Kamis, 23 Juni 2011

PERTAMINA Lakukan Antisipasi Amankan Stok BBM di Lampung

Pers Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Unit Pemasaran BBM Retail Region II
20.06.2011


Penyaluran BBM Bersubsidi Over Kuota
(Antrian SPBU Tetap Terjadi)
PERTAMINA Lakukan Antisipasi Amankan Stok BBM

PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II Palembang dalam hal ini sebagai Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, termasuk Propinsi Lampung menganggap perlu untuk memberikan klarifikasi dan informasi yang diperlukan oleh masyarakat melalui media massa untuk memberikan informasi terkini dan akurat sekaligus mengantisipasi agar tidak terjadi “Panic Buying” di masyarakat.

Untuk itu kiranya perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai klarifikasi dan konfirmasi informasi kepada media sekaligus memohon bantuan dan kerja sama dari media untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kecemasan dan opini negative yang berkembang di masyarakat..

Berikut beberapa point penting yang dapat kami sampaikan kepada Saudara untuk melengkapi dan memenuhi kaidah “Cover Both Side” dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari kami,

Penyaluran BBM Bersubsidi Untuk Propinsi Lampung Telah Melebihi Kuota Subsidi yang Ditentukan oleh BPH Migas dan Pemerintah.

1. Fenomena beberapa saat terakhir khususnya di wilayah Propinsi Lampung dimana masih terjadi antrian kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) menjadi perhatian khusus dari Pertamina dalam memantau dan mengevaluasi mekanisme pendistribusian BBM Bersubsidi di wilayah Lampung. Terjadinya antrian kendaraan di SPBU dalam rangka memperoleh BBM ini menyebabkan dampak terjadinya opini di masyarakat yang berimbas pada perilaku Panic Buying dan justru memperburuk keadaan karena persediaan BBM di SPBU menjadi semakin menipis dan tidak tepat sasaran.
2. Penyaluran BBM dari Terminal BBM Pertamina Panjang, Lampung untuk Propinsi Lampung khususnya saat ini telah melebihi dari jumlah penyaluran BBM yang telah ditentukan oleh Pemerintah (OVER KUOTA). Hal ini terlihat dari rata-rata penyaluran Premium secara normal per hari di tahun 2011 adalah 1772 KL/Hari dan rata-rata penyaluran Solar secara normal per hari di tahun 2011 adalah 1273 KL/Hari. Apabila dibandingkan dengan Realisasi penyaluran yang telah dilakukan sampai saat ini (per 16 Juni 2011) telah terjadi Over Kuota sebanyak 6(enam) persen untuk BBM Premium dan 12(duabelas) persen untuk BBM Solar.
3. Berdasarkan pantauan Pertamina di lapangan, terjadinya antrian di SPBU ini disebabkan dengan bermunculannya kembali para pelaku spekulan BBM seperti pengecer dan pengerit yang marak di SPBU dan kembali memanfaatkan BBM Bersubsidi untuk mencari keuntungan. Pelaku spekulan BBM ini tidak hanya menggunakan jeriken namun juga dengan memodifikasi tanki bahan bakar kendaraan dan melakukan pembelian BBM secara berulang-ulang di SPBU.
4. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi jalur transportasi, sehingga membuat waktu tempuh Mobil Tangki ke SPBU menjadi bertambah. Terutama mobil tanki BBM yang harus pulang-pergi menyuplai BBM baik di dalam maupun di luar kota di wilayah Propinsi Lampung.

Langkah-Langkah Antisipasi dan Kordinasi Pertamina Dalam Rangka Mengamankan Ketersediaan Stok BBM dan Penyaluran BBM yang Tepat Sasaran.

1. Saat ini demi mempertahankan kelancaran suplai BBM di wilayah Propinsi Lampung, Terminal BBM Panjang, Lampung beroperasi melakukan pelayanan pendistribusian BBM sampai dengan larut malam bahkan dinihari (Operasional Terminal BBM setiap hari rata-rata berakhir antara pukul 00.00-0200). Secara Total jam kerja operasional terminal BBM Panjang, Lampung dimulai dari pukul 05.00 pagi dan berakhir sampai dini hari.
2. Pertamina juga melakukan Built Up Stok BBM di Terminal BBM Panjang, Lampung melalui kapal tanker. Saat ini kondisi stok BBM dalam keadaan aman dengan Coverage Days Premium sebesar 11,1 (Sebelas koma satu) hari dan Coverage Days Solar sebesar 9 (Sembilan) hari dengan jumlah total SPBU sebanyak 124 SPBU di wilayah Propinsi Lampung.
3. Pertamina juga melakukan langkah-langkah antisipasi dan kordinasi dengan Pihak Pemerintah Daerah, Aparat Pengamanan, dan Mitra Kerja dalam rangka mengamankan dan memantau kelancara pendistribusian BBM agar tepat sasaran dengan cara antara lain :
• Pihak SPBU berkordinasi dengan Aparat untuk melakukan pengawasan dan pengamanan pendistribusian BBM di SPBU.
• Pertamina senantiasa berkordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Aparat Pengamanan dalam rangka memberikan informasi konsumsi BBM Bersubsidi dan membahas langkah-langkan antisipasif yang diperlukan.
• Melakukan pertemuan dengan Mitra Kerja Hiswana Migas pada hari ini (20.06.2011) untuk menentukan aturan yang tegas dalam rangka mengantisipasi spekulan BBM maupun penertiban penjualan BBM melalui jeriken di SPBU.
4. Pertamina akan terus melakukan langkah progressive dalam menangani kondisi ini, antara lain dengan melakukan komunikasi yang efektif serta monitoring stock BBM di SPBU melalui Program Monitoring Stok seperti MS2 (Management Stok SPBU) serta Satgas setempat, selain itu Pertamina juga membuka layanan Contact Centre Pertamina di 500-000 atau (0711) 518500.

Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih

PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation


Roberth MV
###
PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 52 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar