Kamis, 17 Juni 2010

Tanggapan PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II

Tanggapan PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II

 

PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pemasaran BBM Retail Region II Palembang dalam hal ini sebagai Principal dan Perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM bersubsidi di wilayah Sumbagsel, termasuk Propinsi Sumatera Selatan menganggap perlu untuk memberikan klarifikasi dan informasi yang diperlukan oleh masyarakat melalui media massa sehubungan dengan pemberitaan yang dimuat.

 

Berikut beberapa point penting yang dapat kami sampaikan kepada Saudara untuk melengkapi dan memenuhi kaidah “Cover Both Side” dalam penulisan berita mengenai hal tersebut sekaligus sebagai klarifikasi resmi dari kami,

 

  1. Tingginya harga BBM yang mencapai level Rp.8.000/ liter adalah harga di kalangan pengecer yang berada di luar kewenangan Pertamina untuk mengatur karena berlaku hukum ekonomi.
  2. Hal ini terjadi akibat banyaknya pembelian BBM di SPBU dengan menggunakan jerigen yang dilengkapi dengan surat rekomendasi. Pada dasarnya SPBU dilarang melayani pembelian BBM menggunakan jerigen kecuali memiliki ijin/rekomendasi dari Instansi yang berwenang. Kecenderungan ini hanya terjadi di lokasi yang diberitakan terjadi kelangkaan (Bengkulu Utara, Lebong, dan Seluma) sedangkan tdk terjadi di wilayah Bengkulu pd umumnya
  3. Praktek pembelian BBM ini menjadi marak dikarenakan banyaknya spekulan yang mengambil keuntungan dari jual beli BBM secara eceran dengan harga yang lebih tinggi dari harga jual di SPBU.
  4. Penyaluran BBM dari Depot Pertamina Bengkulu saat ini telah melebihi dari jumlah kebutuhan BBM yang ada. Hal ini terlihat dari rata-rata penyaluran Premium di Bulan Mei sebesar 476 KL/hr dari kebutuhan normal 450 KL/hr dan penyaluran Solar sebesar 170 KL/hr dari kebutuhan normal 160 KL/hr. Sementara dari sisi suplai saat ini dapat dikatakan bahwa kondisi suplai BBM di Depot Pertamina Bengkulu dalam keadaan aman dan normal dengan Coverage Day/Ketahanan Stock untuk Premium selama 6,5 hari dan untuk Solar selama 4,6 hari.
  5. Pertamina telah berkordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Kepolisian setempat untuk melakukan pengawasan dan pengaturan serta pembatasan pembelian dengan jerigen agar BBM tidak menjadi langka dan justru banyak di pengecer.
  6. Pembatasan pembelian BBM yang dilakukan di SPBU ( 2 liter untuk motor & 20 liter untuk mobil) memang dilakukan atas inisiatif Pihak Kepolisian (Reskrim Lebong) karena ada indikasi setelah jerigen dibatasi, spekulan beralih dengan cara melakukan pengeritan BBM di SPBU (pengeritan=pembelian berkali-kali di SPBU dengan menggunakan kendaraan bermotor).
  7. Untuk wilayah Bengkulu, jumlah SPBU yang tersedia dianggap cukup dengan kebutuhan BBM yang ada dengan penentuan lokasi SPBU tersebar merata (Bengkulu Utara 4 SPBU, Rejang Lebong 3 SPBU, Lebong 1 SPBU, dan Seluma 2 SPBU).
  8. Berdasarkan pengamatan terakhir hari ini penyaluran SPBU dalam kondisi normal dan tidak terjadi antrian yang padat/rush.
  9. Pertamina senantiasa meningkatkan kordinasi dan komunikasi dengan baik dengan Instansi Pemerintah maupun Kepolisian untuk bersama-sama memberikan kenyamanan dan ketersediaan BBM bagi masyarakat pada umumnya dan konsumen di Bengkulu pada khususnya.Demikian kami sampaikan dan besar harapan kami bahwa release ini dapat menjadi acuan dan informasi untuk dimuat sebagai tanggapan kami atas pemberitaan yang dimuat. Terima Kasih

 Ast.Man External Relation

Roberth MV

Senin, 14 Desember 2009

Press Release Pertamina Pemasaran BBM Retail Region II

 

“SECURITY OF SUPLAI” 

JELANG NATAL DAN TAHUN BARU 2009 - 2010

 

Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) mengalami peningkatan diakhir tahun. Demi menjaga kelancaran dan kenyamanan masyarakat saat menghadapi moment akhir tahun,  Pertamina Pemasaran Sumbagsel telah menyiapkan berbagai strategi dan persiapan demi menjaga dan memberikan jaminan ketersediaan BBM maupun Gas LPG yang ada di wilayah kerjanya (meliputi 5 Propinsi : Jambi, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, terutama Sumatera Selatan).


Adapun berbagai persiapan tersebut antara lain :


Dari Sisi Retail BBM :

1.      Berkoordinasi dengan SPBU untuk memantau ketersediaan stok BBM di SPBU dan menerima laporan dan keluhan serta permintaan apabila terjadi indikasi lonjakan konsumsi BBM di SPBU dan menyebabkan stok kritis di SPBU. Terdapat 124 SPBU di Sumsel yang akan dimonitor baik kondisi stok maupun suplainya melalui SATGAS yang segera bertugas mulai menjelang Natal sampai Tahun Baru 2010.

2.      Berdasarkan kuota BBM bersubsidi di Sumsel untuk tahun 2009 sebesar 551.890 diprediksi akan ada kenaikan konsumsi di bulan Desember baik solar maupun premium. Untuk Solar diperkirakan konsumsinya akan naik sebesar 2 persen dan premium akan naik sebesar 6 persen dari total kuota 2009.

3.      Berkordinasi dengan fungsi Suplai dan Distribusi (internal Pertamina) untuk lebih mengamankan dari sisi Suplai dan Distribusi BBM.

4.      Menghimbau dan meminta kepada Pihak Pengusaha SPBU untuk berkordinasi dengan Pihak Kepolisian dalam rangka meningkatkan keamanan di SPBU.

5.      Menghimbau dan meminta kepada SPBU untuk dapat beroperasi 24 jam terutama bagi SPBU agar masyarakat tidak kesulitan dalam mengisi BBM.


Dari Sisi Suplai dan Distribusi :

1.     Menyiapkan strategi alih suplai dengan menggunakan mobil tanki apabila di disalah satu depot atau wilayah kerjanya mengalami penipisan stok BBM akibat peningkatan konsumsi yang signifikan.

2.     Total armada tangki yang digunakan untuk angkutan BBM di wilayah Sumsel sebanyak 69 tanki yang terdistribusi 56 dari Depot Kertapati dan 13 dari Depot Lubuk Linggau.

3.     Apabila diperlukan akan melakukan penambahan pola angkut melalui mobil tanki untuk menambah kehandalan angkutan BBM via darat.

4.     Dalam kondisi emergency, mobil tanki industri dapat dikerahkan untuk ikut mengangkut BBM bersubsidi demi kelancaran suplai BBM.

5.     Menerapkan Built Up Stock di depot-depot agar meningkatkan ketahanan stok BBM di depot.

6.     Untuk saat ini ketahanan stok (Safe Capacity) BBM baik premium, solar dan avtur dalam kondisi aman. Untuk Premium ketahanan stok mencapai 14 hari, Solar selama 11 hari dan avtur berada di atas 15 hari.

7.     Jika diperlukan menambah jam kerja pelayanan di depot sampai malam hari apabila dibutuhkan untuk menyelesaikan pelayanan penyaluran BBM pada hari itu juga.


Dari sisi Pertamax :

 

1.      Pertamax sebagai produk BBM non subsidi saat ini mengalami kenaikan permintaan yang cukup pesat. Hal ini terlihat dari peningkatan permintaan total permatax di Sumsel mencapai lebih dari 200 persen. Data permintaan pertamax tahun 2008 sebanyak 3.165 KL  dan diprediksi hinga akhir 2009 permintaan akan pertamax akan mencapai lebih dari 6.500 KL

2.      Hal ini menunjukkan animo positif masyarakat Sumsel akan penggunaan bahan bakar yang berkualitas tinggi ini.

3.      Guna Meningkatkan penjualan pertamax, Pertamina terus melakukan promosi. Untuk Akhir tahun pertamina menggelar promo beli pertamax berhadiah motor khusus di dua SPBU COCO milik Pertamina di wilayah Sumsel.


Dari Sisi Gas Domestik (Gas LPG) :

 

1.      Untuk saat ini serapan konsumsi LPG terhadap produksi gas baru berkisar 60%, Gas Domestik memberikan jaminan ketersediaan stok LPG kepada masyarakat.

2.      Mendatangkan 2 unit kendaraan/mobil G-Serve yang akan mobile dan meninjau langsung ke lokasi apabila terdapat laporan dari masyarakat adanya kelangkaan atau kesulitan dalam mendapatkan LPG.

3.      Saat ini sudah terdapat 4 SPPBE yang beroperasi di Sumsel sehingga kondisi suplai dan distribusi menjadi lebih terjamin. Ke empat SPPBE tersebut antara lain Depot LPG Pulo Layang,  SPPBE Kalindo Palembang, SPPBE Sumber Gas Sukses (Khusus pengisian tabung 3 kg) Palembang, dan  SPPBE Badar Musi Mulia Lubuk Linggau.

 

Pertamina membuka jaringan komunikasi yang seluas-luasnya bagi Masyarakat khususnya dan bersama instansi terkait seperti Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan Media serta Instansi lainnya untuk bersama mengawasi distribusi BBM di wilayah Sumatera Selatan agar tidak terjadi penyelewengan yang menyebabkan Masyarakat menjadi kesulitan untuk memperoleh BBM dalam rangka menikmati saat-saat menjelang Natal dan pergantian tahun dari 2009 ke 2010.

Demikian beberapa strategi dan langkah-langkah antisipasif yang disiapkan oleh Pertamina dalam rangka mengamankan ketersediaan BBM menjelang puasa dan lebaran sesuai dengan tema Pertamina di Tahun 2009 yaitu ”Security of Supply”.

 

Pemasaran BBM Retail Region II

External Relation




 

Jumat, 16 Oktober 2009

Penyesuaian Harga Jual LPG

Penyesuaian Harga Jual LPG

Kemasan 6 Kg, 12 Kg, dan 50 Kg

 

            Harga jual LPG saat ini masih dirasakan belum susai dengan harga jual LPG yang diterapkan di pasar internasional maupun di kawasan Asia atau yang biasa kita kenal dengan Harga Keekonomian. Saat ini harga LPG Kemasan 6 Kg, 12 Kg, dan 50 Kg masih dibawah harga keekonomian yang menjadi beban Pertamina (dianggap barang bersubsidi) walaupun subsidi tersebut ditanggung Pertamina dan bukan oleh Pemerintah. Pertamina melakukan subsidi silang (menyisihkan laba / pendapatan dari hasil Penjualan produk Pertamina yang lain untuk menutup kerugian atas harga jual LPG). Tentu saja keadaan ini tidak bisa terus menerus dilakukan mengingat posisi Pertamina sudah bukan lagi perusahaan negara namun telah berubah menjadi PT Pertamina (PERSERO) yang dituntut untuk dapat mandiri dan menghasilkan deviden yang selalu meningkat setiap tahunnya untuk disetorkan kepada Pemerintah sebagai salah satu sumber APBN. Oleh karenanya Pertamina mengusulkan kepada Pemerintah untuk melaksanakan penyesuaian harga jual LPG diluar harga jual LPG kemasan 3 Kg yang telah ditanggung oleh Pemerintah subsidinya. Seiring dengan waktu Pertamina telah mengantongi izin untuk memberlakukan penyesuaian harga jual LPG tersebut.

            Sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga No.057/F00000/2009-S3, No.059/F00000/2009-S3 dan No.061/F00000/2009-S3 tanggal 01 Oktober 2009 ditetapkan menjadi sbb :

 

Komponen

Kemasan

Unit

6 Kg

12 Kg

50 Kg

Harga Jual Eks Agen

5.850,-

5.850,-

7.355

Rp / Kg

Harga Jual Eks Agen

35.100,-

70.200,-

367.750,-

Rp / Tabung

 

Harga jual ini berlaku mulai tanggal 10 Oktober 2009 sesuai dengan surat tersebut diatas dalam radius 60 km, apabila titik serah berada diluar radius tersebut maka tambahan biaya angkutan disesuaikan dengan ketentuan biaya angkutan dalam Surat keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

 

Demikian diharapkan dengan penyesuaian harga jual ini dapat meningkatkan pelayanan Pertamina dan meringankan beban kerugian yang selama ini ditanggung oleh Pertamina sampai nanti pada saat harga jual LPG telah sesuai dengan harga keekonomian.

 

Masyarakat pengguna LPG 3 Kg atau sebagai penerima Paket Konversi LPG 3 Kg tidak perlu cemas karena kenaikan harga jual LPG ini tidak berlaku bagi harga jual LPG 3 Kg yang sampai saat ini kebijakannya dipegang oleh pemerintah dalam hal penentuan harga jual.

Rabu, 30 September 2009

PERTAMINA SUKSES AMANKAN SUPLAI BBM LEBARAN 2009

PERTAMINA SUKSES AMANKAN SUPLAI BBM LEBARAN 2009

Konsumsi BBM H-7 ke H+7 Tertinggi Antara 29 % - 102 %,

Terfokus di Jambi, Sumsel, dan Lampung

 

Pertamina Pemasaran BBM Retail Region II Sumbagsel telah membuktikan keseriusannya sekaligus menepati janjinya kepada masyarakat Sumsel khususnya dan kepada masyarakat umum yang menggunakan Jalur Lintas Sumatera Bagian Selatan untuk tidak perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan BBM dalam masa puasa dan idul fitri. Masyarakat pengguna transportasi darat baik kendaraan umum maupun pribadi tidak mengalami kendala maupun hambatan berarti yang dikarenakan oleh ketidaktersediaan BBM di SPBU sepanjang jalur mudik di wilayah kerja Pertamina Pms.BBM Retail Region II.

Pertamina telah melakukan persiapan matang dengan berbagai skenario alternatif sampai dengan emergency untuk memberikan pelayanan maksimal dalam mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah kerjanya terutama di jalur-jalur yang dilalui oleh pemudik maupun saat arus balik nantinya.

Persiapan dengan penambahan jam kerja pelayanan depot bbm, penambahan mobil tanki bbm, pembinaan personel, serta terutama pembentukan Satgas BBM dinilai cukup efektif dan efisien untuk memonitor dan berkordinasi dengan instansi terkait serta lembaga penyalur BBM untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam rangka menikmati saat mudik dan berlebaran.

Pertamina sebelumnya mengestimasi bahwa kenaikan konsumsi signifikan BBM diprediksi akan terjadi di H-7 sampai H+7 dengan kenaikan berkisar antara 30-50% dari konsumsi perharinya. Ternyata diluar dugaan kenaikan yang terjadi di satu hari titik konsumsi tertinggi sampai pada level 57% di Lampung, 76% di Sumsel, bahkan mencapai 102% untuk konsumsi premium di wilayah Jambi. Sedangkan untuk solar justru tidak terjadi lonjakan konsumsi yang signifikan dengan angka menunjukkan 23% di Jambi, 29% di Sumsel, dan tertinggi 39% di Lampung. Namun Pertamina telah siap dan memiliki langkah strategis yang ditujukan untuk tetap mencukupi kebutuhan BBM bagi masyarakat selama masa liburan dan cuti Lebaran.

Realisasi H-7 – H+7 2008 VS 2009

Walaupun terjadi peningkatan yang cukup signifikan di tahun 2009, namun Pertamina mencatat bahwa apabila dibandingkan dengan tahun 2008, tidak terjadi peningkatan yang cukup besar untuk konsumsi BBM pada saat lebaran.

Hal ini dihitung dengan membandingkan realisasi selama H-7 – H+7 di 2008 VS 2009 dengan hasil sebagai berikut :

  • Untuk Sumsel (Premium) rata-rata konsumsi harian selama lebaran 2008 sekitar 1.772  KL berbanding 1.871 KL di 2009 dengan peningkatan sekitar 6% sedangkan (Solar) di tahun 2008 sekitar 872 KL berbanding 885 KL di 2009 dengan peningkatan hanya sekitar 1%.
  • Untuk Lampung (Premium) rata-rata konsumsi harian selama lebaran 2008 sekitar 1.884  KL berbanding 1.988 KL di 2009 dengan peningkatan sekitar 5% sedangkan (Solar) di tahun 2008 sekitar 684 KL berbanding 859 KL di 2009 dengan peningkatan hanya sekitar 26%.
  • Sedangkan untuk Jambi (Premium) rata-rata konsumsi harian selama lebaran 2008 sekitar 667  KL berbanding 984 KL di 2009 dengan peningkatan sekitar 48% sedangkan (Solar) di tahun 2008 sekitar 321 KL berbanding 408 KL di 2009 dengan peningkatan hanya sekitar 27%.
  • Secara keseluruhan Sumbagsel (Jambi, Sumsel, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung) untuk Premium rata-rata konsumsi harian selama lebaran 2008 sekitar 5.207  KL berbanding 5.906 KL di 2009 dengan peningkatan sekitar 13% sedangkan (Solar) di tahun 2008 sekitar 2600 KL berbanding 2815 KL di 2009 dengan peningkatan hanya sekitar 8%.

 

Pertamina berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bijak menggunakan BBM secara hemat dan juga kepada seluruh instanti seperti Kepolisian dan Mitra Bisnis Pertamina serta Media yang telah bekerja sama dan bahu membahu demi kelancaran dan ketersediaan BBM bagi masyarakat saat Lebaran.

 

 

Regards,

 

Roberth MV

 

 

Minggu, 13 September 2009

PERTAMINA PEDULI DHUAFA

Pertamina Peduli Untuk Sumbagsel

412 juta dalam bentuk 4 Program sambut Idul Fitri 1430 H

 

Pertamina selaku corporate selain orientasi profit  juga berkomitmen untuk bagaimana secara terus menerus memberikan manfaat dan kontribusi yang besar kepada masyarakat luas terutama kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan.  Sebagai BUMN yang menjadi kebanggaan bukan hanya stake holder internal tetapi masyarakat Indonesia, momen Ramadhan dan hari raya Idul Fitri menjadi saat yang tepat bagi Pertamina untuk membuktikan kemanfaatannya lewat program Pertamina Peduli.

Menyambut hari raya Idul Fitri 1430 H, PT. Pertamina (Persero) Pemasaran Retail Region II menunjukkan kepeduliannya lewat berbagai bentuk berbagai program. Mulai dari bentuk pemberian bingkisan Hari Raya Idul Fitri 1430 H bagi masyarakat yang kurang mampu, pemberian bingkisan khusus untuk sopir dan kenek tangki BBM, serta bantuan langsung ke panti sosial serta berpartisipasi besar dalam menyuksaeskan pasar murah yang diselenggarakan Disperindag. Total dana yang digelontorkan untuk program Pertamina Peduli di PT Pertamina (Persero) Tahun ini mencapai 2009 sebesar 412 juta.

Pemberian bingkisan ini merupakan wujud kepedulian Pertamina kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan dan diharapkan bisa menambah kebahagiaan menyambut hari kemenangan paket ini dilakukan di setiap depot utama dan kantor unit pemasaran region II.  Jumlah total paket yang dibagikan di seluruh depot (9 Depot dan 1 SPPBE) dan kantor unit sebanyak 2.000 bingkisan dengan total dana sebesar Rp 210 juta. Pemberian bingkisan ini diutamakan untuk masyarakat sekitar yang kurang mampu. Pelaksanaan pembagian sendiri digelar dimasing masing depot dan kantor Unit PT Pertamina (Persero) Pemasaran Retail Region II dengan masing masing depot mandapat 150-300 bingkisan tergantung jumlah dan kondisi masyarakat.

Dalam bingkisan yang diberikan Pertamina berisi bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, dan sarden.  Khusus untuk Kantor Pertamina Pemasaran Retail Region II dibagikan sebanyak 300 bingkisan. Pelaksanaan pembagian sendiri secara simbolis dilaksanakan di kantor Kantor Pertamina Pemasaran Region II, Sabtu (12/9).

Pertamina juga memberikan perhatian dan rasa kepedulian kepada mitra kerjanya dalam hal ini sopir dan kenek mobil tanki yang sangat berjasa dalam mengantarkan BBM dan memikul tanggungjawab besar akan keamanan dan stabilitas suplai serta pengiriman yang tepat waktu. Untuk itu Pertamina juga memberikan bingkisan hari raya Idul Fitri 1430 H kepada 488 sopir dan kenek mobil tanki dengan jumlah total bantuan sebesar Rp.45.140.000,-

Tidak hanya itu dalam kesempatan kali ini juga Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina Pemasaran Retail Region II melalui Badan Amil Zakatnya (Bazma) juga menyerahkan secara simbolis bantuan 37 lembaga dengan total bantuan kurang lebih Rp 37 juta. Lembaga penerima tersebut antara lain 28 panti asuhan, 5 masjid/ langgar, da 4 sisanya dari yayasan panti jompo, Perguruan Islam, Forum Persatuan Umat Sumsel, dan satu Madrasah Tsanawiyah (MTs).

        Pertamina menyadari betul bahwa Pertamina sangat dekat dengan masyarakat dan juga Pemerintah Daerah, oleh karenanya pertamina juga berpartisipasi dalam kegiatan pasar murah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Propinsi Sumsel dengan menyediakan beras murah sebanyak 60 Ton dan bernilai sekitar 120 juta rupiah.

             Diharapkan dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1430 H ini Pertamina dapat lebih mewujudkan kepeduliannya kepada masyarakat dan sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan harapan bahwa masyarakat dapat juga merasa memiliki Pertamina dan bekerja sama dalam rangka mengawasi suplai dan Distribusi produk Pertamina serta membantu mengamankan Pertamina sebagai asset negara dan asset seluruh masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan.**

 

Regards,

Roberth MVD

Rabu, 12 Agustus 2009

Pertamina Sumbang 2000 Kacamata Gratis (CSR)


Bright with Pertamina
Kacamata Gratis untuk 2000 Siswa Sekolah



PALEMBANG. Gubernur Sumsel, Alex Noerdin dan General Manager Pertamina Pemasaran BBM Retail Region II, Hasto Wibowo menyerahkan secara simbolis 2.000 kacamata gratis kepada siswa-siswi di wilayah Palembang dan Prabumulih (Jumat, 14 Agustus 2009 bertempat di RS Mata Palembang). Kacamata tersebut dibagikan kepada siswa-siswi SD dan SMP yang mengalami gangguan penglihatan dan berasal dari keluarga kurang mampu. 
Pemberian kacamata tersebut merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) “Bright with Pertamina”, yaitu program yang bertujuan membantu pemerintah untuk meningkatkan kesehatan mata anak usia sekolah. 
Selama sebulan terakhir, Pertamina bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Propinsi Sumsel dan Yayasan Peduli Kemanusiaan melakukan pemeriksaan mata di SD dan SMP yang berada di sekitar unit operasi Pertamina di Kota Palembang dan Prabumulih. Pemeriksaan dilakukan oleh para optisian dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumsel dan RS Khusus Mata Masyarakat Palembang. Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan bahwa ada ribuan anak yang menderita gangguan penglihatan tanpa disadari sebelumnya, bahkan banyak pula diantaranya yang menderita gangguan penglihatan dalam taraf memprihatinkan. 
Gangguan penglihatan memang seringkali dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Padahal, mata yang tidak berfungsi dengan baik akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi bagi anak-anak usia sekolah, mata yang sehat merupakan modal penting untuk dapat belajar dengan baik. 
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa Indonesia menempati urutan pertama negara di Asia Tenggara dengan angka kebutaan tertinggi, yakni hingga 1,5%. 10% anak usia sekolah (5-19 tahun) menderita kelainan refraksi dan angka pemakaian kacamata koreksi masih rendah yaitu 12,5% dari kebutuhan. Ini merupakan masalah sosial, sehingga penanggulangannya harus komprehensif, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat luas. 
Untuk itulah, dikatakan Hasto Wibowo, Pertamina melalui program “Bright with Pertamina” berupaya berpartisipasi membantu pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan mata anak usia sekolah. Program ini dilakukan di propinsi-propinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, dengan total 11.000 kacamata. 
Pertamina sebagai perusahaan miliki bangsa, selalu concern terhadap masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Ia berharap partisipasi Pertamina ini dapat mendukung mewujudkan generasi muda Sumatera Selatan yang sehat, cerdas, produktif dan mandiri. 



PT Pertamina (Persero)
Pemasaran BBM Retail Region II
External Relation



Pertamina Amankan Kebutuhan BBM Sambut Puasa dan Idul Fitri 1430 H

Pertamina Amankan Kebutuhan BBM 
Sambut Puasa dan Idul Fitri 1430 H

Tanpa terasa kita segera menyambut Bulan Suci Ramadhan 1430 Hijriah yang dimulai pada pertengahan bulan Agustus sampai dengan September saat kita merayakan Idul Fitri 1430 H. PT Pertamina (PERSERO) Pemasaran Sumbagsel mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa kepada seluruh masyarakat Sumatera bagian Selatan.
Adapun demi kelancaran dan kenyamanan masyarakat dalam menjalani bulan suci menyambut hari kemenangan nantinya, Pertamina Pemasaran Sumbagsel telah menyiapkan berbagai strategi dan persiapan demi menjaga dan memberikan jaminan ketersediaan BBM maupun Gas LPG yang ada di wilayah kerjanya (meliputi 5 Propinsi : Jambi, Sumsel, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung).
Persiapan yang telah dilakukan oleh Pertamina Pemasaran Sumbagsel adalah sebagai berikut :

Dari Sisi Retail BBM :
1. Dibentuk SATGAS yang efektif mulai dari H-7 sampai H+7 untuk setiap hari memantau perkembangan konsumsi BBM terutama di SPBU dan ketersediaan stok di Depot-Depot BBM Pertamina.
2. Berkordinasi dengan SPBU untuk memantau ketersediaan stok BBM di SPBU dan menerima laporan dan keluhan serta permintaan apabila terjadi indikasi lonjakan konsumsi BBM di SPBU dan menyebabkan stok kritis di SPBU.
3. Saat ini realisasi BBM bersubsidi berada di level 56% untuk Premium dan 53,3% untuk Solar. Hal ini masih dibawah estimasi dari realisasi 58% yang diasumsikan Pertamina, sehingga dapat dikatakan bahwa stok BBM untuk menghadapi puasa dan lebaran dalam keadaan Sangat Aman.
4. Kenaikan konsumsi signifikan diprediksi akan terjadi di H-7 sampai H+7 dengan kenaikan berkisar antara 30-50% dari konsumsi perharinya.
5. Berkordinasi dengan fungsi Suplai dan Distribusi (internal Pertamina) untuk lebih mengamankan dari sisi Suplai dan Distribusi BBM.
6. Menghimbau dan meminta kepada Pihak Pengusaha SPBU untuk berkordinasi dengan Pihak Kepolisian dalam rangka meningkatkan keamanan di SPBU.
7. Menghimbau dan meminta kepada SPBU untuk dapat beroperasi 24 jam terutama bagi SPBU yang ada di sepanjang jalur arus mudik dan arus balik nantinya agar masyarakat tidak kesulitan dalam mengisi BBM.
8. Memberikan informasi kepada masyarakat dimana titik-titik SPBU Pertamina Pasti Pas yang ada di sepanjag jalur mudik/balik agar masyarakat lebih nyaman dan memberikan pelayanan yang terbaik saat menempuh perjalanan dan mengisi BBM.
9. Apabila diperlukan Pertamina juga bersiap untuk mematangkan wacana untuk pola pelayanan kredit kepada SPBU demi terpenuhinya kebutuhan BBM di SPBU.

Dari Sisi Suplai dan Distribusi :
1. Bergabung dengan Retail dalam hal penugasan SATGAS BBM dalam rangka Puasa dan Lebaran.
2. Menyiapkan strategi alih suplai dengan menggunakan mobil tanki apabila di disalah satu depot atau wilayah kerjanya mengalami penipisan stok BBM akibat peningkatan konsumsi yang signifikan. Diprediksi kenaikan cukup tinggi akan terjadi di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung.
3. Saat ini sedang melakukan maintenance/perawatan service untuk kapal pengangkut BBM agar dapat beroperasi maksimal di perairan dan menambah daya dukung pengamanan angkutan BBM.
4. Apabla diperlukan melakukan penambahan pola angkut melalui mobil tanki untuk menambah kehandalan angkutan BBM via darat.
5. Dalam kondisi emergency, mobil tanki industri dapat dikerahkan untuk ikut mengangkut BBM bersubsidi demi kelancaran suplai BBM.
6. menerapkan Built Up Stock di depot-depot agar meningkatkan ketahanan stok BBM di depot.
7. Untuk saat ini ketahanan stok BBM rata-rata diatas 6 hari sehingga sangat aman untuk menjamin ketersediaan stok BBM pada saat puasa dan lebaran.
8. menambah jam kerja pelayanan di depot sampai malam hari apabila dibutuhkan untuk menyelesaikan pelayanan penyaluran BBM pada hari itu juga.
9. menerapkan Pola Setor Angkut, dimana penebusan dan pengiriman BBM dapat dilakukan di hari yang sama.

Dari Sisi Gas Domestik (Gas LPG) :
1. Untuk saat ini serapan konsumsi LPG terhadap produksi gas baru berkisar 60%, Gas Domestik memberikan jaminan ketersediaan stok LPG kepada masyarakat.
2. Stok LPG masih dapat memenuhi kebutuhan walaupun terjadi kenaikan konsumsi LPG sekitar 30%.
3. Mendatangkan 2 unit kendaraan/mobil G-Serve yang akan mobile dan meninjau langsung ke lokasi apabila terdapat laporan dari masyarakat adanya kelangkaan atau kesulitan dalam mendapatkan LPG.

Demikian beberapa strategi dan langkah-langkah antisipasif yang disiapkan oleh Pertamina dalam rangka mengamankan ketersediaan BBM menjelang puasa dan lebaran sesuai dengan tema Pertamina di Tahun 2009 yaitu ”Security of Supply”.

Selamat menunaikan Ibadah Puasa..menyambut Hari Kemenangan 1430 H.

Regards,

Roberth MVD