Minggu, 11 Maret 2012

Pertamina Salurkan BBM Secara Normal, Antisipasi Kenaikan Harga

Press Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II 12.03.2012


Pertamina Salurkan BBM Secara Normal, Siapkan Sanksi Tegas Bagi Yang Terlibat Penyimpangan BBM Menjelang Kenaikan Harga


Pemerintah Republik Indonesia berencana untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi per-01 April 2012, kebijakan Pemerintah ini secara langsung maupun tidak langsung juga berpengaruh kepada PT PERTAMINA (PERSERO) dan khususnya Pertamina Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel yang bertugas mendistribusikan BBM Bersubsidi di Propinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

Untuk mengantisipasi terjadinya Panic Buying dan Konsumsi BBM Bersubsidi yang berlebihan dan terjadinya penyelewengan BBM Bersubsidi, dengan ini kami sampaikan kondisi terkini terkait penyaluran BBM di Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). PT PERTAMINA (PERSERO) Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel dalam hal ini sebagai Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, tetap mempertahankan komitmen untuk dapat menyalurkan BBM Bersubsidi sesuai dengan kebutuhan real di lapangan.

Maka perlu kami sampaikan kepada Saudara informasi dan sekaligus klarifikasi dari Pertamina Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel mengenai kondisi pendistribusian BBM Bersubsidi di wilayah Sumbagsel agar dapat disampaikan kepada masyarakat dan bersama-sama meminimalisir penyelewengan BBM Bersubsidi dan menciptakan kondisi dan opini di masyarakat yang kondusif. Berikut Pendistribusian BBM bersubsidi di 5(lima) Propinsi wilayah kerja Pertamina Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel :


Provinsi Sumatera Selatan
1. Penyaluran BBM Bersubsidi di Provinsi Sumatera Selatan dilakukan melalui 4 Terminal BBM (TBBM) yang antara lain TBBM Kertapati, TBBM Lubuk Linggau, TBBM Baturaja dan TBBM Lahat.
2. Pada dasarnya, penyaluran BBM Bersubsidi jenis premium dan solar di Sumatera Selatan berjalan dengan normal tanpa adanya pengurangan. Penyaluran BBM dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan real konsumsi BBM Bersubsidi di wilayah dimaksud.
3. Terkait dengan rencana pemerintah untuk menaikkan BBM Bersubsidi jenis Premium dan Solar pada April 2012, sejumlah wilayah di Sumatera Selatan mengalami peningkatan konsumsi BBM yang cukup signifikan. Berdasarkan pantauan team Pertamina di lapangan, diketahui bahwa masyarakat mulai marak melakukan Panic Buying atau pembelian BBM secara berlebihan khususnya pada Bulan Februari 2012. Peningkatan konsumsi BBM dapat dilihat berdasarkan tabel berikut : *Dalam Satuan KL Realisasi BBM Bersubsidi Sumatera Selatan Jenis/Bulan Januari Februari Maret TOTAL Premium 66664 64291 13255 144210 Solar 47211 46995 9711 103917


Provinsi Lampung
1. Penyaluran BBM Bersubsidi jenis Premium dan Solar di Provinsi Lampung pada dasarnya berjalan secara normal. Rata-rata realisasi penyaluran Premium harian pada Januari-Februari 2012 yaitu sebesar 2014 KL/Hari. Angka realisasi ini secara umum lebih tinggi dari 3 Bulan terakhir di tahun 2011 (Oktober s/d Desember) yaitu sebesar 1970 KL/Hari. Sementara itu kondisi penyaluran Solar harian pada Januari-Februari 2012 sebesar 1860 KL/Hari, dimana angka ini apabila dibandingkan dengan 3 Bulan terakhir tahun 2011 masih dalam kondisi normal.
2. Kondisi saat ini, pasca maraknya pemberitaan terkait kenaikan harga BBM Bersubsidi, warga mulai marak melakukan praktek Panic Buying sehingga menyebabkan antrian di cukup banyak SPBU di Wilayah lampung. SPBU menyikapi praktek Panic Buying ini dengan menerapkan pelayanan pembelian menggunakan 1 pompa dispenser, hal ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan BBM di SPBU tersebut agar tidak cepat terserap habis.
3. Kondisi pemberitaan mengenai Kenaikan BBM bersubsidi juga dimanfaatkan oleh para spekulan untuk membeli BBM secara berulang-ulang. Berdasarkan hasil pengamatan team di lapangan, kebanyakan para spekulan ini kemudian menjual kembali BBM Bersubsidi tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
4. Praktek spekulan ini dapat juga terindikasi dari menjamurnya para pedagang eceran yang berlokasi persis di samping SPBU, ketika pasokan BBM di SPBU tersebut mulai terserap habis.
5. Guna mengatasi kondisi diatas, Pertamina melaksanakan langkah progresif dengan berkoordinasi bersama Assisten II Pemda Lampung mengenai Sosialisasi Perpres 15 Tahun 2012, selain itu Pertamina juga senantiasa menjalin koordinasi dengan Distamben Kota maupun Kabupaten mengenai penertiban penjual eceran di SPBU. 6. Terminal BBM Panjang, Lampung juga telah berkordinasi dengan POLDA Lampung untuk pengamanan dan penertiban pendistribusian BBM tidak hanya di SPBU namun juga terhadap lokasi startegis seperti TBBM Panjang, Lampung sendiri.


Provinsi Bengkulu
1. Pada bulan Januari-Februari 2012, realisasi penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Wilayah Bengkulu mengalami over kuota dari APBN Tahun 2012. Angka penyaluran BBM Jenis Premium mengalami over kuota sebesar 3.5% sementara itu BBM Jenis Solar mengalami over kuota sebesar 12.5%.
2. Seiring dengan maraknya pemberitaan terkait kenaikan harga BBM Bersubsidi, masyarakat di Wilayah Bengkulu mulai dihinggapi aksi panic buying. Kondisi antrian pembelian terjadi di SPBU-SPBU yang berada di berbagai lokasi di Wilayah Bengkulu. Praktek ini juga dimanfaatkan kembali oleh para spekulan untuk membeli BBM secara berulang-ulang di SPBU untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Praktek pembelian ini dapat terindikasi dengan banyaknya para pedagang eceran yang berada di sepanjang jalan yang berada dekat dengan SPBU.
3. Pertamina berkomitmen untuk tetap melaksanakan penyaluran BBM Bersubsidi di Wilayah Bengkulu, sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk mengatasi kondisi saat ini, Pertamina telah melaksanakan langkah proaktif dengan Biro Ekonomi dari Pemerintah Daerah setempat, maupun Polda Bengkulu mengenai kondisi antrian yang terjadi akhir-akhir ini. Dalam waktu dekat, Pemda juga dijadwalkan akan melaksanakan rapat koordinasi antara Pemda, Pertamina, Kepolisian serta pihak-pihak terkait dalam rangka mengantisipasi kondisi di lapangan menjelang rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi. Selama seminggu ini, Polda Bengkulu juga telah menginstruksikan kepada seluruh Kapolres serta jajarannya untuk memperketat pengamanan di seluruh SPBU guna mencegah adanya tindakan penimbunan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
4. Pertamina menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan pasokan BBM di SPBU, dengan tidak membeli BBM secara berlebihan. Perlu kami sampaikan bahwa saat ini stok BBM di Terminal BBM Pertamina berada pada kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan BBM di SPBU. Pertamina juga menyarankan kepada mobil-mobil dinas Pemda serta golongan yang mampu agar menggunakan BBM Non Subsidi atau Jenis Pertamax.


Provinsi Jambi
1. Kondisi penyaluran di Provinsi Jambi pada dasarnya berjalan regular dan berada pada kondisi normal. Antrian yang terjadi di beberapa SPBU di Wilayah Jambi juga dapat dikategorikan dalam batas normal. Perlu dipahami bersama bahwa terdapat beberapa SPBU yang memiliki luas area yang terbatas, sehingga apabila terdapat antrian sebanyak 3 hingga 4 kendaraan di SPBU tersebut, seolah-olah terjadi antrian yang sangat padat bahkan hingga ke badan jalan. Kondisi antrian tersebut pada dasarnya standar, namun memang terbatas dengan luas wilayah SPBU terkait yang tidak terlalu besar, Pertamina memohon pengertiannya dari masyarakat, khususnya media massa setempat.
2. Kondisi jalan di jalur penyaluran luar kota yang cukup rusak, mengakibatkan sering terjadinya kemacetan di wilayah tersebut, terlebih seringkali terdapat truk pengangkut batubara yang ambles, sehingga menghambat pergerakan mobil truk tangki pengangkut BBM, sehingga penyaluran BBM ke SPBU di luar kota cukup terganggu, khususnya di Wilayah Kabupaten Tebo, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin.
3. Menghadapi rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, maka Pertamina tetap mengutamakan komitmennya untuk melayani penyaluran BBM sesuai dengan kebutuhan. Pertamina juga akan menambah pasokan BBM sebesar 5% dari rata-rata normal. Penambahan pasokan ini diterapkan pada SPBU-SPBU strategis yang berada di Kota / Kabupaten. Penambahan pasokan BBM ditujukan untuk menghindari adanya rush yang diakibatkan oleh panic buying. Pertamina tetap menghimbau kepada masyarakat setempat untuk membeli BBM secara wajar dan normal, tanpa perlu khawatir mengenai ketersediaan pasokan BBM.

Provinsi Bangka Belitung
1. Berdasarkan pantauan Team Pertamina di lokasi, dapat digambarkan bahwa kondisi penjualan BBM di SPBU Wilayah Bangka Belitung berada pada kondisi relative normal. Kondisi di lapangan tidak menunjukkan adanya lonjakan konsumsi BBM yang signifikan terkait dengan berkembanganya isu kenaikan harga BBM Bersubsidi.
2. Kondisi pasokan dan ketersediaan BBM di Wilayah Bangka Belitung juga relative aman, dimana angka penyaluran BBM Jenis Premium yaitu sebesar 740 KL/Hari, sementara penyaluran BBM Jenis Solar sebesar 546 KL/Hari.
3. Guna mengantisipasi terjadinya Rush di SPBU, atau munculnya Panic Buying serta penimbunan BBM, terkait dengan rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi, Pertamina telah mengkoordinasikan hal tersebut bersama pihak kepolisian. Pada rapat dengan DPC Hiswana Migas Babel, Pertamina telah menyampaikan himbauan kembali kepada SPBU-SPBU untuk menjaga penjualan BBM Bersubsidi agar sesuai dengan peruntukkannya yaitu kendaraan, serta tidak menjual BBM kepada para pembeli yang menggunakan alat penampung seperti jerigen, botol minuman dan sebagainya. Pertamina juga mengingatkan kepada SPBU-SPBU melalui Hiswana Migas akan perlunya koordinasi atas informasi di lapangan, khususnya apabila terdapat gejolak kenaikan konsumsi BBM dari masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar Pertamina dapat segera mengambil tindakan responsive guna menghindari gejolak di masyarakat yang lebih besar. Demikian gambaran sekilas mengenai kondisi penyaluran BBM di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dapat disimpulkan bahwa penyaluran yang dilakukan oleh Pertamina tetap sesuai dengan kondisi real di lapangan. Koordinasi juga senantiasa dilaksanakan oleh Pertamina terhadap Pemerintah Daerah setempat, Kepolisian, serta Hiswana Migas di masing-masing wilayah, guna menghindari terjadinya rush serta penimbunan BBM.

Sehubungan dengan rencana Pemerintah untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi, dapat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut :
1. Kebijakan Kenaikan harga BBM Bersubsidi merupakan Kewenangan Penuh Pemerintah dan DPR. Sebagai BUMN atau Perusahaan milik Negara, maka PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu penyalur BBM Bersubsidi berkewajiban melaksanakan pendistrubusian BBM Bersubsidi mengacu pada Kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
2. Kondisi pasokan BBM Bersubsidi dalam kondisi aman dan cukup. Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebih sehingga pendistribusian BBM akan senantiasa berjalan kondusif.
3. Masyarakat dihimbau untuk tidak segan-segan dan segera melaporkan adanya tindak penyelewengan BBM (penimbunan, pengerit/pengecer BBM) kepada kepolisian setempat karena aksi tersebut, selain merugikan konsumen lain juga dapat menimbulkan resiko terhadap keselamatan diri dan lingkungannya terkait dengan resiko kebakaran dengan korban harta benda maupun korban jiwa.
4. PT Pertamina (PERSERO) juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperluas operasi penegakan hukum terhadap pelaku penyelewengan BBM bersubsidi (Penimbunan, Pengecer, maupun Penyelundupan BBM)
5. PT Pertamina (PERSERO) hanya akan memasok BBM sesuai dengan kuota harian yang dimiliki setiap daerah dan tidak akan melayani permintaan penambahan kuota di luar kuota yang sudah ditetapkan. Kebijakan tersebut karena ada indikasi bahwa permintaan tambahan kuota bukan didasarkan pada kebutuhan riil, melainkan sebagai dampak dari aksi spekulasi menjelang kebijakan penaikan harga BBM.
6. Melalui Sistem Manajemen Stok SPBU (MS2), Pertamina melakukan monitoring ketersediaan stok BBM di setiap SPBU dan SPBU wajib untuk melaporkan kondisi ketersediaan stok BBM pada pagi hari dan melaporkan pada siang hari berapa penebusan BBM yang diminta untuk keesokan harinya. Apabila SPBU tidak melaporkan melalui MS2, maka pengiriman BBM tidak dilayani di hari berikutnya. Hal ini untuk memonitor penyaluran BBM Bersubsidi dan mengantisipasi konsumsi BBM yang melebihi kondisi normal akibat distribusi yang tidak tepat sasaran.


PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation


Roberth MV

### PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 52 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar