Selasa, 01 Februari 2011

Salurkan BBM Secara Normal, Himbau Masyarakat Jangan "Panic Buying"

Salurkan BBM Secara Normal, Himbau Masyarakat Jangan "Panic Buying"

PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II Palembang telah berkomitmen untuk menjadikan tahun 2011 sebagai lembaran baru dalam peningkatan kualitas dan kehandalan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama dari sisi penyaluran BBM. Pertamina tidak hanya berbenah dari sisi sarfas pendistribusian bbm secara fisik, namun juga berbenah dari sisi quality dan humanity. Selain meningkatkan performa depot bbm dengan kehandalan sarfas (hardware), juga ditambah dengan efisiensi operasional dan kehandalan sdm yang mumpuni untuk dapat beradaptasi dengan cepat dan cermat dalam mengambil keputusan dalam kondisi mendesak dan tepat memberikan solusi.

Adanya rasa cemas di masyarakat sampai saat ini mengenai kesulitan dalam mendapatkan BBM di SPBU di wilayah Tebo, Merangin, dan Bungo Propinsi Jambi tetap menjadi fokus utama dari Pertamina dalam agenda percepatan peningkatan performa terminal bbm dalam rangka mendistribusika bbm di wilayah tersebut. Kelancaran pendistribusian bbm di wilayah Jambi tidak hanya dipengaruhi dari faktor ketersediaan bbm (stock bbm di terminal) saja, namun juga dipengaruhi dari faktor ekternal Pertamina seperti kehandalan fisik jalan dan kelancaran arus lalu lintas menuju lokasi.
Beberapa hari terakhir masyarakat Jambi (Tebo, Bungo, dan Merangin) mengeluhkan sulitnya mendapatkan bbm di SPBU sehingga menimbulkan antrian dan rush di SPBU. Bahkan saat ini dengan kondisi suplai bbm yang didistribusikan secara normal, masyarakat tetap antri di SPBU dan menyebabkan rush di SPBU sehingga menimbulkan opini dan pemberitaan tentang kelangkaan bbm di wilayah tersebut.

Untuk itu kiranya perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai klarifikasi dan konfirmasi informasi kepada media sekaligus memohon bantuan dan kerja sama dari media untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kecemasan dan panic buying (pembelian BBM lebih besar dari normal) yang justru akan menjadi masalah baru dalam pendistribusian BBM di masyarakat.
Berikut beberapa point penting yang dapat kami sampaikan kepada Saudara untuk melengkapi informasi dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari Pertamina Pms BBM Retail Region II,

1. Pertamina secara sistem telah melakukan suplai BBM bersubsidi sesuai dengan kebutuhan bbm berdasarkan kuota yang ada dan alokasi bbm di SPBU yang terdapat di 3 (tiga) wilayah kabupaten di Jambi yaitu kabupaten Tebo, Bungo dan Merangin. Suplai bbm yang dikirimkan juga dalam kondisi normal sesuai dengan estimasi kebutuhan bbm di lokasi tersebut.
Dapat kami sampaikan bahwa penyaluran BBM ke ketiga kabupaten tersebut sempat terkendala dengan adanya jalan yang rusak di daerah Tembesi Kabupaten Batanghari. Kerusakan jalan mengakibatkan kemacetan sepanjang 5 – 7 Km, sehingga mobil tanki yang akan menyuplai BBM ke ketiga Kabupaten tersebut terhambat selama 3 hari 3 malam. Jalur alternatif satu – satunya melalui Kabupaten Sarolangun juga tidak dapat ditempuh karena adanya jembatan yang rusak.
2. Tentunya kondisi tersebut juga tidak menyurutkan Pertamina untuk tetap menyalurkan BBM ke ketiga kabupaten tersebut walaupun terkendala dengan kondisi jalan. Kondisi jalan yang rusak ini diperparah dengan cuaca beberapa hari terakhir dimana curah hujan sangat tinggi di wilayah tersebut dan berimbas pada kecepatan kendaran yang sangat rendah dan mobil tangki bbm harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan selain mencegah adanya kerusakan terhadap mobil tangki.
Kami sampaikan bahwa beberapa saat yang lalu suplai bbm menuju Tebo, Bungo, dan Merangin sempat tertahan akibat adanya Kendaran (Truck) Batubara yang terguling dan mengakibatkan kemacetan total di jalur jalan raya menuju ketiga kabupaten tersebut. Hal ini kembali diakibatkan karena kondisi jalan yang rusak serta curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan truck batubara kehilangan kendali dan terguling. Posisi mobil tangki bbm yang saat itu berada di tengah antrian kendaraan lainnya turut terjebak sampai memerlukan waktu 3 hari untuk menempuh perjalanan sekali jalan sampai kembali ke terminal BBM.
3. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pertamina segera mengambil langkah antisipasi dengan melakukan alih suplai bbm ke terminal bbm Lubuk Linggau, terminal Kertapati dan terminal transit teluk kabung sebagai suplai point alternatif untuk Jambi dan menambah armada mobil tangki dengan pola tarif menggunakan mobil tangki industri untuk membawa bbm bersubsidi tersebut ke wilayah Tebo, Bungo, dan Merangin. Tentu saja tidak dapat dipungkiri dengan alih suplai tersebut tetap membutuhkan ekstra waktu di perjalanan untuk sampai ke lokasi mengingat adanya penambahan jarak waktu tempuh dari terminal bbm tersebut ke SPBU di ketiga wilayah kabupaten tersebut.
4. Pertamina juga senantiasa berkordinasi dengan Pemda setempat bersama-sama untuk memonitor dan mengevaluasi kondisi di lapangan. Hal ini ditujukan agar Pertamina dapat secara intens dan termonitor berkordinasi dengan Pemda untuk berkordinasi dan memohon bantuan Pemda agar dapat mensosialisasikan dan menghimbau masyarakat agar tidak panik dan melakukan "Panic Buying" bbm yang justru menyebabkan efek domino dengan terjadiya rush di SPBU dan menimbulkan opini dan pemberitaan yang negatif, sedangkan pada dasarnya kondisi suplai bbm dalam keadaan normal disalurkan dari Pertamina.
5. Pertamina saat ini telah menambah jam kerja layanan di terminal jambi untuk mengatasi terhambatnya perjalanan Mobil Tanki ke ketiga kabupaten tersebut. Pertamina menjamin apabila SPBU memiliki DO (Delivery Order) bbm maka bbm pasti dikirim dan Pertamina tetap menyalurkan bbm secara normal sesuai kuota dan kebutuhan tanpa adanya pengurangan secara sepihak tanpa penjelasan. Saat ini jam operasional terminal jambi rata-rata dari jam 05.00 dan berakhir jam 22.00.
6. Pertamina tentunya sangat mengharapkan dukungan dan renovasi fisik dari sisi jalan raya ke arah ketiga kabupaten tersebut. Apabila kondisi jalan tersebut dapat diperbaiki dan kondusif untuk dilalui kendaraan umum dan mobil tangki, maka dapat menjadi faktor penting penunjang kelancaran suplai bbm ke daerah tersebut.
7. Pertamina akan terus melakukan langkah progressive dalam menangani kondisi ini, antara lain dengan melakukan komunikasi yang efektif serta monitoring stock BBM di SPBU dan Satgas setempat, selain itu Pertamina juga membuka layanan hotline yang dapat diakses melalui nomor telp 500-000 atau (0711)518500.

Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih.

PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Sumbagsel

Roberth MV

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar