Senin, 25 Agustus 2014

Pertamina Lakukan Pengendalian BBM Bersubsidi (Agar Solar dan Premium Cukup Sampai Akhir Tahun)

Pertamina Lakukan Pengendalian BBM Bersubsidi
(Agar Solar dan Premium Cukup Sampai Akhir Tahun)

 Semarang, 25 Agustus 2014 - PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu badan usaha penyalur BBM bersubsidi, mulai mengatur kuota BBM bersubsidi guna memastikan agar kuota Solar dan Premium cukup hingga akhir tahun sesuai dengan amanat UU No.12 Tahun 2014 tentang APBN 2014.

 Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan bahwa berdasarkan APBN-P 2014, kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta KL menjadi 46 juta KL. Sesuai dengan amanat tersebut, maka Pertamina harus melakukan pengaturan kuota per harinya untuk memastikan BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun 2014. "Pemerintah telah menggariskan kuota BBM bersubsidi tidak boleh melampaui kuota yang telah ditetapkan. Dengan kondisi tersebut maka hanya ada dua pilihan, pertama yaitu menyalurkan BBM bersubsidi secara normal dengan konsekuensi kuota BBM bersubsidi habis sebelum akhir tahun, yaitu medio November untuk Solar dan medio Desember untuk Premium, dan selanjutnya masyarakat harus membeli BBM non subsidi hingga akhir tahun. Sementara Pilihan lainnya adalah mengatur /  mengendalikan suplai BBM bersubsidi  setiap harinya sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun," ungkap Ali.

 Pertamina melakukan pengaturan /  pengendalian  BBM bersubsidi sesuai kebijakan Pemerintah dengan cara mengatur / menyesuaikan alokasi  volume BBM bersubsidi untuk masing-masing SPBU dan lembaga penyalur lainnya agar kuota tersedia sampai akhir tahun telah dilakukan terhitung sejak 18 Agustus 2014. "Untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat, Pertamina menyediakan BBM non subsidi yang meliputi Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Solar non subsidi."

 Untuk wilayah Marketing Operation Reg IV Jawa Tengah & DIY, hingga 23 Agustus 2014 data sementara realisasi konsumsi BBM bersubsidi di wilayah Jateng & DIY telah mencapai 65 % dari kuota tahun 2014. Realisasi konsumsi Premium bersubsidi di Jawa Tengah dan DIY masing-masing telah mencapai 67 %. Sedangkan realisasi konsumsi Solar bersubsidi di wilayah Jawa Tengah sudah mencapai 60 %, dan DIY 61 % dari kuota tahun 2014.  Sebagai inisiatif pelayanan kepada masyarakat, Pertamina telah menyiapkan subtitusi BBM dengan menyediakan BBM Non Subsidi kepada masyarakat. Sampai dengan 23 Agustus 2014, data sementara realisasi konsumsi BBM Non Subsidi di wilayah Jateng & DIY mengalami kenaikan 4,1 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Masyarakat tidak perlu panic karena Pertamina selalu menyediakan BBM Non Subsidi apabila kuota di SPBU sudah habis pada hari tersebut. Selain itu masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam mewujudkan pendistribusian BBM Bersubsidi yang tepat sasaran. Pertamina menyediakan layanan Pertamina Contact Center (No. telp 500 000, sms 0815 9 500 000, dan email pcc@pertamina.com) jikalau masyarakat ingin bertanya ataupun memberi informasi perihal pendistribusian BBM di wilayahnya. “Apabila alokasi harian BBM bersubsidi di SPBU sudah terserap masyarakat pada hari itu, merupakan konsekuensi logis dari pengaturan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan sisa kuota yang telah ditetapkan dalam UU APBN-P 2014. Dengan pengaturan ini, sangat diharapkan pengertian dan kesadaran masyarakat pengguna mobil pribadi mulai membiasakan diri menggunakan BBM non subsidi" ungkap Ali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar