Jumat, 25 Juni 2010

Pertamina Sosialisasikan Safety LPG

PERTAMINA SOSIALISASIKAN SAFETY LPG

(AMAN & NYAMAN PAKE LPG)

Pertamina sangat prihatin dan tentunya sangat perhatian terhadap maraknya kasus kecelakaan/kebakaran akibat LPG. Dari awal konversi mulai dilakukan di Kota Palembang, bahkan sebelum launching konversi dilaksanakan pertamina telah melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai konversi dan tatacara pemasangan, penggunaan, dan perawatan paket konversi LPG 3 kg yg diberikan secara gratis kepada masyarakat sebagai ganti dari minyak tanah subsidi.

Sampai hari inipun pertamina melalui fungsi Gas Domestik terus menerus melakukan sosialisasi baik melalui media massa maupun melalui sosialisasi door to door langsung ke lingkungan tempat tinggal warga dalam rangka kembali mengingatkan pentingnya pemasangan, penggunaan, dan perawatan LPG yang tepat agar meminimalisir dan mencegah ancaman kebakaran terhadap pemakai LPG.

Paket konversi yang didistribusikan ke masyarakat telah melalui proses seleksi dan Quality Control yang ketat dan terdaftar di Depnaker sehingga setiap tabung LPG memiliki sertifikat dan resmi adanya serta sesuai standar SNI dan aman untuk digunakan oleh masyarakat dengan penggunaan normal dan sesuai.

Untuk pengawasannya, Pertamina melakukan beberapa kali tahapan pengecekan baik mulai tabung diterima di Depot LPG maupun setelah digunakan masyarakat dan dikembalikan untuk isi ulang.

Pengecekan ini kurang lebih meliputi pengecekan tabung dengan merendamnya di dalam air untuk mengetahui apakah bocor atau tidak, maupun pengecekan kondisi fisik tabung apakah layak untuk didistribusikan. pertamina juga bersama agen dan pangkalan selalu menyerukan agar saat pengisian ulang/tukar tabung agar diperiksa apakah tabung dlm keadaan baik dan memang tabung resmi dr Pertamina. Tentu saja mengingat konversi di Sumsel sudah selesai, Pertamina lebih fokus pada pengecekan kelayakan tabung LPG yang akan didistribusikan ke masyarakat termasuk seal karet di dalam valve tabung.

Pertamina juga berharap dan sangat setuju dengan Bpk. Rizal Kenedy Komisi II DPRD Sumsel bahwa pengawasan juga harus melibatkan seluruh lapisan baik instansi pemerintah bahkan sampai masyarakat sekalipun demi terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menggunakan LPG.

Pertamina juga mohon dukungan untuk bersama-sama mengantisipasi dan bahkan memberikan tindakan tegas bagi oknum yang secara sengaja melakukan tindakan kriminal dengan mengurangi isi tbg LPG atau ikenal dengan "menyuntik atau LPG kentut". Praktek melanggar hukum ini yg diindikasikan penyebab rusaknya seal karet yang menyebabkan LPG bocor dan terbakar. Selain itu cara penanganan tabung saat pengiriman atau penyimpanan juga perlu diperhatikan. banyak ditemui bahwa lpg hanya dilempar-lempar saat diangkut ke dalam truk ataupun saat menurunkannya.

Namun secara keseluruhan Pertamina sangat appreciate akan perhatian dan masukan yg disampaikan oleh wakil rakyat dalam rangka mengingatkan pentingnya faktor safety LPG.
Pertamina akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai hal ini dan berharap agar seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah juga berkolaborasi dan berkordinasi demi kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam menggunakan LPG.

Hal ini menjadi sangat penting mengingat Program Konversi Energi adalah Program yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat secara langsung dan Pertamina adalah salah satu pihak yang ditunjuk selaku BUMN di BIdang MIgas sebagai pelaksana lapangan dan pendistributor gas LPG.

Sekian dan Terima Kasih.

(Opini Anggota Komisi II DPRD Sumsel)

Dewan Minta Standardisasi Tabung Gas Di Kroscek

PALEMBANG () – DPRD Sumsel meminta Pertamina untuk menangani langsung masalah standardisasi tabung gas elpiji. hal tersebut dikatakan Anggota Komisi II DPRD Sumsel Rizal Kenedy mengingat masalah karet tabung seringkali menjadi penyebab kebocoran gas yang berujung ledakan.

“Melihat beberapa kejadian di beberapa daerah terkait masalah tabung gas elipji ini, kami merasa sangat khawatir dengan adanya ledakan yang sampai menimbulkan korban jiwa. Kalau masalah ini terus di biarkan, sama saja pertamina mengirim bom ke rumah rumah penduduk,” kata Rizal di kantornya kemarin.

Menurut politisi PPP ini ledakan yang terjadi sering disebabkan karena kebocoran gas dari aksesoris yaitu, selang, regulator, karet, maupun kompor. untuk itu dia berharap pertamina lebih meningkatkan pengecekan karet selang.

Dia mengtakan pengecekan tabung sebaiknya dilakukan secara berkala di tempat instalasi dan stasiun pengisian gas Pertamina. dia juga berharap, tak hanya pertamina yang pro aktif dalam menyikapi masalah ini, namun pihak terkait juga ikut aktif dalam mengurangi resiko terjadinya ledakan akibat tabung gas.

“Karena ini bukan hanya tanggung jawab Pertamina untuk mengecek, ini juga menjadi tanggung jawab Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta aparat terkait," jelasnya.

Riza juga berharap Pertamina kembali melakukan sosialisasi untuk memberikan pengetahuan dalam rangka mengurangi risiko ledakan akibat ketidaktahuan warga.

“Melihat kejadian yang sudah ada, ini merupakan inikasi kegagalan pertamina dalam melakukan konversi minyak tanah ke elpiji. kami harap ini segera diatasi,” ulasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar