Rabu, 02 Mei 2012

Penyaluran BBM PSO di Berbagai Daerah Terus Mengalami Kelebihan Kuota


Media Contact
Mochamad Harun
VP Corporate Communications
PT Pertamina (Persero)
0811 995 229

Penyaluran BBM PSO di Berbagai Daerah Terus Mengalami Kelebihan Kuota

JAKARTA, 1 Mei 2012 – Realisasi penyaluran BBM PSO oleh PT Pertamina (Persero) secara nasional dalam 4 bulan pertama telah mencapai 14,1 juta KL atau  107,4% terhadap kuota pada periode berjalan yang ditetapkan sebesar 13,2 juta KL.
Berdasarkan data penyaluran BBM PSO oleh Pertamina per 30 April 2012, realisasi penyaluran Premium telah menyentuh angka 8,9 juta KL atau 110% dari kuota yang ditetapkan, yaitu sebesar 8,1 juta KL. Adapun, realisasi penyaluran Solar pada periode yang sama mencapai 4,9 juta KL atau 107% dari kuota Pertamina dalam APBN-P 2012 pada periode berjalan sebesar 4,6 juta KL.
Adapun, realisasi penyaluran Kerosene justru terus mengalami penurunan seiring dengan pelaksanaan program konversi pemakaian Kerosene masyarakat ke LPG. Realisasi penyaluran Kerosene mencapai 410 ribu KL atau 73,1% terhadap kuota.
“Jika diakumulasikan, total penyaluran BBM PSO yang menjadi tanggung jawab Pertamina sesuai dengan APBN 2012 hingga 30 April telah mencapai 14,1 juta KL atau 107,4% dari kuota yang ditetapkan. Jika dibandingkan dengan penyaluran pada periode yang sama tahun lalu, realisasi ini menunjukkan pertumbuhan di atas 10%,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun.
Berdasarkan daerah penyalurannya, dari 33 provinsi di Tanah Air, 23 provinsi di antaranya telah mengalami kelebihan kuota dengan rata-rata realisasi penyaluran 107%. Di daerah-daerah yang memiliki kuota BBM PSO terbesar, meliputi Sumatera Utara, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur realisasi penyalurannya rata-rata 113,2% terhadap kuota.
DKI Jakarta dan Jawa Barat mengalami kelebihan penyaluran paling besar, yaitu masing-masing 128% dan 116%. “Kelebihan penyaluran di kedua daerah ini terutama dipicu oleh penyaluran Premium. Penyaluran Premium di DKI Jakarta dan Jawa Barat masing-masing mencapai 136% dan 119% terhadap kuota.”

Minggu, 22 April 2012

Pertamina Lakukan Penjadwalan Penyaluran BBM Ke SPBU Antisipasi Over Kuota Kota Palembang


Press Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II
April 2012


Pertamina Lakukan Penjadwalan Penyaluran BBM Ke SPBU
Antisipasi Over Kuota Kota Palembang

PT PERTAMINA (PERSERO) Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel dalam hal ini sebagai Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, tetap mempertahankan komitmen untuk dapat menyalurkan BBM Bersubsidi sesuai dengan kebutuhan real di lapangan.

Maka perlu kami sampaikan kepada Saudara informasi dan sekaligus klarifikasi dari Pertamina Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel mengenai kondisi pendistribusian BBM Bersubsidi di wilayah Sumbagsel khususnya di Kotamadya Palembang agar dapat disampaikan kepada masyarakat dan bersama-sama meminimalisir penyelewengan BBM Bersubsidi dan menciptakan kondisi dan opini di masyarakat yang kondusif.

Pasca wacana Pemerintah dan DPR-RI memutuskan untuk menunda kebijakan kenaikan harga BBM Bersubsidi, kondisi konsumsi BBM Bersubsidi di wilayah Kota Palembang tidak banyak berubah. Hal ini dikarenakan pada tahun 2012 tetap terjadi pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor baik untuk roda 4 (mobil) dan kendaraan roda 2 (motor). Selain pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, dari sisi perekonomian juga mengalami pertumbuhan dan pertambahan kegiatan ekonomi masyarakat yang juga menyebabkan mobilisasi tinggi dan tentunya menggunakan BBM dalam rangka kegiatan perekonomiannya. Tidak jauh berselang, Pemerintah telah mengeluarkan jumlah Kuota BBM Bersubsidi yang dijadikan acuan dan sekaligus menugaskan Pertamina sebagai salah satu Perusahaan BUMN yang bertugas menyalurkan BBM Bersubsidi di wilayah negara Republik Indonesia, dan dalam hal ini Pertamina Fuel Retail Marketing Region II untuk wilayah Sumbagsel khususnya Kota Palembang.
Dapat kami sampaikan jumlah kuota BBM Bersubsidi untuk wilayah Kota Palembang adalah sebagai berikut :

Kuota 2011
Kuota 2012
Premium
Solar
Premium
Solar
220.734 KL
156.633 KL
200.790 KL
190.762 KL





Dengan demikian jelas terlihat bahwa berdasarkan penentuan Kuota BBM Bersubsidi yang ditetapkan oleh Pemerintah, DPR-RI, dan BPH Migas untuk Kota Palembang mengalami penurunan. Penentuan kuota BBM Bersubsidi ini disampaikan oleh BPH Migas kepada Pertamina melalui :
Surat Keputusan Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi
Nomor : 001/PSO/BPH Migas/KOM/2012
Tentang
Penetapan Kuota Volume Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Per Kabupaten/Kota Yang Didistribusikan Oleh PT PERTAMINA (PERSERO)
Tahun 2012

            Untuk Jumlah kuota BBM Bersubsidi Kota Palembang tersebut, dibagi dalam 2(dua) BBM Bersubsidi yang diperuntukkan bagi kebutuhan BBM Bersubsidi di wilayah perairan (SPBB dan SPDN) serta BBM Bersubsidi di wilayah darat atau retail di SPBU untuk kendaraan bermotor secara umum. Adapun pembagian tersebut adalah :

Kuota Kota Palembang
Kuota Perairan
Kuota Retail (SPBU)
Premium
Solar
Premium
Solar
Premium
Solar
200.790 KL
190.762 KL
4.289 KL
24.900 KL
196.501 KL
165.862 KL







Berdasarkan jumlah kuota setelah pembagian tersebut, maka Pertamina harus melakukan Penjadwalan Penyaluran BBM untuk SPBU dalam rangka mengendalikan penyaluran dan konsumsi BBM Bersubsidi agar tidak melampaui dari kuota BBM Bersubsidi yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah atau yang biasa kita kenal dengan terjadinya Over Kuota.
            Pertamina akan tetap menyalurkan BBM Bersubsidi ke SPBU sesuai dengan perhitungan pembagian penyaluran berdasarkan kuota BBM Bersubsidi yang ditugaskan oleh Pemerintah, melihat dari selisih ketersediaan kuota yang diberikan oleh pemerintah, maka Pertamina berkordinasi dengan Pemerintah Pusat, BPH Migas, Pemerintah Daerah, dan Kepolisian untuk dapat melakukan pengawasan dan monitoring penyaluran BBM Bersubsidi di lokasi masing-masing agar dapat disalurkan sesuai dengan kuota dan tepat sasaran. Sampai saat ini setelah kebijakan kenaikan harga BBM Bersubsidi ditunda melalui Sidang Paripurna DPR-RI, Pertamina telah menyalurkan BBM bersubsidi di wilayah Kota Palembang dengan cukup besar dan melebihi dari kuota yang ditentukan (Over Kuota). Hal ini disebabkan gejolak / fenomena “Panic Buying” yang terjadi terutama pada saat menjelang pengambilan keputusan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi dimana terjadi lonjakan konsumsi BBM yang cukup besar dan bermunculan spekulan BBM.
            Realisasi penyaluran BBM Bersubsidi di Kota Palembang per tanggal 08 April 2012 telah terjadi Over Kuota :

Kuota per 08 April
Realisasi per 08 April
Prosentase
Premium
Solar
Premium
Solar
Premium
Solar
53.152 KL
44.864 KL
69.420 KL
47.090
131%
105%






Demikian gambaran sekilas mengenai kondisi penyaluran BBM di Kotamadya Palembang. Dapat disimpulkan bahwa penyaluran yang dilakukan oleh Pertamina tetap sesuai dengan ketersediaan kuota dan kondisi kebutuhan real di lapangan. Koordinasi juga senantiasa dilaksanakan oleh Pertamina terhadap Pemerintah Daerah setempat, Kepolisian, serta Hiswana Migas di masing-masing wilayah, guna menghindari terjadinya rush serta penimbunan BBM.

Sehubungan dengan kondisi ketersediaan dan keterbatasan Kuota BBM bersubsidi, dapat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut :
1.    Masyarakat dihimbau untuk tidak segan-segan dan segera melaporkan adanya tindak penyelewengan BBM (penimbunan, pengerit/pengecer BBM) kepada kepolisian setempat karena aksi tersebut, selain merugikan konsumen lain juga dapat menimbulkan resiko terhadap keselamatan diri dan lingkungannya terkait dengan resiko kebakaran dengan korban harta benda maupun korban jiwa.
2.    PT Pertamina (PERSERO) juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperluas operasi penegakan hukum terhadap pelaku penyelewengan BBM bersubsidi (Penimbunan, Pengecer, maupun Penyelundupan BBM)
3.    PT Pertamina (PERSERO) hanya akan memasok BBM sesuai dengan kuota yang dimiliki setiap daerah dan tidak akan melayani permintaan penambahan kuota di luar kuota yang sudah ditetapkan. Kebijakan tersebut dilakukan agar kuota BBM Bersubsidi dapat tetap disalurkan sampai dengan akhir tahun 2012.
4.    Melalui Sistem Manajemen Stok SPBU (MS2), Pertamina melakukan monitoring ketersediaan stok BBM di setiap SPBU. Hal ini untuk memonitor penyaluran BBM Bersubsidi dan mengantisipasi konsumsi BBM yang melebihi kondisi normal akibat distribusi yang tidak tepat sasaran.
5.    Pertamina menyediakan Bahan Bakar Khusus (BBK) dalam hal ini Pertamax bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan Premium. Pertamina juga menghimbau dan mengajak masyarakat yang memiliki kendaraan dengan kebutuhan BBM dengan RON diatas 90 agar mengkonsumsi Pertamax dan turut mendukung agar penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.


PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation


Roberth MV


Minggu, 18 Maret 2012


Press Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II
17.03.2013


Pertamina Tidak Pandang Bulu
Dukung Penuh Kepolisian dan Pemerintah Daerah Berantas Spekulan BBM

PT PERTAMINA (PERSERO) Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel dalam hal ini sebagai Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, termasuk Propinsi Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang, menganggap perlu untuk memberikan Klarifikasi atas Pemberitaan tribunnews.com pada Sabtu (17/3) perihal “Pensiunan Pertamina Timbun BBM di Tedmond”.

Untuk itu kiranya perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai klarifikasi dan konfirmasi informasi kepada media sekaligus memohon bantuan dan kerja sama dari media untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kecemasan dan opini negative yang berkembang di masyarakat..

Berikut beberapa point penting yang dapat kami sampaikan kepada Saudara untuk melengkapi dan memenuhi kaidah “Cover Both Side” dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari kami,

Menjelang Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Pertamina Menyayangkan Aksi Penimbunan Solar yang Dilakukan Pensiunan Pertamina.

1.    Maraknya pemberitaan mengenai rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi dalam beberapa waktu terakhir, mengakibatkan timbulnya aksi panic buying di hampir seluruh wilayah di Sumbagsel, tidak terkecuali di Provinsi Sumatera Selatan. Kondisi ini senantiasa dimanfaatkan oleh para spekulan maupun pihak yang tidak bertanggung jawab lainnya untuk melakukan penimbunan BBM dengan cara pengisian berulang-ulang di sejumlah SPBU, sehingga kondisi ini berefek pada ketersediaan BBM di SPBU yang cepat terserap habis.
2.    Menanggapi adanya pemberitaan di tribunnews.com mengenai penangkapan pensiunan Pertamina yang melakukan penimbunan BBM jenis Solar, Pertamina sangat menyayangkan adanya tindakan penimbunan tersebut, terlebih karena tersangka merupakan salah seorang Pensiunan Pertamina. Namun demikian, Pertamina menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada pihak Kepolisian khususnya kepada petugas Reskrim Polsek Plaju yang telah melaksanakan penangkapan tersangka penimbun Solar tersebut.
3.    Pertamina juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Pemda yang bersama kepolisian telah menerapkan aturan penertiban serta mengantisipasi adanya penyelewengan BBM Bersubsidi dari pihak-pihak penimbun yang tidak bertanggung jawab. Sehubungan dengan aksi tersebut, Pertamina menyerahkan proses hukum tersangka penimbun kepada mekanisme hukum yang berlaku.

Amankan Distribusi BBM Bersubsidi, Pertamina Mendukung Upaya Kepolisian Dalam Menindak Tegas Pelaku Penimbunan BBM.

1.    Maraknya aksi penimbunan BBM bersubsidi dalam beberapa waktu terakhir, Pertamina telah secara aktif berkoordinasi bersama Pemerntah Daerah setempat serta Kepolisian untuk bersama-sama mengamankan ketersediaan pasokan BBM di masyarakat.
2.    Pertamina secara tegas tidak akan bersikap pandang bulu dalam mensupport Kepolisian dalam menindak pelaku penimbunan BBM Bersubsidi.
3.    Langkah strategis juga akan ditempuh Pertamina dengan memantau setiap SPBU di wilayah tersebut agar tidak menjual BBM kepada para pembeli yang membawa jerigen. Pertamina juga menghimbau kepada pihak SPBU untuk senantiasa berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan pengawasan dan pengamanan pendistribusian BBM.

Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih

PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel Asisten Manajer External Relation


Roberth MV
###

Minggu, 11 Maret 2012

Pertamina Salurkan BBM Secara Normal, Antisipasi Kenaikan Harga

Press Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II 12.03.2012


Pertamina Salurkan BBM Secara Normal, Siapkan Sanksi Tegas Bagi Yang Terlibat Penyimpangan BBM Menjelang Kenaikan Harga


Pemerintah Republik Indonesia berencana untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi per-01 April 2012, kebijakan Pemerintah ini secara langsung maupun tidak langsung juga berpengaruh kepada PT PERTAMINA (PERSERO) dan khususnya Pertamina Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel yang bertugas mendistribusikan BBM Bersubsidi di Propinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

Untuk mengantisipasi terjadinya Panic Buying dan Konsumsi BBM Bersubsidi yang berlebihan dan terjadinya penyelewengan BBM Bersubsidi, dengan ini kami sampaikan kondisi terkini terkait penyaluran BBM di Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). PT PERTAMINA (PERSERO) Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel dalam hal ini sebagai Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, tetap mempertahankan komitmen untuk dapat menyalurkan BBM Bersubsidi sesuai dengan kebutuhan real di lapangan.

Maka perlu kami sampaikan kepada Saudara informasi dan sekaligus klarifikasi dari Pertamina Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel mengenai kondisi pendistribusian BBM Bersubsidi di wilayah Sumbagsel agar dapat disampaikan kepada masyarakat dan bersama-sama meminimalisir penyelewengan BBM Bersubsidi dan menciptakan kondisi dan opini di masyarakat yang kondusif. Berikut Pendistribusian BBM bersubsidi di 5(lima) Propinsi wilayah kerja Pertamina Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel :


Provinsi Sumatera Selatan
1. Penyaluran BBM Bersubsidi di Provinsi Sumatera Selatan dilakukan melalui 4 Terminal BBM (TBBM) yang antara lain TBBM Kertapati, TBBM Lubuk Linggau, TBBM Baturaja dan TBBM Lahat.
2. Pada dasarnya, penyaluran BBM Bersubsidi jenis premium dan solar di Sumatera Selatan berjalan dengan normal tanpa adanya pengurangan. Penyaluran BBM dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan real konsumsi BBM Bersubsidi di wilayah dimaksud.
3. Terkait dengan rencana pemerintah untuk menaikkan BBM Bersubsidi jenis Premium dan Solar pada April 2012, sejumlah wilayah di Sumatera Selatan mengalami peningkatan konsumsi BBM yang cukup signifikan. Berdasarkan pantauan team Pertamina di lapangan, diketahui bahwa masyarakat mulai marak melakukan Panic Buying atau pembelian BBM secara berlebihan khususnya pada Bulan Februari 2012. Peningkatan konsumsi BBM dapat dilihat berdasarkan tabel berikut : *Dalam Satuan KL Realisasi BBM Bersubsidi Sumatera Selatan Jenis/Bulan Januari Februari Maret TOTAL Premium 66664 64291 13255 144210 Solar 47211 46995 9711 103917


Provinsi Lampung
1. Penyaluran BBM Bersubsidi jenis Premium dan Solar di Provinsi Lampung pada dasarnya berjalan secara normal. Rata-rata realisasi penyaluran Premium harian pada Januari-Februari 2012 yaitu sebesar 2014 KL/Hari. Angka realisasi ini secara umum lebih tinggi dari 3 Bulan terakhir di tahun 2011 (Oktober s/d Desember) yaitu sebesar 1970 KL/Hari. Sementara itu kondisi penyaluran Solar harian pada Januari-Februari 2012 sebesar 1860 KL/Hari, dimana angka ini apabila dibandingkan dengan 3 Bulan terakhir tahun 2011 masih dalam kondisi normal.
2. Kondisi saat ini, pasca maraknya pemberitaan terkait kenaikan harga BBM Bersubsidi, warga mulai marak melakukan praktek Panic Buying sehingga menyebabkan antrian di cukup banyak SPBU di Wilayah lampung. SPBU menyikapi praktek Panic Buying ini dengan menerapkan pelayanan pembelian menggunakan 1 pompa dispenser, hal ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan BBM di SPBU tersebut agar tidak cepat terserap habis.
3. Kondisi pemberitaan mengenai Kenaikan BBM bersubsidi juga dimanfaatkan oleh para spekulan untuk membeli BBM secara berulang-ulang. Berdasarkan hasil pengamatan team di lapangan, kebanyakan para spekulan ini kemudian menjual kembali BBM Bersubsidi tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
4. Praktek spekulan ini dapat juga terindikasi dari menjamurnya para pedagang eceran yang berlokasi persis di samping SPBU, ketika pasokan BBM di SPBU tersebut mulai terserap habis.
5. Guna mengatasi kondisi diatas, Pertamina melaksanakan langkah progresif dengan berkoordinasi bersama Assisten II Pemda Lampung mengenai Sosialisasi Perpres 15 Tahun 2012, selain itu Pertamina juga senantiasa menjalin koordinasi dengan Distamben Kota maupun Kabupaten mengenai penertiban penjual eceran di SPBU. 6. Terminal BBM Panjang, Lampung juga telah berkordinasi dengan POLDA Lampung untuk pengamanan dan penertiban pendistribusian BBM tidak hanya di SPBU namun juga terhadap lokasi startegis seperti TBBM Panjang, Lampung sendiri.


Provinsi Bengkulu
1. Pada bulan Januari-Februari 2012, realisasi penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Wilayah Bengkulu mengalami over kuota dari APBN Tahun 2012. Angka penyaluran BBM Jenis Premium mengalami over kuota sebesar 3.5% sementara itu BBM Jenis Solar mengalami over kuota sebesar 12.5%.
2. Seiring dengan maraknya pemberitaan terkait kenaikan harga BBM Bersubsidi, masyarakat di Wilayah Bengkulu mulai dihinggapi aksi panic buying. Kondisi antrian pembelian terjadi di SPBU-SPBU yang berada di berbagai lokasi di Wilayah Bengkulu. Praktek ini juga dimanfaatkan kembali oleh para spekulan untuk membeli BBM secara berulang-ulang di SPBU untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Praktek pembelian ini dapat terindikasi dengan banyaknya para pedagang eceran yang berada di sepanjang jalan yang berada dekat dengan SPBU.
3. Pertamina berkomitmen untuk tetap melaksanakan penyaluran BBM Bersubsidi di Wilayah Bengkulu, sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk mengatasi kondisi saat ini, Pertamina telah melaksanakan langkah proaktif dengan Biro Ekonomi dari Pemerintah Daerah setempat, maupun Polda Bengkulu mengenai kondisi antrian yang terjadi akhir-akhir ini. Dalam waktu dekat, Pemda juga dijadwalkan akan melaksanakan rapat koordinasi antara Pemda, Pertamina, Kepolisian serta pihak-pihak terkait dalam rangka mengantisipasi kondisi di lapangan menjelang rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi. Selama seminggu ini, Polda Bengkulu juga telah menginstruksikan kepada seluruh Kapolres serta jajarannya untuk memperketat pengamanan di seluruh SPBU guna mencegah adanya tindakan penimbunan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
4. Pertamina menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan pasokan BBM di SPBU, dengan tidak membeli BBM secara berlebihan. Perlu kami sampaikan bahwa saat ini stok BBM di Terminal BBM Pertamina berada pada kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan BBM di SPBU. Pertamina juga menyarankan kepada mobil-mobil dinas Pemda serta golongan yang mampu agar menggunakan BBM Non Subsidi atau Jenis Pertamax.


Provinsi Jambi
1. Kondisi penyaluran di Provinsi Jambi pada dasarnya berjalan regular dan berada pada kondisi normal. Antrian yang terjadi di beberapa SPBU di Wilayah Jambi juga dapat dikategorikan dalam batas normal. Perlu dipahami bersama bahwa terdapat beberapa SPBU yang memiliki luas area yang terbatas, sehingga apabila terdapat antrian sebanyak 3 hingga 4 kendaraan di SPBU tersebut, seolah-olah terjadi antrian yang sangat padat bahkan hingga ke badan jalan. Kondisi antrian tersebut pada dasarnya standar, namun memang terbatas dengan luas wilayah SPBU terkait yang tidak terlalu besar, Pertamina memohon pengertiannya dari masyarakat, khususnya media massa setempat.
2. Kondisi jalan di jalur penyaluran luar kota yang cukup rusak, mengakibatkan sering terjadinya kemacetan di wilayah tersebut, terlebih seringkali terdapat truk pengangkut batubara yang ambles, sehingga menghambat pergerakan mobil truk tangki pengangkut BBM, sehingga penyaluran BBM ke SPBU di luar kota cukup terganggu, khususnya di Wilayah Kabupaten Tebo, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin.
3. Menghadapi rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, maka Pertamina tetap mengutamakan komitmennya untuk melayani penyaluran BBM sesuai dengan kebutuhan. Pertamina juga akan menambah pasokan BBM sebesar 5% dari rata-rata normal. Penambahan pasokan ini diterapkan pada SPBU-SPBU strategis yang berada di Kota / Kabupaten. Penambahan pasokan BBM ditujukan untuk menghindari adanya rush yang diakibatkan oleh panic buying. Pertamina tetap menghimbau kepada masyarakat setempat untuk membeli BBM secara wajar dan normal, tanpa perlu khawatir mengenai ketersediaan pasokan BBM.

Provinsi Bangka Belitung
1. Berdasarkan pantauan Team Pertamina di lokasi, dapat digambarkan bahwa kondisi penjualan BBM di SPBU Wilayah Bangka Belitung berada pada kondisi relative normal. Kondisi di lapangan tidak menunjukkan adanya lonjakan konsumsi BBM yang signifikan terkait dengan berkembanganya isu kenaikan harga BBM Bersubsidi.
2. Kondisi pasokan dan ketersediaan BBM di Wilayah Bangka Belitung juga relative aman, dimana angka penyaluran BBM Jenis Premium yaitu sebesar 740 KL/Hari, sementara penyaluran BBM Jenis Solar sebesar 546 KL/Hari.
3. Guna mengantisipasi terjadinya Rush di SPBU, atau munculnya Panic Buying serta penimbunan BBM, terkait dengan rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi, Pertamina telah mengkoordinasikan hal tersebut bersama pihak kepolisian. Pada rapat dengan DPC Hiswana Migas Babel, Pertamina telah menyampaikan himbauan kembali kepada SPBU-SPBU untuk menjaga penjualan BBM Bersubsidi agar sesuai dengan peruntukkannya yaitu kendaraan, serta tidak menjual BBM kepada para pembeli yang menggunakan alat penampung seperti jerigen, botol minuman dan sebagainya. Pertamina juga mengingatkan kepada SPBU-SPBU melalui Hiswana Migas akan perlunya koordinasi atas informasi di lapangan, khususnya apabila terdapat gejolak kenaikan konsumsi BBM dari masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar Pertamina dapat segera mengambil tindakan responsive guna menghindari gejolak di masyarakat yang lebih besar. Demikian gambaran sekilas mengenai kondisi penyaluran BBM di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dapat disimpulkan bahwa penyaluran yang dilakukan oleh Pertamina tetap sesuai dengan kondisi real di lapangan. Koordinasi juga senantiasa dilaksanakan oleh Pertamina terhadap Pemerintah Daerah setempat, Kepolisian, serta Hiswana Migas di masing-masing wilayah, guna menghindari terjadinya rush serta penimbunan BBM.

Sehubungan dengan rencana Pemerintah untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi, dapat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut :
1. Kebijakan Kenaikan harga BBM Bersubsidi merupakan Kewenangan Penuh Pemerintah dan DPR. Sebagai BUMN atau Perusahaan milik Negara, maka PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu penyalur BBM Bersubsidi berkewajiban melaksanakan pendistrubusian BBM Bersubsidi mengacu pada Kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
2. Kondisi pasokan BBM Bersubsidi dalam kondisi aman dan cukup. Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebih sehingga pendistribusian BBM akan senantiasa berjalan kondusif.
3. Masyarakat dihimbau untuk tidak segan-segan dan segera melaporkan adanya tindak penyelewengan BBM (penimbunan, pengerit/pengecer BBM) kepada kepolisian setempat karena aksi tersebut, selain merugikan konsumen lain juga dapat menimbulkan resiko terhadap keselamatan diri dan lingkungannya terkait dengan resiko kebakaran dengan korban harta benda maupun korban jiwa.
4. PT Pertamina (PERSERO) juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperluas operasi penegakan hukum terhadap pelaku penyelewengan BBM bersubsidi (Penimbunan, Pengecer, maupun Penyelundupan BBM)
5. PT Pertamina (PERSERO) hanya akan memasok BBM sesuai dengan kuota harian yang dimiliki setiap daerah dan tidak akan melayani permintaan penambahan kuota di luar kuota yang sudah ditetapkan. Kebijakan tersebut karena ada indikasi bahwa permintaan tambahan kuota bukan didasarkan pada kebutuhan riil, melainkan sebagai dampak dari aksi spekulasi menjelang kebijakan penaikan harga BBM.
6. Melalui Sistem Manajemen Stok SPBU (MS2), Pertamina melakukan monitoring ketersediaan stok BBM di setiap SPBU dan SPBU wajib untuk melaporkan kondisi ketersediaan stok BBM pada pagi hari dan melaporkan pada siang hari berapa penebusan BBM yang diminta untuk keesokan harinya. Apabila SPBU tidak melaporkan melalui MS2, maka pengiriman BBM tidak dilayani di hari berikutnya. Hal ini untuk memonitor penyaluran BBM Bersubsidi dan mengantisipasi konsumsi BBM yang melebihi kondisi normal akibat distribusi yang tidak tepat sasaran.


PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel
Asisten Manajer External Relation


Roberth MV

### PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 52 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.

Rabu, 28 Desember 2011

PERTAMINA FUEL RETAIL MARKETING REGION II AMANKAN BBM UNTUK NATAL DAN TAHUN BARU 2012

Pers Release PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II
Desember 2011

PERTAMINA FUEL RETAIL MARKETING REGION II
AMANKAN BBM UNTUK NATAL DAN TAHUN BARU 2012

PT (PERTAMINA) PERSERO FUEL RETAIL MARKETING REGION II SUMBAGSEL mengucapkan Selamat Natal 2011 bagi Umat Nasrani yang merayakan dan Selamat Menyambut Tahun Baru 2012.
Seperti biasa setiap tahunnya, Masyarakat tentunya sangat antusias untuk menyambut pergantian tahun dengan berbagai kegiatan maupun sekedar berkumpul bersama kawan, kerabat, dan handai taulan untuk menyambut detik-detik pergantian tahun di akhir tahun 2011 dan menyambut datangnya tahun 2012.
Adapun demi kelancaran dan kenyamanan masyarakat saat menyambut baik Hari Raya Natal dan terutama Tahun Baru 2012 , Pertamina Pemasaran Sumbagsel telah menyiapkan berbagai strategi dan persiapan demi menjaga dan memberikan jaminan ketersediaan produk BBM dan Non-BBM yang ada di wilayah kerjanya (meliputi 5 Propinsi: Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung):
Persiapan yang telah dilakukan oleh Pertamina Pemasaran Sumbagsel adalah sebagai berikut:

Dari Sisi Retail BBM :
1. Kenaikan konsumsi BBM diprediksi tidak terlalu signifikan, akan terjadi kenaikan rata-rata sekitar 8% (delapan persen) dari konsumsi total di Bulan Desember. Pada waktu yang sama, berkaca dari tahun 2010 kenaikan konsumsi berkisar antara 5-7% dari konsumsi perbulannya. Sementara Pertamina telah menyiapkan Stock BBM sebesar 2(dua) kali lipat.
2. Menjamin ketersediaan suplai Pertamax selain tentunya Premium dan Solar di sepanjang jalur mudik baik di Jalur Lintas Tengah maupun Jalur Lintas Timur, terutama di wilayah Propinsi Jambi, Propinsi Sumatera Selatan, dan Propinsi Lampung.
3. Membentuk Tim Satgas gabungan baik dari internal (Pertamina) dan eksternal (Hiswana Migas) yang telah beroperasi dari 23 desember 2011 sampai dengan 07 januari 2012. Satgas akan bertugas memantau ketersediaan stok BBM di SPBU dan menerima laporan dan keluhan serta permintaan apabila terjadi indikasi lonjakan konsumsi BBM di SPBU dan menyebabkan stok kritis di SPBU.
4. Setiap harinya Satgas BBM akan bekerja untuk memantau kertersediaan stok BBM di SPBU, memonitor pengiriman mobil tanki, melakukan pemeriksaan langsung (on the spot) ke SPBU yang terletak di jalur rawan peningkatan konsumsi serta melaporkan apabila terjadi kejadian penting yang dapat menghambat pendistribusian BBM (kecelakaan lalu lintas, kemacetan, dan kejadian lainnya). Dan keluhan dan permintaan dari konsumen dapat disampaikan kepada Satgas BBM melalui Contact Pertamina dengan nomor telp. 500000 atau (0711) 518500.
5. Sepanjang Jalur Lintas Sumatera yang menjadi wilayah kerja Pertamina Pemasaran Sumbagsel, terdapat kurang lebih 93 SPBU yang disiapkan untuk melayani kebutuhan BBM konsumen selama Natal dan Tahun Baru terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan darat untuk berlibur maupun bepergian ke daerah lain.
6. Pertamina berkoordinasi dengan SPBU agar SPBU menyiapkan sarana dan fasilitas SPBU serta minimal memiliki permintaan BBM (DO) minimal 2(dua) hari untuk meminimalisir minimnya suplai BBM akibat hari libur.

Dari Sisi Suplai dan Distribusi :
1. Stok BBM akan ditingkatkan minimal coverage days diatas 2 hari di seluruh Terminal BBM Sumbagsel.
2. Mendukung distribusi BBM selama Natal dan Tahun Baru, Pertamina akan mengerahkan seluruh Mobil Tanki yang ada di seluruh Terminal BBM di Sumbagsel sebanyak lebih dari 200 unit. Dan guna mengantisipasi kenaikan permintaan BBM pada saat Natal dan Tahun Baru, Pertamina sudah menyiapkan rencana extra Mobil Tangki sebanyak 40 unit lagi khusus untuk melayani distribusi apabila memang diperlukan.
3. Selama Satgas Natal dan Tahun Baru, seluruh Depot BBM yang ada di Provinsi Lampung (TBBM Panjang), Sumatera Selatan (TBBM Kertapati, Lahat, Baturaja, L Linggau) , Jambi (TBBM Jambi) dan Bengkulu (TBBM P. Baai) akan dibuka dan beroperasi selama 24 Jam.
4. Telah dilakukan koordinasi dengan pihak DLLAJ apabila terjadi kemacetan untuk prioritas Mobil Tangki agar dapat lewat, terutama di jalur lintas yang sering mengalami kemacetan.
5. Sudah disiapkan pola jalur distribusi normal yang akan digunakan selama Lebaran 2011. Apabila terjadi hal-hal yang menghambat (kemacetan, kecelakaan) Pertamina juga sudah menyiapkan jalur distribusi alternatif dan juga jalur distribusi emergency yang hanya akan digunakan dalam keadaan darurat.
6. Berkordinasi dengan Patra Niaga dan pengelola Mbil tanki agar memastikan bahwa pengangkutan BBM lancar dan tidak terkendala.

Dari Sisi Elpiji (LPG) :
1. Stok LPG masih dapat memenuhi kebutuhan walaupun terjadi kenaikan konsumsi LPG yang diprediksikan sekitar 10%.
2. Menggunakan kendaraan / mobil G-Serve yang akan mobile dan meninjau langsung ke lokasi apabila terdapat laporan dari masyarakat adanya kelangkaan atau kesulitan dalam mendapatkan LPG.
3. Penyaluran LPG 12 KG untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan berjalan dengan normal yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat pada umumnya.
4. Kondisi beberapa hari terakhir khususnya di wilayah Sumatera Selatan mengenai sulitnya mendapatkan LPG 12 KG di agen-agen maupun sub agen, menjadi perhatian Pertamina dalam memantau pergerakan distribusi LPG di Wilayah Sumatera Selatan. Maraknya pemberitaan mengenai kelangkaan LPG ini turut menyebabkan terjadinya opini masyarakat yang mengarah kepada perilaku “panic buying” yang tentunya semakin memperburuk keadaan di lapangan dikarenakan persediaan LPG semakin cepat terserap dan cenderung tidak tepat sasaran
5. Penyaluran LPG 50 KG saat ini tercatat kurang lebih 11.053 tabung/hari, sementara itu penyaluran LPG 50 KG untuk industri-industri seperti restoran, Hotel dan Rumah Sakit serta Industri Rumah Tangga tidak dilakukan pengendalian. Mekanisme pembatasan saat ini hanya diberlakukan untuk LPG 12 KG, mengingat dari informasi yang diperoleh Pertamina, banyak industri-industri tersebut yang menggunakan LPG 12 KG untuk menjalankan bisnisnya setiap hari.
6. Melihat kondisi seperti yang telah dipaparkan diatas, kami menghimbau kepada para agen untuk dapat melakukan penjualan secara merata agar LPG 12 KG dan 50 KG dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat maupun industri-industri.
7. Pertamina akan memberikan sanksi yang tegas dan jelas terhadap agen apabila terbukti dan berdasarkan laporan dari Pemda dan Kepolisian bahwa agen/sub agen lebih mengutamakan penjualan kepada pengecer dan spekulan, yang dapat berpotensi merugikan masyarakat.
8. Untuk mengantisipasi pada saat hari libur / cuti bersama saat Natal dan Tahun Baru, beberapa agen akan diminta untuk tetap buka dan menyediakan stok LPG baik 12 kg maupun 3 kg.

Dari sisi Keuangan:
1. Selama masa Natal dan Tahun Baru, Bank-bank mitra Pertamina akan tetap melayani transaksi Perbankan untuk penebusan produk BBM dan Non BBM.

Demikian beberapa strategi dan langkah-langkah antisipasif yang disiapkan oleh Pertamina dalam rangka mengamankan ketersediaan BBM saat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 sesuai dengan Komitmen Pertamina dalam memberikan pelayanan yang maksimal dan mengutamakan kenyamanan masyarakat tanpa kesulitan untuk mendapatkan BBM.

Selamat Merayakan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2012


PT PERTAMINA (PERSERO)
Unit Pemasaran Sumbagsel
Ast.Man External Relation,


Roberth MV Dumatubun

Senin, 19 Desember 2011

Pertamina Targetkan Laba Rp 23,5 Triliun di Tahun 2012

Media Contact
Mochamad Harun
VP Corporate Communication
0811 995 229
mcharun@pertamina.com


Pertamina Targetkan Laba Rp 23,5 Triliun di Tahun 2012

Jakarta, 19 Desember 2011 – PT Pertamina (Persero) menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 23,5 Triliun pada tahun 2012 atau meningkat 32% dari target 2011. Pertamina optimis mampu mencapai target 2012 mengingat prognosa pencapaian di 2011 sebesar Rp 20,7 Triliun (unaudited) atau 116,9% dari target sebesar Rp 17,7 Triliun. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan usai Rapat Umum Pemegang Saham (19/12). Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan (RKAP) Pertamina tahun 2012 disebutkan disusun dengan strategi “Aggressive in Upstream and Profitable in Downstream” sesuai Rencana Jangka Panjang Pertamina 2011 – 2015. Karen mengatakan meskipun Pertamina mengalami kerugian dari BBM PSO sebesar Rp. 640 milliar dan LPG Non PSO sebesar Rp. 4,9 Triliun prognosa perolehan laba di 2011 naik 23,4% dibandingkan pencapaian laba tahun 2010 yaitu sebesar Rp 16,78 Triliun.
Pertamina mentargetkan pendapatan usaha sebesar Rp 527 Triliun pada RKAP 2012 atau meningkat sebesar 15,6% dibandingkan RKAP 2011 sebesar Rp 456,5 Triliun. Pertamina juga menargetkan produksi migas tahun 2012 sebesar 532,7 ribu BOED yang terdiri dari produksi minyak 244 ribu BOPD dan produksi gas 1.672 MMSCFD. Target produksi minyak dan gas ini meningkat 14,5% dari realisasi 2011 sebesar 465,3 ribu BOED. Prognosa pencapaian produksi minyak di 2011 sebesar 196,8 ribu BOPD atau 103% dibanding tahun 2010, dan produksi gas mencapai 1.555 MMSCFD atau sebesar 107% dibanding tahun 2010. Pencapaian produksi panas bumi di 2011 akan mencapai 2.188 GWH atau sebesar 103,5% dibandingkan tahun 2010. Untuk tahun 2012, produksi panas bumi ditargetkan akan mencapai 2.364 GWH atau meningkat 8% dibandingkan pencapaian 2011.
Dari bisnis hilir, Pertamina mentargetkan penjualan Pelumas sebesar 596.000 kilo liter di 2012 atau meningkat 5,4% dibanding prognosa penjualan di 2011 yang mencapai 565.430 kiloliter. Prognosa penjualan di 2011 ini meningkat 13% dibandingkan angka penjualan 2010, sebagian merupakan kontribusi peningkatan ekspor Pelumas Pertamina. Untuk penjualan BBM Retail Non PSO di 2012 ditargetkan mencapai 1,7 juta kilo liter atau meningkat 21% dibandingkan prognosa penjualan 2011 sebesar 1,4 juta kiloliter. Pencapaian penjualan BBM Industri & Marine di 2011 sebesar 11,8 juta kilo liter atau 103% dibanding tahun lalu, BBM Aviasi juga menunjukkan peningkatan penjualan dengan prognosa pencapaian sebesar 3,38 juta kiloliter atau sebesar 109% dari pencapaian tahun lalu.
Untuk tahun 2012 Pertamina akan melakukan investasi sebesar Rp. 52,8 Triliun dengan komposisi 80% untuk proyek hulu dan 20% untuk hilir. Proyek proyek ini merupakan bagian dari proyek MP3EI untuk membangun infrastruktur energi di seluruh Indonesia. Pendanaan investasi akan dipenuhi dari pendanaan internal sebesar 20% dan berasal dari eksternal sebesar 80%. Beberapa proyek utama Pertamina di tahun 2012 yaitu pembangunan Floating Storage Regassification Unit (FSRU) Jawa Barat yang ditargetkan akan beroperasi pada April 2012 dengan kapasitas 3 juta metrik ton per tahun atau setara 400 juta kaki kubik gas bumi per hari (MMSCFD), serta pembangunan kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Cilacap yang akan menambah kapasitas Cilacap hingga 411.000 barel per hari. Pertamina bersama ExxonMobil juga telah melaksanakan pembangunan fasilitas produksi Block Cepu yang diperkirakan akan mulai beroperasi di 2014 dengan kapasitas produksi 165 ribu BOPD.

############

PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 52 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).
Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.

Senin, 12 Desember 2011

54 Tahun Pertamina Untuk Energi Negeri

















54 Tahun Pertamina Untuk Energi Negeri

54 Tahun sudah Pertamina memberikan baktinya untuk Indonesia. Apa yang menjadi semangat dan energi Pertamina untuk negeri hingga mampu terus memberikan kontribusi besar terhadap Bangsa. Jawabannya adalah kerja keras dan semangat terbarukan secara terus menerus, karena dengan kerja keras dan semangat hasil yang didapat jauh lebih besar dan sumbangsih untuk Negara semakin tinggi.
Hal ini terlebur dalam kegiatan Family Gathering Pertamina Fuel Retail Marketing (FRM) Region II Sumatera Bagian Selatan menyambut HUT Pertamina ke-54 di Lapangan Kompleks Pertamina Kenten Palembang, Minggu (11/12). Acara ini berlangsung semarak mengingat puncak peringatan HUT Pertamina ke-54 ini dihadiri seluruh pekerja dan pekarya beserta keluarga di lingkungan Pertamina FRM Region II Sumbagsel.
Acara Family gathering sendiri dimulai dengan kegiatan jalan santai Pertamina Lets Move On sejauh 5 km yang mengambil jalur sekitar komplek Pertamina Kenten Palembang dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng ulang tahun dan ditutup dengan pembagian door frize.
GM Pertamina FRM Region II Sumbagsel yang hadir bersama Ibu Dian Dewayanie Abdul Cholid selaku Ketua Persatuan Wanita Patra Wilayah Region II dalam sambutannya menyampaikan di usia ke 54, Pertamina masih dapat tegar berdiri menjadi salah satu powerhouse negeri ini, dan dalam kurun waktu satu tahun terakhir dan berbagai tantangan dapat diatasi dengan bersama.
”Dengan semangat yang terbarukan seiring laju transformasi yang terus berjalan, optimisme, keyakinan kuat, kerja keras, serta doa dari seluruh pekerja Pertamina-lah, berbagai tantangan tersebut berhasil kita lalui hingga Pertamina mencapai usianya yang ke-54 saat ini,” ungkapnya.
Selain syukuran dalam bentuk Family Gathering, menyambut HUT Pertamina yang ke-54 yang jatuh tepat tanggal 10 Desember 2011, Pertamina FRM Region II Sumbagsel juga menggelar beberapa kegiatan sosial. Kegiatan sosial yang dilaksanakan donor darah, pemberian santunan untuk penderita cacat dan penyerahan bantuan mobiler untuk SMP-SMU Yayasan NU Plaju.
Pelaksanaan donor darah sendiri dilakukan di dua lokasi sekaligus yakni di Kantor Unit FRM Region II dan Terminal BBM Kertapati. Dari pelaksanaan kegiatan tersebut dapat mengumpulkan 200 kantong darah yang langsung di serahkan ke pihak PMI Kota Palembang. Selain itu melalui PWP dan Fungsi PKBL Pertamina FRM Region II juga memberikan santunan dan paket sembako kepada yayasan penderita cacat dan putus sekolah Indonesia. Dalam moment HUT Pertamina ke-54 kali ini, Pertamina melalui program CSR juga menyerahkan bantuan mobiler 120 set meja kursi belajar untuk SMP SMU Yayasan Nadlatul Ulama Palembang