Rabu, 13 Juli 2011

PENYALURAN BBM DI PROPINSI JAMBI DIATAS NORMAL (TINGKATKAN PENGAWASAN BBM ECERAN & SPEKULAN)

Pers Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II
13.07.2011

Tanggapan PT PERTAMINA (PERSERO) Fuel Retail Marketing Region II Terhadap pemberitaan mengenai BBM di www.detik.com, dengan judul “BBM Langka di Jambi, Antrean di SPBU Mengular” dan www.mediaindonesia.com, dengan judul “Premium di Batanghari Rp 15 Ribu PerLiter”.

PENYALURAN BBM DI PROPINSI JAMBI DIATAS NORMAL
(TINGKATKAN PENGAWASAN BBM ECERAN & SPEKULAN)


PT PERTAMINA (PERSERO) Fuel Retail Marketing Region II Palembang dalam hal ini sebagai Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, termasuk Propinsi Jambi khususnya di Kabupaten Muara Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat dan Kota Jambi, menganggap perlu untuk memberikan klarifikasi dan informasi yang diperlukan oleh masyarakat melalui media massa untuk memberikan informasi terkini dan akurat sekaligus mengantisipasi agar tidak terjadi “Panic Buying” di masyarakat.

Dengan proses perbaikan dan pemulihan Gardu Induk PLN Payo Selincah yang masih berlangsung sampai saat ini dan kondisi padamnya listrik di Kota Jambi, masyarakat harus mencari alternatif pengganti sumber daya listrik untuk keperluan sehari-hari maupun keperluan lain yang bersifat usaha / wiraswasta. Alternatif yang dimiliki adalah dengan menggunakan Genset sebagai sumber daya listrik sementara yang menggunakan BBM sebagai energi penggerak. Fenomena ini menambah konsumsi BBM Bersubsidi di masyarakat melalui pembelian di SPBU dan menambah antrean di SPBU.Tentunya pemberitaan dan opini akan kelangkaan BBM di masyarakat saat ini khususnya di wilayah Kota Jambi menjadi prioritas utama Pertamina dalam menjaga kelancaran dan ketersediaan BBM di SPBU.

Berikut beberapa poin penting yang dapat kami sampaikan kepada Saudara untuk melengkapi dan memenuhi kaidah “Cover Both Side” dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari kami,

PROPINSI JAMBI
Propinsi/
Kabupaten Premium Solar
Kuota 2011 Kuota YTD Juni Real YTD Juni Real vs Kuota Kuota 2011 Kuota YTD Juni Real YTD Juni Real vs Kuota
Prop Jambi 357.066 177.066 194.369 109% 234.540 120.769 148.550 123%
Kabupaten Batanghari 28.584 14.175 16.385 115% 21.995 10.907 14.828 135%
Kabupaten Muara Jambi 18.657 9.252 11.242 121% 15.326 7.600 12.756 167%
Kab Tanjung Jabung Barat 24.796 12.296 13.487 109% 28.469 14.117 16.222 114%

Keterangan : - Kuota YTD Juni : Jumlah BBM yang seharusnya disalurkan berdasarkan kuota 2011.
- Real TYD Juni : Jumlah BBM yang disalurkan secara real di lapangan.
- Real vs Kuota : Prosentase realisasi berbanding kuota.
1. Berdasarkan Kuota BBM Bersubsidi untuk Propinsi Jambi, maka penyaluran sampai dengan Bulan Juni 2011 telah diatas kuota yang ditentukan BPH Migas dan DPR-RI. Sehingga secara keseluruhan, Propinsi Jambi telah over kuota sebesar 9% untuk Premium dan 23% untuk Solar. Di Kabupaten Muara Jambi Over Kuota sebesar 21% untuk Premium dan Over Kuota sebesar 67% untuk Solar. Sedangkan untuk Kabupaten Batanghari, telah over kuota yaitu Premium Over Kuota 15% dan Solar Over Kuota 35%. Sementara, untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Over Kuota sebesar 9% dan Solar di Kabupaten tersebut juga sudah Over Kuota sebesar 14%.

2. Padam nya listrik diikuti dengan peningkatan kebutuhan BBM untuk menghidupkan Genset sehingga menciptakan antrian di SPBU. Hal ini menimbulkan dampak psikologis secara teritoral. Kekhawatiran masyarakat menyebabkan “panic buying” ini meluas ke kabupaten-kabupaten di sekitar Kota Jambi. Untuk mengamankan kebutuhan BBM dan menghindari antrian di SPBU dalam Kota Jambi, masyarakat lebih memilih untuk membeli BBM di luar kota. Seperti memilih untuk membeli BBM di Kabupaten terdekat yaitu Muaro Jambi, Batanghari dan juga Tanjung Jabung Barat.

3. Tingginya harga BBM eceran di Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muara Jambi merupakan imbas tidak langsung dari padam nya listrik di Kota Jambi beberapa hari ini. Antrian dan rush di SPBU yang terjadi di Kota Jambi meluas hingga sampai ke Kabupaten sekitarnya. Kondisi ini dikarenakan Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muara Jambi berdekatan dengan Kota Jambi. Dengan letak geografis yang berdekatan, beberapa oknum kemudian memanfaatkan dengan turut menjual BBM eceran dengan harga tinggi, mengingat masyarakat Kota Jambi juga mencari BBM untuk Genset sampai ke wilayah perbatasan Kota Jambi dan Kabupaten sekitarnya.

4. Perlu kami sampaikan bahwa saat ini, kondisi antrian di SPBU di Kota Jambi sudah jauh berkurang (antrean sebatas gerbang SPBU) dan harga eceran di Kota Jambi sudah turun dari Rp 15.000 menjadi Rp 7.000. Penurunan harga eceran ini dikarenakan Pertamina telah menyalurkan suplai yang cukup tidak saja melalui 7 SPBU di Kota Jambi yang beroperasi selama 24 jam penuh namun juga merata di seluruh SPBU di wilayah Propinsi Jambi.

5. Satgas bersama yang dibentuk berdasarkan Instruksi Gubernur juga memberikan efek positif dalam pengawasan terhadap pendistribusian BBM di wilayah Kota Jambi. Sehingga masyarakat tidak lagi was-was dan terjadi “panic buying” dalam mendapatkan BBM.

6. Pemahaman Seluruh Lapisan Masyarakat (Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan Masyarakat Umum) akan pentingnya melakukan Gerakan Hemat BBM dan bersama-sama mengawasi dan memantau pendistribusian BBM Bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak termasuk di dalam lingkaran spekulan BBM Bersubsidi. Dengan turut mengawasi pendistribusian BBM Bersubsidi dan mencegah, menegur, bahkan melaporkan apabila mengetahui terdapat tindak penyelewengan BBM Bersubsidi, secara tidak langsung telah mendukung dan mewujudkan pendistribusian BBM Bersubsidi yang tepat sasaran sehingga kelangkaan akibat pendistribusian yang tidak tepat sasaran dapat diminimalisir. Dengan kondisi padamnya listrik di Kota Jambi, tidak bisa dipungkiri bahwa ada oknum-oknum yang memanfaatkan hal ini untuk mencari keuntungan dengan menjadi penjual BBM Eceran dengan harga tinggi dan menyebarluaskan isu terjadinya kelangkaan BBM di SPBU sehingga masyarakat terpengaruh dan membeli BBM Eceran dengan harga mahal karena khawatir kehabisan di SPBU walaupun sudah mengantri.

7. Pertaminan bersama dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan Hiswana Migas akan terus memantau, mengevaluasi, dan melakukan pengawasan dan pengamanan ketat terutama di 7(tujuh) SPBU yang beroperasi selama 24 jam untuk memastikan bahwa suplai BBM cukup dan tepat sasaran serta akan menindak tegas bila terdapat spekulan BBM.

Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih

PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation

Roberth MV
HP : 0811716212
Email : roberth@pertamina.com
Blog : http://roberthmv.blogspot.com/


###
PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 52 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar