Sabtu, 13 Juni 2009

Program Pertamina Goes To Campus ke Politeknik Unsri Palembang

PERTAMINA GOES TO CAMPUS (PGTC) POLITEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG Berikan Beasiswa dan Pelatihan

Komitmen Pertamina kepada dunia pendidikan tidak hanya ucapan belaka, Pertamina sangat serius dalam memantau dan mengikuti perkembangan dari setiap langkah baru dalam dunia pendidikan. Perkembangan jaman sekarang ini sangat erat kaitannya dengan pendidikan, sebab pendidikan adalah hal utama yang diperlukan untuk menjalani hidupnya dan mengatasi segala masalah serta untuk semakin menyempurnakan kehidupannya. Tentu saja Pertamina juga menjadi yang terdepan dalam memberikan bantuan serta kontribusi positif bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia sebagai wujud komitmen serta keseriusan Pertamina.
Pada hari ini 15 Juni 2009, belum lama setelah peresmian Gedung Graha Pertamina di Universitas Sriwijaya Indralaya, Pertamina kembali melaksanakan Program Pertamina Goes To Campus di Kampus Politeknik Universitas Sriwijaya Palembang. Hal ini menunjukkan betapa besar keseriusan Pertamina dalam ikut memajukan dunia pendidikan di wilayah Sumatera Selatan khususnya. Acara Pertamina Goes To Campus (PGTC) secara langsung dibuka dan diresmikan oleh GM Pertamina Pms. BBM Retail Reg. II selaku GM Ambassador, Hasto Wibowo bersama Direktur Politeknik Universitas Sriwijaya Rd. Kusumanto, ST. Di Aula Politeknik Universitas Sriwijaya.
Setelah melalui proses penjajakan dan pertemuan dengan Direktur Politeknik Universitas Sriwijaya, Rd Kusumanto,ST beserta jajarannya, program Pertamina Goes To Campus (PGTC) berhasil dihelat dengan peserta yang tidak sedikit jumlahnya. Program PGTC sendiri diisi dengan beberapa kegiatan yang positif natara lain :
1. Dari Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), Pertamina memberikan beasiswa sejumlah Rp. 57.600.000,- (Lima Puluh Tujuh Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) kepada 96 mahasiswa Polsri yang berprestasi setelah melewati tahap seleksi dari Polsri.
2. Pelatihan Mekanik / Perbengkelan Otomotif yang diikuti oleh 139 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan tenaga pengajar jurusan teknik mesin. Pertamina mendatangkan instruktur pelatihan mekanik tersebut langsung dari Asosiasi Instruktur Otomotif Indonesia (AIOI) yang akan memberikan pelatihan selama 3 (tiga) hari dan memberikan sertifikat resmi yang sangat berguna nantinya untuk mencari pekerjaan bagi mahasiswa yang telah lulus dan pengakuan secara nasional bagi para pengajar ataupun apabila membuka usaha otomotif di kemudian hari.
3. Pertamina juga memberikan Pelatihan Wirausaha Pelumas bagi para peserta untuk melatih dan mempertajam wawasan, ilmu, serta insting berwirausaha atau biasa dikenal entreupreneurship. Sehingga nantinya mahasiswa tidak saja bergantung dengan mencari pekerjaan namun juga mampu menciptakan lapangan kerja sehingga sesuai dengan anjuran Pemerintah untuk menambah lapangan kerja dengan berwirausaha.
4. Pertamina bekerjasama dengan Polsri juga meresmikan Branding Bengkel Enduro di workshop Teknik Mesin Polsri, dan untuk kedepannya akan dijajaki Koperasi Polsri untuk menjadi outlet Pelumas Pertamina.
Kegiatan seperti PGTC di lingkup dunia pendidikan khususnya di wilayah operasi Pertamina Pemasaran Sumbagsel tidak hanya baru kali ini saja, Pertamina juga melaksanakan program sejenis di Propinsi Lampung dan telah berlangsung setiap tahunnya dan diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Pertamina berharap agar dengan terlaksananya kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dan semangat bagi masyarakat pendidikan umumnya dan mahasiswa khususnya untuk semakin aktif dan kreatif dalam menuntut ilmu serta menjadikan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang matang dan terampil untuk menjadi penerus bangsa dan membawa Indonesia menjadi negara yang sejajar bahkan menonjol di mata dunia. Hal ini sejalan dengan tujuan Pertamina menjadi sebuah perusahaan yang berkelas dunia / World Class Company. Terima Kasih.

PT PERTAMINA (PERSERO)


External Relation Pms. BBM Retail Region II


Rabu, 27 Mei 2009

PERTAMINA PEMASARAN SUMBAGSEL AMANKAN SUPLAI BBM MENJELANG PILPRES 2009

PERTAMINA PEMASARAN SUMBAGSEL
AMANKAN SUPLAI BBM MENJELANG PILPRES 2009

 Setelah sukses mengamankan suplai BBM dalam rangka Pemilu Legislatif, Pertamina Pemasaran Sumbagsel segera menyusun strategi dan antisipasi dalam rangka memberikan kenyamanan kepada masyarakat dari sisi suplai BBM pada saat Pilpres 2009.

Strategi yang dimiliki adalah dengan membuat Rolling Estimate untuk suplai BBM berbanding dengan konsumsi BBM dari mulai Bulan Juni sampai dengan Agustus 2009. Rolling Estimate adalah perkiraan / estimasi berapa banyak volume BBM (Premium dan Solar) yang akan disalurkan pada periode 3 bulan kedepan sampai dengan terlaksananya Pilpres 2009.

Dengan berdasarkan Kuota BBM tahun 2009 untuk Premium sekitar 551.546.308 KiloLiter dan Solar sekitar 418.197.584 KiloLiter, maka rata-rata kuota perbulan adalah sebesar 45.962.192 KL untuk Premium dan sekitar 34.849.798 KL untuk Solar. Jumlah BBM bersubsidi ini yang kemudian dianalisis oleh Pertamina untuk menyusun rolling estimate dalam rangka menghadapi Pilpres 2009.

Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam menyusun rolling estimate kebutuhan BBM adalah sebagai berikut :
1. Tentunya pada saat masa kampanye berlangsung akan terjadi peningkatan konsumsi BBM akibat kampanye yang dilakukan oleh masing-masing kandidat maupun massa simpatisan kandidat yang bersangkutan.
2. Dalam masa kampanye dan Pilpres, tidak boleh ada SPBU yang kosong atau kehabisan stok sehingga berakibat masyarakat menjadi kesulitan dalam memperoleh BBM dan memicu terjadinya panic buying ataupun isu kelangkaan.
3. kemampuan penimbunan baik Depo-depo Pertamina di wilayah Sumsel maupun daya tampung SPBU yang ada di wilayah Sumsel, sehingga dapat terpantau di SPBU / wilayah mana saja yang mulai menipis ketersediaan BBMnya.

Yang dilakukan Pertamina adalah sebagai berikut :
1. Menyusun Rolling Estimate kebutuhan BBM seperti terlampir di data yang ada di bawah ini.
2. Built Up Stock BBM di depo-depo Pertamina yang telah dilakukan sejak setahun lalu.
3. Monitoring stock baik di depo maupun stock yang berjalan / sedang on the way ke depo (baik dari Kilang maupun impor).
4. berkordinasi dengan SPBU untuk pemantauan dan pelaporan stock serta suplai SPBU.
5. berkordinasi dengan Hiswana Migas untuk turut mendukung kondisi yang kondusif agar Pilpres dapat berjalan dengan aman dan tertib.

6. Sekiranya diperlukan, mendekati pelaksanaan Pilpres akan dibentuk SATGAS agar lebih detil dan fokus dalam memantau ketersediaan BBM.


 ROLLING ESTIMATE TRIWULAN
PMS BBM RETAIL REGION II
   
PRODUK PREMIUM 
LOKASI / BULAN Juni Juli Agustus 
  KERTAPATI 30.500 30.600 30.700  
  BATURAJA 6.700 6.800 6.900  
  LAHAT 5.200 5.300 5.500  
  LUBUK LINGGAU 7.500 7.700 7.800  
TOTAL PREMIUM SUMSEL 49900 50400 50900  
 
 
PRODUK M. SOLAR 
LOKASI / BULAN Juni Juli Agustus 
  KERTAPATI 25.000 26.000 27.000  
  BATURAJA 4.200 4.300 4.500  
  LAHAT 3.800 3.900 4.100  
  LUBUK LINGGAU 5.300 5.400 5.600  
TOTAL M. SOLAR 38300 39600 41200  
 
PRODUK PERTAMAX GRAND TOTAL
LOKASI / BULAN Juni Juli Agustus KL
  KERTAPATI 850 860 870  
   
maaf kalo posisinya jadi gak teratur..padahal di excel/word dah sesuai...ada yg bisa ajarin biar bener...?

Thanks ya semuanya dah dibaca dan semoga bermanfaat bagi teman media...


Kamis, 16 April 2009

LPG 3kg TIDAK LANGKA

SUPLAI & DISTRIBUSI LPG 3KG DI SUMSEL 
DALAM KONDISI NORMAL


Adanya beberapa informasi yang beredar bahwa terjadi kelangkaan LPG untuk jenis LPG 3 KG di wilayah Sumsel adalah tidak benar. Hal ini dapat dipastikan setelah Pertamina Gas Domestik melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan melakukan pemantauan terhadap pendistribusian LPG 3 kg di masyarakat. Adapun beberapa hal yang perlu diketahui adalah :

Dari Sisi Suplai dan Distribusi Justru Mengalami Peningkatan.
Pendistribusian LPG 3kg kepada masyarakat dari Pertamina justru mengalami peningkatan. Suplai LPG 3kg dilakukan dari 2(dua) SPPBE (Stasiun Pengisian & Pengangkutan Bulk Elpiji) yang ada di Palembang dengan data sebagai berikut :
• SPPBE P.Layang (Pertamina) menyalurkan rata-rata 45 Ton per hari.
• SPPBE Kalindo (Swasta) menyalurkan rata-rata 90 Ton per hari.
• Dengan demikian Total Penyaluran LPG 3kg sebesar 135 Ton per hari.

Jumlah penyaluran LPG 3kg ini mengalami peningkatan dapat dilihat dari realisasi jumlah tabung LPG 3kg yang didistribusikan kepada masyarakat, tercatat realisasi Bulan Februari 2009 jumlah tabung LPG 3kg yang disalurkan sejumlah 1.003.000 (satu juta tiga ribu) tabung dan mengalami peningkatan sebanyak 9% di Bulan Maret dengan jumlah penyaluran sebesar 1.098.000 (satu juta sembilan puluh delapan ribu) tabung. Tentu saja trend ini diperkirakan akan bertahan dan menunjukkan bahwa tidak ada pengurangan suplai dan tidak terjadi kelangkaan.
Disadari bahwa dengan 2(dua) SPPBE saja belum cukup maksimal dalam melaksanakan penyaluran LPG 3kg kepada masyarakat. Pengusaha (Agen) LPG 3kg harus mengantri di SPPBE untuk dapat mendapatkan LPG 3kg. Rencana kedepan adalah dengan menambah jumlah SPPBE yang beroperasi di wilayah Sumsel dengan perkiraan jumlah ideal sekitar 5 SPPBE agar penyaluran dapat lebih efektif dan lancar. Sampai saat ini sedang dalam proses penambahan 1(satu) lagi SPPBE di daerah Musi Dua untuk membantu penyaluran dari 2(dua) SPPBE yang sudah beroperasi.

Kondisi di Lapangan tidak ada Kelangkaan.
 Tim dari Pertamina Gas Domestik yang melaksanakan pemantauan di lapangan tidak menemukan terjadinya kelangkaan LPG. Hasil pantauan yang dilaporkan bahwa ditingkat pangkalan pada titik tertentu kadang terjadi keterlambatan suplai, namun masyarakat masih bisa memperoleh LPG 3kg di daerah sekitar pangkalan tersebut baik di toko maupun di pengecer. Sehingga tidak dikategorikan sebagai kelangkaan, hal ini terjadi karena Agen harus mengantri di SPPBE agar teratur dan tertib dalam mendapatkan LPG 3kg. Tentu saja Agen yang datang lebih pagi harus dilayani terlebih dahulu dan agen yang mengantri di belakangnya dilayani kemudian. 

Wacana Kebijakan untuk Pengaturan LPG 3kg.
 Pada awalnya LPG 3kg diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah dan pengguna minyak tanah murni. Namun dengan subsidi yang diberikan Pemerintah untuk LPG 3kg, telah menyebabkan pengguna LPG 12kg atau masyarakat menengah ke atas beralih turut menggunakan LPG 3kg. Kondisi ini tentu saja menyebabkan konsumsi LPG 3kg meningkat cukup tajam dan berujung pada kembali membengkaknya beban subsidi yang harus ditanggung Pemerintah.
Pemerintah sebagai penentu kebijakan dan peraturan / regulator hendaknya segera mewacanakan untuk pembahasan regulasi / peraturan yang mengatur khusus mengenai pendistribusian LPG 3kg agar lebih terarah dan teratur dalam pelaksanaannya di lapangan. Siapa yang berhak dan boleh menggunakan LPG 3kg dan mekanisme yang diatur untuk mendapatkan isi ulang LPG 3kg (contoh : memiliki kartu kendali resmi yang terdaftar untuk syarat pembelian minyak tanah). Selain itu juga diatur mengenai pembagian atau alokasi masing-masing Agen LPG 3kg. Saat ini tidak ada pengaturan alokasi bagi Agen LPG 3kg, sehingga menyebabkan agen atau beberapa agen yang berkelompok dan memiliki sumber dana dan fasilitas lebih banyak mendapatkan lebih banyak LPG 3kg dan menyebabkan agen yang lebih kecil menjadi kekurangan untuk didistribusikan didaerah yang menjadi wilayahnya. Apabila diatur melalui alokasi, tentu saja menjadi lebih terorganisir dan jelas soal pendistribusian yang merata sehingga tidak terjadi kecemasan di masyarakat akan isu kelangkaan.

Pertamina Tambah Jam Operasional SPPBE P.Layang.
Pertamina sangat serius dalam hal pelayanan, oleh karenanya Pertamina telah menambah jam kerja operasional SPPBE P.Layang sampai jam 23.00 wib atau sampai jam sebelas malam. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar tetap dapat memperoleh isi ulang LPG 3kg. Selain itu Pertamina juga membuka kesempatan bagi para pengusaha atau investor untuk membuka peluang bisnis baru dengan membangun SPPBE baru di wilayah Sumsel. Hal ini dilakukan Pertamina demi ketersediaan suplai dan kelancaran distribusi LPG khususnya LPG 3kg di wilayah Sumsel.


Jumat, 20 Maret 2009

Penyesuaian Harga Jual Tabung + Isi LPG 3 kg

Penyesuaian Harga Jual Tabung + Isi LPG 3 kg

Baru-baru ini terdengar kabar bahwa harga jual LPG jenis LPG 3 kg akan mengalami kenaikan harga, tentu hal ini langsung mendapatkan respon dan tanggapan terutama soal keberatan terhadap naiknya harga jual LPG 3 kg tersebut. Dengan demikian Pertamina dalam hal ini Pertamina Pemasaran Sumbagsel merasa perlu untuk memberikan penjelasan agar tidak terjadi salah persepsi di masyarakat sebagai berikut :
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) No.Kpts.003/F10500/2008-S3 pada tanggal 11 Maret 2009 dari Vice President Gas Domestik PT PERTAMINA (PERSERO) tentang Harga Jual Tabung LPG Ukuran 3 KG yang akan diberlakukan mulai tanggal 16 Maret 2009 adalah sebagai berikut :
1. bahwa untuk meningkatkan kompetensi bisnis LPG, dibutuhkan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang menjadi unit bisnis yang mampu mendatangkan profit.
2. Dengan adanya kenaikan komponen bahan baku tabung LPG, maka untuk tetap dapat mempertahankan kemampuan dan kegiatan perusahaan diperlukan upaya-upaya penyesuaian yang dapat dipertanggungjawabkan.
3. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen melalui perbaikan kinerja yang meliputi kualitas, penampilan, dan ketersediaan tabung bagi konsumen maka dipandang perlu untuk mengadakan penyesuaian harga jual tabung LPG ukuran 3 kg.

Dengan demikian maka harga jual tabung LPG 3 kg adalah sebesar Rp. 147.000,- (Seratus Empat Puluh Tujuh Ribu Rupiah) dan harga jual ini berlaku sampai radius maksimal 60 km dari depot pengisian dan atau dari depot suplai point LPG PT PERTAMINA (PERSERO). Apabila lebih dari jarak yang ditentukan maka akan ditambahkan biaya sesuai dengan ongkos angkut dan dihitung berdasarkan kelebihan jarak kilometer (km) diluar radius 60 km yang ditetapkan oleh Manajer Gas Domestik Region setempat.

Namun dari keputusan untuk menaikkan harga jual tabung LPG 3 kg ini, ada beberapa hal yang justru penting untuk dimengerti dan dipahami oleh masyarakat adalah :
1. Harga jual gas/isi LPG 3 kg tidak berubah dan tetap di harga Rp.4.250,-/kg atau sama dengan Rp.12.750,-/3kg.
2. Penyesuaian harga ini tidak berlaku kepada Paket Konversi LPG 3 kg yang didistribusikan kepada masyarakat yang berhak mendapatkan paket konversi sesuai dengan syarat dan program Pemerintah dalam Program Konversi Energi.
3. Harga baru tersebut berlaku untuk pembelian tabung+isi baru LPG 3kg diluar paket konversi dengan estimasi harga eks agen adalah Rp.147.000,- + Rp.12.750,- = Rp. 159.750,- (Seratus Lima Puluh Sembilan Ribu Tujuh Ratus Lima Puluh Rupiah) dalam jarak 60 km.

Sehingga dengan demikian sudah jelas bahwa penerapan harga jual baru tersebut diterapkan untuk masyarakat yang bukan penerima paket konversi namun ingin membeli dan menggunakan tabung LPG 3 kg. Tentu saja bagi mereka yang bukan penerima paket konversi dianggap lebih mampu dan dapat memberikan kontribusi bagi kelancaran bisnis LPG itu sendiri, mengingat LPG 3 kg (refill) juga diperjualbelikan secara bebas di luar paket konversi yang dicanangkan oleh Pemerintah. Terima Kasih.

Pertamina Amankan Suplai BBM selama Pemilu

Optimis Hadapi Pemilu Legislatif,
Pertamina Pemasaran Sumbagsel Estimasikan Kebutuhan BBM

Pemerintah telah menetapkan mulainya masa kampanye dalam rangka Pemilu Legislatif ataupun Pemilu untuk untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di tingkat legislatif dan menjadi wakil rakyat untuk mengutamakan kepentingan rakyat. Sebelumnya marak sekali atribut kampanye baik berupa poster dan baliho yang menghiasi setiap sudut kota dalam rangka memperkenalkan diri masing-masing calon legislatif yang berusaha untuk mendapatkan sebanyak mungkin dukungan dan dipilih untuk menjadi wakil rakyat pada saat pemilu nanti. Masing-masing dengan visi dan misi yang berbeda serta dengan slogan yang juga berbeda untuk membangkitkan semangat dan menarik perhatian masyarakat.
Pertamina sebagai salah satu perusahaan migas khususnya Pertamina Pemasaran Sumbagsel yang berkedudukan di Propinsi Sumatera Selatan juga menjadi saksi semaraknya pesta demokrasi yang sedang berjalan. Namun ada hal lain selain kesemarakan pesta demokrasi tersebut yang juga harus menjadi perhatian Pertamina, yaitu ketersediaan BBM terutama Premium dan Solar di SPBU dalam rangka melayani kebutuhan BBM tidak hanya bagi masyarakat umum, namun juga bagi mereka yang berkampanye. Tentu saja proses kampanye yang menggunakan kendaraan bermotor turut menambah volume konsumsi BBM lebih besar dari hari-hari biasa saat tidak ada kampanye pemilu.
Oleh karena itu Pertamina Pemasaran Sumbagsel telah mengambil satu langkah kedepan untuk menghadapi jalannya proses pemilu legislatif di wilayah kerjanya dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan BBM dan menghilangkan kekhawatiran masyarakat akan ketidaktersediaan BBM pada masa kampanye.
Pertamina Pemasaran Sumbagsel membuat rolling estimate kebutuhan BBM khususnya Premium dan Solar untuk bulan Maret dan April guna menghadapi pemilu legislatif. Rolling estimate atau biasa disebut estimasi kebutuhan BBM ini adalah sebuah strategi untuk memperkirakan berapa volume BBM yang dibutuhkan dalam masa pemilu legislatif tersebut. Tentu saja estimasi ini tetap didasarkan pada penentuan kuota tahunan BBM untuk wilayah Pertamina Pemasaran Sumbagsel dengan asumsi kuota per bulan dibandingkan dengan perkiraan kebutuhan BBM terutama di bulan Maret dan April.

Propinsi Sumatera Selatan (dalam KL)
Jenis BBM---Kuota 2009---Kuota / bulan---Est. Maret---Est. April
Premium        551.546           45.962                   46.190           47.310
Solar               418.197            34.849                  35.900           36.200

Propinsi Jambi (dalam KL)
Jenis BBM----Kuota 2009---Kuota / bulan--Est. Maret--Est. April
Premium         284.265            23.688               20.150         19.500
Solar                 216.291             18.024               19.220          18.600


Propinsi Bengkulu (dalam KL)
Jenis BBM----Kuota 2009---Kuota / bulan--Est. Maret--Est. April
Premium         139.102            11.591                  10.430          10.430
Solar                 56.198               4.683                 4.770             4.750

Propinsi Lampung (dalam KL)
Jenis BBM----Kuota 2009---Kuota / bulan--Est. Maret--Est. April
Premium         519.055             43.254                37.950         38.550
Solar                400.371             33.364               33.600         33.300

Propinsi Bangka Belitung (dalam KL)
Jenis BBM----Kuota 2009---Kuota / bulan--Est. Maret--Est. April
Premium        180.252             15.021                 13.460         13.489
Solar                152.035             12.669                16.686          16.536
     
Pertamina Pemasaran Sumbagsel dengan demikian menyatakan optimis untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik dalam rangka memenuhi kebutuhan BBM di wilayah kerjanya dalam rangka menghadapi pemilu legislatif yang saat ini sedang berlangsung dan tengah memasuki masa kampanye. (Rob)

Minggu, 22 Februari 2009

PERTAMAX TURUN HARGA..


Harga Pertamax turun menjadi Rp.6.100,- per Liter

Sesuai dengan harga minyak mentah di pasaran dunia yang terus berubah, maka Pertamina juga menyesuaikan harga jual BBMnya terutama harga jual BBM dengan harga keekonomian (non subsidi).
Per tanggal 15 Februari pukul 00.00 wib, Pertamina telah menurunkan harga Bahan Bakar Khusus jenis Pertamax dari harga awal Rp.6.300,- per Liter menjadi Rp.6.100,- per Liter untuk wilayah Propinsi Sumatera Selatan.
Harga baru ini disesuaikan dengan harga keekonomian Pertamax dan diharapkan dengan harga baru yang tidak terlalu tinggi selisih harga dengan Premium, dapat meningkatkan penjualan Pertamax di masyarakat.
Hal ini sangat beralasan karena dari sisi spesifikasi dan kualitas BBM, Pertamax memiliki Ratio Octan Number (RON) yang lebih tinggi dari Premium sehingga memiliki pembakaran yang lebih sempurna dan ramah lingkungan. Tentu saja hal ini akan lebih memanjakan kendaraan konsumen selain mendukung kebijakan ramah lingkungan.
Pertamax sendiri memang ditujukan kepada pengguna kendaraan bermotor yang menginginkan kesempurnaan kerja mesin dan performa yang maksimal dari kendaraannya, namun tentu saja Pertamax juga dapat digunakan bagi pengendara kendaraan secara umum baik kendaraan keluaran tahun lama ataupun produksi baru.
Pertamax memberikan kepuasan lebih bagi pengendara kendaraan yang ingin berkendara dengan nyaman, aman, dan ramah lingkungan.

Senin, 02 Februari 2009

Pertamina-Polda Sumsel Tandatangani MOU Pengamanan


Pertamina Pemasaran Sumbagsel
Tandatangani MOU Pengamanan dengan Polda Sumsel

Pertamina sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bertanggungjawab akan Distribusi BBM di Indonesia sampai saat ini adalah aset vital nasional yang harus dijaga dan dijauhkan dari berbagai ganguan agar dapat beroperasi dan berkinerja dengan baik.
Belajar dari pengalaman yang sangat berharga yaitu terbakarnya Depo BBM Pertamina Plumpang di Jakarta Utara menunjukkan bahwa tidak hanya aspek pengamanan yang perlu ditingkatkan, namun juga aspek kedaruratan dari aset-aset yang dimiliki Pertamina juga harus maksimal. Penandatanganan MOU ini adalah salah satu langkah nyata dari inisiatif bersama antara Pertamina dengan POLRI baik dari level pusat sampai ke daerah. Beberapa waktu yang lalu Pertamina Pemasaran Sumbagsel menyatakan bahwa pengamanan dan pengawasan aset lebih dioptimalkan mengingat himbauan langsung Presiden SBY terkait kasus Plumpang.
Penandatanganan MOU ini adalah pembaharuan dari MOU yang sebelumnya telah ditandatangani mengenai hal yang sama di tahun 2004. Penandatanganan MOU ini juga melibatkan Pertamina Refinery Unit III Plaju dan BP Migas yang menaungi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bisnis eksplorasi migas. Proses penandatanganan mengambil tempat di Hotel Horizon Palembang yang langsung dihadiri oleh Kapolda Sumsel, Ito Sumardi DS, GM Pertamina Pemasaran BBM Retail Region II, Hasto Wibowo, GM Refinery Unit III dan Perwakilan BP Migas.
MOU tersebut berisikan mengenai berbagai aspek yang diatur dalam rangka melaksanakan pengamanan atau yang dikenal dengan Pedoman Pelaksanaan (Domlak) Pengamanan Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi di lingkungan Pertamina. Tentunya MOU ini adalah awal dari kerjasama yang akan dilaksanakan kemudian. MOU sendiri bermaksud untuk memberikan gambaran tentang penyelenggaraan pengamanan bersama antara Polda Sumsel dengan Pertamina dan bertujuan untuk agar tercipta persamaan persepsi, kesamaan pola piker, pola sikap dan pola tindak dalam pelaksanaan tugas pengamanan bersama guna mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif dan terkendali.
Pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi dan bila perlu mengambil tindakan atas berbagai bentuk ancaman yang dirumuskan antara lain sebagai kejahatan Konvensional (pencurian, penganiyaan, pengrusakan, penyerobotan, pembakaran, penculikan, pembunuhan, pemerasan, penggelapan dan penipuan), kejahatan Transnasional (terorisme, sabotase, perampokan terhadap tanker, penyelundupan), kejahatan yang berimplikasi Kontijensi (kerusuhan massa, penjarahan, dan blockade besar-besaran), Masalah Sosial baik internal maupun eksternal seperti unjuk rasa, ataupun Kecelakaan baik kecelakaan kerja maupun lalu lintas, dan hal lain yang berkenaan yang diatur kemudian demi lancarnya kegiatan operasi dalam bidang migas.
Diharapkan dengan terlaksananya kerja sama yang dilandasi dengan MOU ini dapat mewujudkan keamanan dan rasa nyaman serta kondusif bagi proses pengusahaan migas yang ada di wilayah Propinsi Sumsel dan tentunya masuk wilayah Polda Sumsel.