Senin, 04 Oktober 2010

Press Release Konsumsi BBM H-7 s/d H+7 Puasa Lebaran 2010

Press Release
PT PERTAMINA (PERSERO) Pemasaran BBM Retail Region II Sumbagsel

Konsumsi BBM Naik 7 % dari Tahun Sebelumnya
(Lebaran 2010 VS Lebaran 2009)

Satgas BBM
Pertamina Pemasaran BBM Retail Region II Sumbagsel dengan 5 (lima) Propinsi wilayah kerja meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung per tanggal 21 September telah mengakhiri masa kerja Tim Satgas BBM yang khusus dibentuk untuk memonitor dan mengevaluasi serta menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat di Bulan Suci Ramadhan. Tim Satgas BBM bekerja dengan 2 shift (pagi dan sore) serta On Call 24 jam dan peninjauan langsung di lapangan. Hal ini dilakukan baik dari sisi retail bbm maupun depot bbm dari sisi suplai dan distribusi.
Alhamdulilah dapat kami sampaikan bahwa mulai Tim Satgas BBM mulai beroperasi sampai dengan berakhir tidak ada kendala maupun kondisi kritis yang menyebabkan masyarakat kesulitan dalam memperoleh bbm pada saat melakukan perjalanan mudik maupun pada saat arus balik yang melewati jalur kendaraan darat di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Kenaikan konsumsi BBM di wilayah Sumbagsel yang diprediksi akan tinggi, terutama dari sisi BBM Bersubsidi (Premium) dengan rata-rata peningkatan diprediksi dikisaran 8-10 % ternyata dapat dipenuhi dengan rata-rata kenaikan konsumsi dikisaran 7 % secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan pengguna kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat tidak sepenuhnya menggunakan Premium namun juga mengkonsumsi Pertamax untuk kendaraannya saat mudik maupun arus balik.
Tercatat bahwa dari mulai H-7 sampai dengan H+7 di tiga propinsi yang dilalui arus mudik dan arus balik (Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung) kenaikan konsumsi BBM per-propinsi mencapai angka rata-rata 8 % untuk premium di Jambi dan Sumatera Selatan, sementara di Lampung hanya tercatat sebesar 6 %. Apabila dihitung dari rata-rata peningkatan konsumsi BBM Premium Bersubsidi masih berada di angka 7%.
Fenomena ini diperkuat dengan peningkatan konsumsi Pertamax yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan konsumsi Pertamax di kurun waktu yang sama pada tahun 2009. Tercatat di tahun 2009 konsumsi Pertamax pada H-7 s/d H+7 mencapai 638 KL secara keseluruhan sementara di tahun 2010 mencapai 1176 KL yang berarti terjadi peningkatan konsumsi sebesar 84 %.
Hal ini menandakan bahwa Animo masyarakat terhadap Pertamax dan kesadaran masyarakat untuk lebih memilih Bahan Bakar berkualitas tinggi dan ramah lingkungan serta lebih baik bagi kinerja kendaraan dan keawetan mesin telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tentunya performa mesin menjadi lebih baik yang menguntungkan bagi pemilik kendaraan serta turut melakukan penghematan beban subsidi untuk BBM Bersubsidi. Pertamina berterima kasih kepada masyarakat pengguna Pertamax dan akan menambah jumlah outlet penjual Pertamax demi kenyamanan pengguna Pertamax baik dalam penggunaan kendaraan untuk sehari-hari maupun perjalanan jauh sehingga semakin mudah dalam mendapatkan Pertamax bagi kendaraannya.

Wacana Pembatasan BBM Bersubsidi
Seperti yang sudah diwacanakan oleh Pemerintah melalui Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh, bahwa per 1 Januari 2011 pelaksanaan konkret kebijakan pembatasan BBM akan diberlakukan dengan lokasi yang akan ditentukan kemudian. Pertamina khususnya Pemasaran BBM Retail Region II Sumbagsel sampai saat ini masih menunggu keputusan dan ketentuan dari Pertamina Pusat sejauh mana kebijakan tersebut termasuk wilayah / lokasi dimana kebijakan tersebut diberlakukan. Pertamina Pemasaran BBM Retail Region II saat ini lebih berkonsentrasi pada peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat, lebih gencar dalam membina SPBU agar Pelayanan Tepat Jumlah, Tepat Kualitas, Tepat Layanan dan Semboyan 3S (Senyum, Salam, Sapa) lebih terasa di konsumen. Selain itu penggunaan Program Monitoring Stok SPBU (MS2) lebih dimaksimalkan dengan akurasi data dari SPBU dan ketepatan perencanaan penyaluran dari Pertamina sehingga masyarakat dapat dengan mudah dan nyaman membeli BBM dengan kualitas produk dan layanan yang excellent. Adapun berkenaan dengan kebijakan tersebut serta mekanisme pengaturannya diserahkan kepada Pemerintah dan Pertamina Pusat serta pihak terkait untuk dimatangkan terutama dari sisi pelaksanaan nantinya.
Pertamina Pemasaran BBM Retail Region II juga akan menambah suplai Pertamax di masyarakat untuk lebih memperkenalkan Pertamax dan memberikan solusi serta alternatif bagi masyarakat untuk dapat lebih mudah memperoleh dan mengkonsumsi Pertamax sebagai pengganti dari Premium Bersubsidi, terutama bagi kendaraan bermotor (mobil) diatas tahun 2005 maupun bagi kendaraan roda dua yang ingin mengkonsumsi Pertamax agar performa dan kinerja kendaraannya menjadi lebih baik.
Pertamax dengan RON 92 memiliki spesifikasi yang lebih ramah lingkungan, pembakaran lebih sempurna, dan baik bagi mesin kendaraan serta lebih irit. Pertamax juga sudah dilengkapi dengan kandungan deterjensi yang berguna sekaligus untuk membersihkan mesin dari sedimen/kerak yang disebabkan oleh penggunaan BBM dengan RON lebih rendah maupun sedimen akibat pembakaran di mesin. Harapan kedepan adalah masyarakat mulai beralih kepada Pertamax dan tentunya dapat turut mengurangi beban subsidi BBM yang saat ini cukup besar membebani APBN Pemerintah.



PT PERTAMINA (PERSERO)
Unit Pemasaran Sumbagsel
Ast.Man External Relation,


Roberth MV Dumatubun

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar