Senin, 21 Mei 2012

Penyaluran BBM di Jalur Lintas Timur Berlangsung Normal Terminal BBM Pertamina Beroperasi Sejak Dini Hari


Penyaluran BBM di Jalur Lintas Timur Berlangsung Normal
Terminal BBM Pertamina Beroperasi Sejak Dini Hari­

PT PERTAMINA (PERSERO) Fuel Retail Marketing Region II Palembang dalam hal ini sebagai Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, termasuk Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, menganggap perlu untuk memberikan klarifikasi dan informasi yang diperlukan oleh masyarakat melalui media massa untuk memberikan informasi terkini dan akurat sekaligus mengantisipasi agar tidak terjadi “Panic Buying” di masyarakat.

Untuk itu kiranya perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai klarifikasi dan konfirmasi informasi kepada media sekaligus memohon bantuan dan kerja sama dari media untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kepanikan dan opini negative yang berkembang di masyarakat..

Berikut kami sampaikan beberapa point penting kepada Saudara untuk melengkapi dan memenuhi kaidah “Cover Both Side” dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari Pertamina.

Ø Penyaluran BBM di Kabupaten Banyuasin berjalan dengan konsisten meski mengalami over kuota.

  1. Penyaluran BBM di Kabupaten Banyuasin pada dasarnya tetap berjalan normal sesuai dengan kebutuhan konsumsi BBM setiap harinya. Namun demikian, berdasarkan evaluasi Tim Pertamina di lapangan, terdapat indikasi adanya peningkatan kegiatan transportasi, sehingga hal ini menjadikan konsumsi BBM di wilayah tersebut mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
  2. Pertamina berkomitmen untuk tetap menyalurkan BBM Bersubsidi sesuai dengan penugasan dari BPH Migas. Sementara itu, Kuota BBM Bersubsidi Kabupaten Banyuasin dapat dilihat dari tabel berikut :

Kuota 2011
Realisasi 2011
Kuota 2012
Premium
Solar
Premium
Solar
Premium
Solar
59.813 KL
64.126 KL
61.331 KL
64.658 KL
57.918 KL
64.807 KL
   
  1. Dari data yang telah disampaikan pada point nomor 2, dapat terlihat bahwa kuota BBM Bersubsidi jenis Premium untuk tahun 2012 mengalami penurunan kuota. Disisi lain BBM Jenis Solar mengalami kenaikan angka Kuota, meskipun secara nominal terhitung kecil.
  2. Mengacu kepada angka Realisasi BBM Bersubsidi pada tahun 2011, terlihat bahwa Realisasi BBM Jenis Premium di tahun 2011 lebih besar apabila dibandingkan dengan kuota Premium untuk tahun 2012 (61.331 KL berbanding 57.918 KL). Penetapan kuota tersebut mengharuskan Pertamina untuk melakukan pengendalian dan pengawasan yang ketat di lapangan, dengan tujuan untuk menjaga angka kuota agar mencukupi hingga akhir tahun 2012.

Ø SPBU di Jalur Palembang-Betung Tetap Memperoleh Suplai Sesuai Dengan Kebutuhan Konsumsi Secara Real.
1.      Jumlah SPBU yang berada di sekitar jalur Palembang-Betung berjumlah  6 (enam) Unit SPBU. Realisasi penyaluran BBM bersubsidi pada tanggal 1 Januari s/d 15 Mei yaitu untuk BBM Jenis Premium sebesar 23.608 (over 11 persen atau sebesar 2.272 KL) dari total kuota per 1 Jan s/d 15 Mei yakni 21.336 KL/Hari. Hal yang sama juga terjadi untuk BBM Jenis Solar yang realisasi penyalurannya mencapai 23.973 KL (Over 3 persen atau sebesar 602 KL) dari kuota seharusnya hanya sebesar 23.371 KL.
Hal ini menunjukkan Penyaluran BBM di Kabupaten Banyuasin saat ini telah melampaui ketentuan penyaluran yang ditetapkan pemerintah (Over Kuota). Berikut kami sampaikan data penyaluran BBM Bersubsidi periode 1 s/d 15 mei 2012 :

Kuota 1 Jan s/d 15 Mei
Realisasi 1 Jan s/d 15 Mei
Prosentase
Premium
Solar
Premium
Solar
Premium
Solar
21.336 KL
23.371 KL
23.608 KL
23.973 KL
111%
103%

2.      Dari 6 SPBU Jalur Palembang-Betung di Kabupaten Banyuasin rata-rata Penyaluran selama 1 Mei- 15 Mei sebesar 92,5 KL /hari untuk BBM Jenis Premium dan 108.8 KL/Hari untuk BBM Jenis Solar. Realisasi penyaluran BBM ini merupakan penyaluran normal berdasarkan estimasi kebutuhan BBM real di wilayah tersebut.  
3.      Guna mengantisipasi terjadinya kekosongan BBM di SPBU, Pertamina telah mempercepat proses distribusi BBM di Terminal BBM. Kegiatan operasional distribusi BBM yang semula berjalan sejak pukul 05.44 WIB, kini telah dipercepat menjadi pukul 04.00 WIB Dini hari. Hal ini sebagai langkah antisipasi Pertamina untuk menjaga distribusi agar tetap berjalan dengan konsisten.
4.      Dari 6 SPBU yang beroperasi di wilayah jalan lintas Palembang-Betung tersebut, sebanyak 4 unit SPBU diantaranya telah menyediakan BBM Non Subsidi atau Pertamax, untuk itu Pertamina menghimbau masyarakat dengan golongan ekonomi menengah keatas atau yang memiliki kendaraan dengan kategori mewah, agar turut berperan serta dalam menjaga ketersediaan BBM dengan membeli Pertamax.
5.      Pertamina juga bersikap terbuka kepada pemerintah daerah. Bilamana diperlukan, pemda dapat mengeluarkan Perda atau aturan dan edaran untuk penertiban dan pengamanan penyaluran BBM di SPBU yang dapat dijadikan acuan oleh kepolisian dan Pertamina
6.      Pertamina akan terus melakukan langkah progressive dalam menangani kondisi ini, antara lain dengan melakukan komunikasi yang efektif serta monitoring stock BBM di SPBU melalui Program Monitoring Stok seperti MS2 (Management Stok SPBU) serta Satgas setempat, selain itu Pertamina juga membuka layanan Contact Center Pertamina di 500-000 atau email melalui pcc@pertamina.com.

Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih

PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation


Roberth MV


###
PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta  peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 52 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar