Minggu, 17 April 2011

Pertamina Tidak Kurangi Suplai BBM di Lampung

Pers Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Unit Pemasaran BBM Retail Region II
14.04.2011

Tanggapan PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II
Terhadap Berita : ”Pasokan Telat, Warga Antre”
Dimuat di KOMPAS Tgl. 14 April 2011 halaman 23

PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II Palembang dalam hal ini sebagai Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, termasuk Propinsi Sumatera Selatan menganggap perlu untuk memberikan klarifikasi dan informasi yang diperlukan oleh masyarakat melalui media massa sehubungan dengan pemberitaan yang dimuat.

Untuk itu kiranya perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai klarifikasi dan konfirmasi informasi kepada media sekaligus memohon bantuan dan kerja sama dari media untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kecemasan dan opini negative yang berkembang di masyarakat..

Berikut beberapa point penting yang dapat kami sampaikan kepada Saudara untuk melengkapi dan memenuhi kaidah “Cover Both Side” dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari kami,

1. Pertamina saat ini tidak melakukan pengendalian ataupun pembatasan bahkan pengurangan pengiriman BBM melainkan pengaturan penyaluran BBM di Sumatera Bagian Selatan, termasuk Propinsi Lampung. Tentunya pengaturan penyaluran kepada SPBU ini juga terjadi di Propinsi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.
2. Penyaluran BBM dari Terminal BBM Pertamina Panjang, Lampung untuk Kab. Lampung Utara saat ini telah melebihi dari jumlah kebutuhan BBM yang ada. Hal ini terlihat dari rata-rata penyaluran Premium di Bulan April 2011 sebesar 145 KL/hr dari kebutuhan normal 137 KL/hr dan penyaluran Solar sebesar 93 KL/hr dari kebutuhan normal 76 KL/hr.
3. Menurut pantauan Pertamina, adanya antrian yang terlihat di SPBU Kotabumi Kabupaten Lampung Utara disebabkan oleh keterlambatan penyaluran BBM di wilayah tersebut akibat kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat/hujan akhir-akhir ini.
4. Kondisi tersebut di atas pun diperparah dengan situasi jalan yang rusak selama ini, sehingga membuat waktu tempuh Mobil Tangki ke SPBU di wilayah tersebut bertambah. Perjalanan pulang-pergi yang normalnya memakan waktu 7,5 Jam, kini harus ditempuh dengan waktu 9 jam.
5. Untuk wilayah Kab. Lampung Utara, jumlah SPBU yang tersedia dianggap cukup dengan kebutuhan BBM yang ada, dengan jumlah total SPBU yang beroperasi sebanyak 10 SPBU.
6. Saat ini demi mempertahankan kelancaran suplai BBM di wilayah Propinsi Lampung, Terminal BBM Panjang, Lampung beroperasi melakukan pelayanan pendistribusian BBM sampai dengan larut malam bahkan dinihari (Operasional Terminal BBM setiap hari rata-rata berakhir antara pukul 00.00-0200)
7. Pertamina akan terus melakukan langkah progressive dalam menangani kondisi ini, antara lain dengan melakukan komunikasi yang efektif serta monitoring stock BBM di SPBU melalui Program Monitoring Stok seperti MS2 (Management Stok SPBU) serta Satgas setempat, selain itu Pertamina juga membuka layanan Contact Centre Pertamina di 500-000 atau (0711) 518500.

Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih

PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation


Roberth MV
###
PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 52 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar