).

3. Kedepan Pertamina melalui Unit Bisnis Industry & Marine juga akan menambah Pasokan BBM Solar kepada PLTD Payo Selincah. Penambahan ini dikarenakan adanya penambahan jam operasional dari PLTD Payo Selincah dari 12 jam menjadi 24 jam sehari operasional yang tentunya membutuhkan BBM Solar Non Subsidi yang lebih dari biasanya. Pertamina telah menyanggupi ketersediaan Stok BBM yang dibutuhkan tersebut, hanya menunggu persetujuan dari PLN WS2JB. Penambahan ini juga untuk mem-back up ketersediaan listrik di Kota Jambi

4. Pertamina Menghimbau agar Seluruh Lapisan Masyarakat dan Instansi Turut Mengamankan dan Menciptakan Situasi dan Kondisi yang Kondusif agar pendistribusian BBM Lancar dan Tepat Sasaran. Penyanderaan Mobil Tanki BBM oleh Aliansi Rakyat Jambi Menggugat pada saat unjuk rasa di kantor Gubernur Jambi, Telanaipura (11/7) walaupun hanya sejenak berkisar beberapa menit saja telah menjadi pemberitaan yang berakibat terjadinya “Panic Buying” di masyarakat. Walaupun kejadian ini tidak secara langsung menghambat kelancaran distribusi BBM namun menyebabkan masyarakat menjadi was-was akan ketersediaan BBM apabila aksi penyanderaan mobil tanki BBM kembali terulang.

5. Pertamina akan terus melakukan langkah progressive dalam menangani kondisi ini, antara lain dengan melakukan komunikasi yang efektif serta monitoring stock BBM di SPBU melalui Program Monitoring Stok seperti MS2 (Management Stok SPBU) serta Satgas setempat, selain itu Pertamina juga membuka layanan Contact Centre Pertamina di 500-000 atau (0711) 518500

Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih

PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation

Roberth MV
HP : 0811716212
Email : roberth@pertamina.com
Blog : http://roberthmv.blogspot.com/

###
PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 52 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar