Selasa, 15 Maret 2011

Pertamina Fuel Retail Marketing Region II Amankan Suplai BBM di Sumatera Bagian Selatan

Pers Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II
Maret 2011

Pertamina Fuel Retail Marketing Region II
Amankan Suplai BBM di Sumatera Bagian Selatan

PT PERTAMINA (PERSERO) Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel telah berkomitmen untuk menjadikan tahun 2011 sebagai lembaran baru dalam peningkatan kualitas dan kehandalan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama dari sisi penyaluran BBM. Pertamina tidak hanya berbenah dari sisi sarfas pendistribusian bbm secara fisik, namun juga berbenah dari sisi quality dan humanity. Selain meningkatkan performa depot bbm dengan kehandalan sarfas (hardware), juga ditambah dengan efisiensi operasional dan kehandalan sdm yang mumpuni untuk dapat beradaptasi dengan cepat dan cermat dalam mengambil keputusan dalam kondisi mendesak dan tepat memberikan solusi.

Realisasi BBM Bersubsidi Tahun 2010 di Sumbagsel Over Kuota
Sejenak melihat kembali ke Tahun 2010, Pertamina Fuel Retail Marketing Region II telah bekerja semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam rangka mendistribusikan BBM Bersubsidi untuk kendaraan bermotor di seluruh SPBU yang ada di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Pelayanan pendistribusian ini termasuk saat konsumsi BBM melonjak drastis dimasa liburan sekolah, bulan suci Ramadhan, dan hari-hari besar lainnya yang bertepatan dengan akhir minggu yang dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk berlibur maupun bepergian dan menambah konsumsi BBM diatas normal. Selain konsumsi normatif dari masyarakat, tingginya konsumsi bbm bersubsidi ini juga dipengaruhi oleh perilaku ‘Panic Buying” dan terutama pelaku “Spekulan” bbm yang memanfaatkan kondisi panic buying di masyarakat serta pendistribusian bbm yang masih salah sasaran maupun lemah dalam regulasi dan tata niaganya.

Kuota BBM bersubsidi Tahun 2010 yang disalurkan oleh Pertamina Fuel Retail Marketing Region II untuk 5(lima) Propinsi di wilayah Sumatera Bagian Selatan meliputi Propinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung secara keseluruhan telah melebihi dari kuota yang telah ditentukan di awal tahun. Sehingga dapat dikatakan bahwa realisasi penyaluran bbm bersubsidi di wilayah Sumatera bagian Selatan telah Over Kuota.
Kondisi ini menyebabkan Pertamina mau tidak mau harus mengajukan justifikasi dan permohonan untuk merevisi kebijakan Pemerintah dalam menentukan jumlah kuota bbm bersubsidi yang disalurkan khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan agar tetap dapat mencukupi kebutuhan dan konsumsi BBM bersubsidi di wilayah kerja Pertamina Fuel Retail Marketing Region II.
Seperti kita ketahui bahwa BBM sangat vital ketersediaan bagi masyarakat, sebagai penggerak ekonomi, maupun sebagai sarana untuk kegiatan sehari-hari. Sehingga tidak mungkin untuk ditiadakan suplainya karena kuota telah habis.

*) Kuota VS Realisasi BBM Bersubsidi Tahun 2010 di wilayah Sumbagsel :
Produk / Kuota Realisasi Kuota Realisasi
Propinsi Premium 2010 Premium 2010 Solar 2010 Solar 2010
SumSel 589.804 KL 650.029 KL 393.350 KL 468.305 KL
Lampung 585.154 KL 631.371 KL 366.880 KL 432.634 KL
Jambi 313.126 KL 346.755 KL 201.998 KL 238.554 KL
BaBel 189.641 KL 220.127 KL 156.049 KL 173.457 KL
Bengkulu 164.854 KL 175.067 KL 57.294 KL 65.027 KL

Tentunya di Tahun 2011 ini, Pertamina menjadikan pengalaman kondisi ketersediaan dan pendistribusian bbm bersubsidi di tahun 2010 yang lalu sebagai cerminan dan landasan dalam menyikapi pendistribusian BBM Bersubsidi di tahun 2011 berdasarkan kuota yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat melalui persetujuan DPR-RI dan Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas). Sehingga dapat dikatakan bahwa Kuota BBM Bersubsidi Tahun 2011 tentunya mengalami peningkatan dibandingkan dengan Tahun 2010 dan hal tersebut dapat kami gambarkan pada penjelasan berikut ini.

*) Kuota BBM Bersubsidi Tahun 2011 Pertamina Fuel Retail Marketing Region II
No Propinsi Kuota Premium 2011 Kuota Solar 2011
1 Sumatera Selatan 679.652 KL 532.768 KL
2 Lampung 655.794 KL 444.361 KL
3 Jambi 357.066 KL 238.488 KL
4 Bangka Belitung 230.232 KL 192.631 KL
5 Bengkulu 183.417 KL 71.343 KL
Kuota BBM Bersubsidi Tahun 2011 tentunya mengalami penambahan dan lebih tinggi dari realisasi tahun 2010 yang cukup tinggi jumlahnya apabila dibandingkan dengan Kuota BBM Bersubsidi di tahun 2010.

Hemat BBM dan Gunakan BBM Secara Bijak di Tahun 2011
Pertamina Fuel Retail Marketing Region II menyadari penuh bahwa peningkatan jumlah Kuota BBM untuk Tahun 2011 juga dibarengi dengan peningkatan dan pertambahan jumlah penduduk, produksi kendaraan bermotor, dan juga faktor lain yang secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh pada konsumsi BBM Bersubsidi di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Pertamina senantiasa melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat hemat BBM dan menggunakan BBM secara bijak khususnya BBM bersubsidi. Pertamina sangat serius dalam mewacanakan gerakan Hemat BBM dalam rangka meminimalisir resiko terulang kembali adanya kondisi kuota BBM yang devisit akibat konsumsi bbm yang sangat tinggi dan menyerap kuota bbm bersubsidi secara berlebihan sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan bbm sampai di akhir tahun 2011.
Kebijakan Pembatasan BBM Bersubsidi
Wacana Kebijakan Pembatasan BBM dari Pemerintah yang akan dilaksanakan secara bertahap juga menjadi faktor penyebab tingginya konsumsi BBM dan Fenomena “Panic Buying” yang terjadi di wilayah kerja Pertamina Fuel Retail Marketing Region II walaupun wacana pelaksanaan kebijakan tersebut untuk wilayah Pulau Sumatera baru akan dilaksanakan di tahun 2012.
Fenomena Panic Buying di Masyarakat
Efek domino dari wacana kebijakan pembatasan bbm oleh Pemerintah ini secara cepat meluas di masyarakat dengan informasi yang tidak lengkap sehingga membuat kepanikan di masyarakat. Masyarakat kemudian mulai melakukan pembelian bbm secara berlebihan dengan harapan dapat menyimpan bbm maupun agar tidak kehabisan bbm untuk keperluannya. Fenomena “Panic Buying” ini menyebabkan stok bbm di SPBU menjadi terserap lebih cepat dan habis sebelum waktunya sesuai saat kondisi dalam keadaan normal.
Pelaku Spekulan, Pengecer, dan Pembelian Jirigen Tanpa Izin
Kondisi kecemasan di masyarakat menjadi lebih dominan dengan munculnya pelaku spekulan bbm, pengecer bbm, dan pembelian bbm dengan menggunakan jirigen tanpa izin di SPBU jelas mengurangi ketersediaan bbm di SPBU dan merugikan masyarakat yang seharusnya lebih berhak mendapatkan bbm untuk kendaraannya sesuai peruntukannya. Terlebih lagi pelaku spekulan ini juga menjual kembali bbm ke masyarakat dengan harga jual yang sangat tinggi sehingga memberatkan masyarakat yang kesulitan mendapatkan bbm dikarenakan bbm di SPBU juga kritis karena banyaknya spekulan yang bermain dan mendominasi suplai bbm di SPBU.
Kondisi Alam dan SarFas Umum Kurang Mendukung
Pertamina Fuel Retail Marketing Region II juga harus mengatur strategi dan scenario pendistribusian bbm dengan Pola Suplai Reguler, Alternatif, dan Emergency (RAE). Hal ini dikarenakan kondisi alam dan sarana fasilitas umum di wilayah kerja Sumatera Bagian Selatan masih dalam kondisi yang kurang mendukung. Pendangkalan alur laut dan alur sungai menuju terminal BBM Pertamina, kondisi jalan raya yang rusak dan kurang lebar juga berpengaruh pada kecepatan dan kehandalan pendistribusian bbm.

Pertamina FRM Region II Salurkan BBM Diatas Normal
Pertamina dalam 2 bulan terakhir di Tahun 2011 telah menyalurkan bbm di masing-masing propinsi di wilayah kerjanya diatas rata-rata suplai normal dari yang seharusnya. Hal ini dikarenakan maraknya pemberitaan kelangkaan bbm dan keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan bbm. Adapun dari sisi suplai dan distribusi bbm di 5(lima) propinsi di wilayah Sumatera Bagian Selatan dapat kami sampaikan sebagai berikut :

*) Propinsi Sumatera Selatan (Dalam KL)
PRODUK
BBM Bulan Januari 2011 Bulan Februari 2011
Kuota Realisasi % Kuota Realisasi %
Premium 51.728 59.056 114 47.896 54.504 114
Solar 38.629 44.563 115 35.398 41.123 116
Kondisi Lapangan :
• Kondisi jalan raya dari suplai point Terminal BBM Kertapati ke beberapa wilayah Sumsel juga terkendala akibat jalan yang rusak dan sempit. Mobil tanki sering terjebak kemacetan yang menyebabkan keterlambatan suplai bbm ke SPBU.
• Jarak yang harus ditempuh mobil tanki juga cukup jauh untuk sampai ke SPBU, sehingga menambah waktu tempuh ke SPBU.

*) Propinsi Lampung (Dalam KL)
PRODUK
BBM Bulan Januari 2011 Bulan Februari 2011
Kuota Realisasi % Kuota Realisasi %
Premium 51.490 56.251 109 46.980 50.103 107
Solar 34.263 40.223 117 30.955 36.519 118
Kondisi Lapangan :
• Kondisi jalan raya dari suplai point Terminal BBM Panjang ke beberapa wilayah Lampung juga terkendala akibat jalan yang rusak dan sempit. Sehingga mobil tanki tidak dapat tepat waktu dengan kecepatan standar sampai di SPBU.
• Jarak yang harus ditempuh mobil tanki juga cukup jauh untuk sampai ke SPBU, sehingga menambah waktu tempuh ke SPBU. Tercatat jarak terjauh dari suplai point ke SPBU ada yang berjarak diatas 300 km.
• Pembelian dengan Jirigen di wilayah remote area juga menyebabkan kendala ketersediaan bbm.

*) Propinsi Jambi (Dalam KL)
PRODUK
BBM Bulan Januari 2011 Bulan Februari 2011
Kuota Realisasi % Kuota Realisasi %
Premium 28.316 31.780 112 25.841 29.455 114
Solar 17.116 24.108 141 15.788 21.983 139
Kondisi Lapangan :
• Kondisi jalan raya dari suplai point Terminal BBM Jambi ke beberapa wilayah seperti MuaraBungo, Merangin, Kuala Tungkal, dan sekitarnya juga terkendala akibat jalan yang rusak berat dan sempit. Mobil tanki sering terjebak kemacetan yang menyebabkan keterlambatan suplai bbm ke SPBU.
• Jarak yang harus ditempuh mobil tanki juga cukup jauh untuk sampai ke SPBU, sehingga menambah waktu tempuh ke SPBU. Waktu tempuh yang biasanya dalam kondisi normal sekitar 7-8 jam harus ditempuh dengan waktu antara 11-14 jam.
• Tingginya konsumsi BBM Solar diakibatkan karena industry batubara yang sedang dalam kondisi yang baik dan menguntungkan.
• Pendangkalan alur sungai untuk masuk kapal ke dermaga Terminal BBM Jambi yang juga jauh dari laut dan dipengaruhi pasang surut juga menjadi perhatian khusus Pertamina.

*) Propinsi Bangka Belitung (Dalam KL)
PRODUK
BBM Bulan Januari 2011 Bulan Februari 2011
Kuota Realisasi % Kuota Realisasi %
Premium 17.663 19.921 113 16.787 21.084 126
Solar 15.416 15.842 103 14.534 14.648 101
Kondisi Lapangan :
• Konsumsi bbm cenderung meningkat di wilayah Bangka Belitung diakibatkan saat ini harga timah sedang naik sehingga industry penambangan timah baik yang besar maupun pertambangan timah inkonvensional menambah waktu operasi dan tentunya berpengaruh pada konsumsi bbm. Peralatan pertambangan yang digunakan juga sangat bervariasi dengan berbahan bakar baik premium maupun solar.
• Masih banyak terjadi pendistribusian bbm yang salah sasaran, yaitu dengan mengkonsumsi bbm bersubsidi untuk keperluan industry yang seharusnya menggunakan bbm nonsubsidi.
• Pendangkalan alur untuk jalur kapal angkut bbm juga berpengaruh dari ketepatan sandar kapal ke dermaga bbm karena sangat bergantung dengan pasang surut perairan.

*) Propinsi Bengkulu (Dalam KL)
PRODUK
BBM Bulan Januari 2011 Bulan Februari 2011
Kuota Realisasi % Kuota Realisasi %
Premium 14.536 15.042 103 13.281 13.294 100
Solar 5.760 5.726 99 5.293 5.490 104
Kondisi Lapangan :
• Pendangkalan alur juga menjadi kondisi yang memprihatinkan di wilayah Bengkulu dalam hal menjaga ketepatan kapal angkut bbm untuk dapat sandar.
• Jarak yang harus ditempuh mobil tanki juga cukup jauh untuk sampai ke SPBU, sehingga menambah waktu tempuh ke SPBU.
• Maraknya spekulan bbm di wilayah Sarolangun, Manna dan sekitarnya menyebabkan harga bbm sangat tinggi di eceran dan stok bbm di SPBU menjadi cepat terkuras habis.

Pertamina Fuel Retail Marketing Region II Berkomitmen Amankan Suplai BBM di Wilayah Sumatera Bagian Selatan
Berdasar pada kondisi di masyarakat yang cemas dan was-was terhadap ketersediaan BBM di wilayah Sumbagsel, Pertamina berkomitmen untuk mengamankan suplai BBM di 5(lima) wilayah propinsi dengan melakukan penyaluran diatas rata-rata dan mempersiapkan strategi penyaluran yang siap diterapkan untuk mengamankan ketersediaan BBM di SPBU dengan cara antara lain adalah :
1. Memonitor dan mengevaluasi pendistribusian BBM melalui system MS2(Management Stok SPBU) secara online dan real time.
2. Melakukan pengawasan langsung langsung di lapangan dengan berkordinasi dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan Hiswana Migas serta pihak SPBU.
3. Membentuk SATGAS BBM yang secara terus menerus mengawasi pendistribusian BBM dengan berkordinasi dengan lokasi operasi dan kantor Pusat Pertamina setiap pagi dan sore dalam memonitor ketersediaan stok BBM dan kelancaran pendistribusian BBM.
4. Dari Sisi operasional, Pertamina juga dapat melakukan strategi Alih Suplai BBM dari terminal BBM terdekat maupun instalasi BBM yang ada di wilayah Sumatera.
5. Menggunakan Mobil Tanki Industri yang dilengkapi dengan surat jalan demi menunjang kehandalan angkutan apabila dirasa perlu untuk membantu Mobil Tanki BBM yang seharusnya demi peningkatan kapasitas suplai dan dalam kasus tertentu Mobil Tanki terjebak kemacetan akibat jalan yang rusak.
6. Melakukan Built Up Stock BBM baik di Terminal BBM Pertamina maupun di SPBU.
7. Berkorespondensi dengan Muspida dan Muspika dalam rangka mensosialisasikan ketersediaan kuota bbm, konsumsi bbm bersubsidi, dan gerakan hemat bbm, serta pengamanan dan penertiban dalam rangka pendistribusian bbm agar tidak salah sasaran dan menyebabkan “panic buying” dan isu kelangkaan.
8. Berkordinasi dengan Pertamina Pusat dalam rangka percepatan maupun penambahan angkutan bbm untuk menjaga kestabilan pendistribusian bbm di Sumatera bagian Selatan yang sangat beragam baik angkutan darat maupun perairan.

Pertamina senantiasa menyuarakan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat bahwa pengawasan terhadap pendistribusian BBM tidak hanya berada di Pertamina, namun juga menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah selaku kepanjangan tangan dari Pemerintah Pusat yang telah sepakat menentukan jumlah kuota bbm dan memastikan agar tidak terjadi salah sasaran berdasarkan Peraturan Daerah maupun kebijakan setempat. Kepolisian mengemban tugas dalam penegakan hukum dan menindak secara tegas kepada pihak yang melanggar hukum dan peraturan saat melakukan praktek-praktek pelanggaran hukum melalui penyelewengan BBM maupun sebagai spekulan BBM yang merugikan masyarakat. BPH Migas bertanggungjawab penuh akan kebijakan dan keputusan yang disampaikan pada saat menentukan jumlah Kuota BBM bagi suatu lokasi yang ditentukan berdasarkan kebutuhannya. Selain itu tentunya masyarakat sebagai konsumen bbm juga berperan dalam pengawasan pendistribusian BBM tersebut, melaporkan kepada Pemda, Polisi, dan Pertamina apabila terjadi praktek penyelewengan BBM. Dengan seluruh pihak yang bersama melaksanakan pengawasan dan melakukan aksi nyata untuk mengamankan pendistribusian bbm, maka niscaya kelangkaan bbm dapat diatasi.

Pertamina akan terus melakukan langkah progressive tersebut dan secara terbuka membuka jalur informasi untuk bersama dengan seluruh lapisan melalui layanan hotline yang dapat diakses melalui nomor telp 500-000 atau (0711)518500.

Dengan demikian kembali kami sampaikan bahwa “PERTAMINA Fuel Retail Marketing Region II Berkomitmen Untuk Mengamankan Suplai BBM di Sumbagsel” sehingga masyarakat tidak perlu cemas dan was-was akan kesulitan mendapatkan BBM maupun terhadap isu kelangkaan BBM. Kami juga mengharapkan demi kelengkapan informasi dan menjunjung semangat “Cover Both Side” dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, kami harapkan Media Saudara maupun Insan Media/Wartawan Saudara dapat mengkonfirmasi maupun meminta klarifikasi dari kami apabila mendapatkan informasi adanya kelangkaan bbm di wilayah Saudara sebagai pelengkap informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat.
Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima kasih.


PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation


Roberth MV
###
PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 52 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar