Senin, 19 Desember 2011

Pertamina Targetkan Laba Rp 23,5 Triliun di Tahun 2012

Media Contact
Mochamad Harun
VP Corporate Communication
0811 995 229
mcharun@pertamina.com


Pertamina Targetkan Laba Rp 23,5 Triliun di Tahun 2012

Jakarta, 19 Desember 2011 – PT Pertamina (Persero) menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 23,5 Triliun pada tahun 2012 atau meningkat 32% dari target 2011. Pertamina optimis mampu mencapai target 2012 mengingat prognosa pencapaian di 2011 sebesar Rp 20,7 Triliun (unaudited) atau 116,9% dari target sebesar Rp 17,7 Triliun. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan usai Rapat Umum Pemegang Saham (19/12). Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan (RKAP) Pertamina tahun 2012 disebutkan disusun dengan strategi “Aggressive in Upstream and Profitable in Downstream” sesuai Rencana Jangka Panjang Pertamina 2011 – 2015. Karen mengatakan meskipun Pertamina mengalami kerugian dari BBM PSO sebesar Rp. 640 milliar dan LPG Non PSO sebesar Rp. 4,9 Triliun prognosa perolehan laba di 2011 naik 23,4% dibandingkan pencapaian laba tahun 2010 yaitu sebesar Rp 16,78 Triliun.
Pertamina mentargetkan pendapatan usaha sebesar Rp 527 Triliun pada RKAP 2012 atau meningkat sebesar 15,6% dibandingkan RKAP 2011 sebesar Rp 456,5 Triliun. Pertamina juga menargetkan produksi migas tahun 2012 sebesar 532,7 ribu BOED yang terdiri dari produksi minyak 244 ribu BOPD dan produksi gas 1.672 MMSCFD. Target produksi minyak dan gas ini meningkat 14,5% dari realisasi 2011 sebesar 465,3 ribu BOED. Prognosa pencapaian produksi minyak di 2011 sebesar 196,8 ribu BOPD atau 103% dibanding tahun 2010, dan produksi gas mencapai 1.555 MMSCFD atau sebesar 107% dibanding tahun 2010. Pencapaian produksi panas bumi di 2011 akan mencapai 2.188 GWH atau sebesar 103,5% dibandingkan tahun 2010. Untuk tahun 2012, produksi panas bumi ditargetkan akan mencapai 2.364 GWH atau meningkat 8% dibandingkan pencapaian 2011.
Dari bisnis hilir, Pertamina mentargetkan penjualan Pelumas sebesar 596.000 kilo liter di 2012 atau meningkat 5,4% dibanding prognosa penjualan di 2011 yang mencapai 565.430 kiloliter. Prognosa penjualan di 2011 ini meningkat 13% dibandingkan angka penjualan 2010, sebagian merupakan kontribusi peningkatan ekspor Pelumas Pertamina. Untuk penjualan BBM Retail Non PSO di 2012 ditargetkan mencapai 1,7 juta kilo liter atau meningkat 21% dibandingkan prognosa penjualan 2011 sebesar 1,4 juta kiloliter. Pencapaian penjualan BBM Industri & Marine di 2011 sebesar 11,8 juta kilo liter atau 103% dibanding tahun lalu, BBM Aviasi juga menunjukkan peningkatan penjualan dengan prognosa pencapaian sebesar 3,38 juta kiloliter atau sebesar 109% dari pencapaian tahun lalu.
Untuk tahun 2012 Pertamina akan melakukan investasi sebesar Rp. 52,8 Triliun dengan komposisi 80% untuk proyek hulu dan 20% untuk hilir. Proyek proyek ini merupakan bagian dari proyek MP3EI untuk membangun infrastruktur energi di seluruh Indonesia. Pendanaan investasi akan dipenuhi dari pendanaan internal sebesar 20% dan berasal dari eksternal sebesar 80%. Beberapa proyek utama Pertamina di tahun 2012 yaitu pembangunan Floating Storage Regassification Unit (FSRU) Jawa Barat yang ditargetkan akan beroperasi pada April 2012 dengan kapasitas 3 juta metrik ton per tahun atau setara 400 juta kaki kubik gas bumi per hari (MMSCFD), serta pembangunan kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Cilacap yang akan menambah kapasitas Cilacap hingga 411.000 barel per hari. Pertamina bersama ExxonMobil juga telah melaksanakan pembangunan fasilitas produksi Block Cepu yang diperkirakan akan mulai beroperasi di 2014 dengan kapasitas produksi 165 ribu BOPD.

############

PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 52 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).
Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar