JELANG PENURUNAN HARGA BBM 15 JANUARI 2009,
PERTAMINA TERAPKAN MEKANISME BARU
Rasa penasaran masyarakat akan wacana penurunan kembali harga BBM bersubsidi di pertengahan bulan ini terjawab sudah. Pemerintahan SBY telah secara resmi mengumumkan untuk kembali menurunkan harga jual eceran BBM jenis premium dan solar di SPBU pada level harga 4.500 rupiah terhitung mulai 15 Januari 2009 pukul 00.00 waktu setempat. Penurunan harga ini adalah untuk yang ke-3(tiga) kalinya semenjak Pemerintahan SBY mengambil kebijakan menurunkan harga jual BBM semenjak 1 Desember 2008 mengikuti turunnya harga minyak mentah dunia.
No Waktu Penurunan Harga BBM Jenis Premium (Rp) BBM Jenis Solar (Rp)
1 1 Desember 2008 6.000/liter mjd 5.500/liter 5.500 (Harga Tetap)
2 15 Desember 2008 5.500/liter mjd 5.000/liter 5.500/liter mjd 4.800/liter
3 15 Januari 2009 5.000/liter mjd 4.500/liter 4.800/liter mjd 4.500/liter
Belajar dari pengalaman proses penurunan harga BBM bersubsidi di 2(dua) fase penurunan sebelumnya dimana terjadi kelangkaan BBM dan antrian panjang di SPBU akibat persediaan SPBU yang minim bahkan ada beberapa SPBU yang tidak melayani pembelian BBM karena takut akan menderita kerugian, membuat Pemerintah harus menentukan strategi baru yang lebih kondusif sehingga tidak terulang kembali keadaan dimana masyarakat kesulitan untuk mendapatkan BBM.
Berdasarkan :
- Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 01 tahun 2009,
- Dan Surat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 516/12/DJM/2009 perihal Penyesuaian Harga Jenis BBM Tertentu yang ditujukan kepada Pertamina dan
- Ditindaklanjuti oleh Pertamina melalui Surat Direktur Pemasaran & Niaga No.020/F00000/2009-S3 perihal Kesiapan Pelayanan SPBU Menjelang Penurunan Harga kepada Ketua Umum DPP Hiswana Migas
- Serta Fax No.021/F00000/2009-S3 kepada seluruh GM Pms. BBM Retail
Adapun beberapa hal penting yang diatur didalamnya adalah sebagai berikut :
- Harga jual eceran BBM di Masyarakat sesuai dengan Peraturan Men.ESDM tersebut diatas berlaku terhitung mulai tanggal 15 januari 2009 pukul 00.00 waktu setempat. Dengan rincian harga Premium dan Solar bersubsidi adalah Rp.4.500,- dan untuk Minyak Tanah tetap di harga Rp.2.500,-
- Khusus kepada SPBU, Pemerintah memberlakukan harga tersebut terhitung mulai tanggal 13 januari 2009 pukul 00.00 waktu setempat, sedangkan kepada lembaga penyalur lain berlaku terhitung mulai tanggal 15 Januari 2009 pukul 00.00 waktu setempat.
- Seluruh SPBU agar diminta secara aktif melaporkan kepada Pertamina di region masing-masing mengenai kondisi persediannya dan apabila ada hambatan yang mungkin terjadi dalam pengiriman BBM terutama pada tanggal 14 Januari 2009 malam, menjelang hari-H penurunan harga.
- Hiswana Migas diminta untuk mengaktifkan monitoring bersama Satgas Pertamina serta menginstruksikan kepada SPBU untuk mempersiapkan persediaan BBMnya sesuai dengan kapasitas tangki pendam yang dimiliki.
- Kepada SPBU yang tidak memiliki persediaan yang cukup pada tanggal 14 Januari 2009 dan tidak mempunyai persediaan SO maka akan dikenakan sanksi pembinaan berupa pengurangan margin sebesar Rp.20,- per liter untuk seluruh produk yang dijual di SPBU tersebut selama 15 hari kalender.
Pemerintah dan Pertamina tentunya berharap dengan mekanisme baru penebusan BBM yang diterapkan mulai tanggal 13 Januari 2009 pukul 00.00 waktu setempat / H-2 telah memberikan kompensasi kepada SPBU untuk tetap menjual BBM dengan harga lama namun menebus dengan harga baru yang lebih murah dan mendapatkan keuntungan. Sehingga kondisi dimana SPBU kekurangan persediaan bahkan tidak melayani penjualan BBM kepada masyarakat tidak akan terjadi lagi.
Persiapan Pertamina Pemasaran Sumbagsel Menjelang Penurunan Harga.
Pertamina Sumbagsel dalam hal ini untuk wilayah 5 Propinsi (Sumsel, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Babel) telah melakukan pwersiapan jauh hari sebelum penurunan harga dilaksanakan, antara lain :
Dari Sisi Retail :
- Memberikan pelayanan dengan sistem Setor-Angkut, dimana SPBU yang biasanya menebus BBM satu hari sebelum BBM diantarkan dapat menebus dan menerima BBM di hari yang sama, hal ini untuk mengantisipasi adanya lonjakan permintaan BBM disaat penurunan harga diterapkan.
- Berkordinasi dengan Hiswana Migas setempat untuk mengamankan dan memonitoring persediaan BBM di SPBU agar tidak terjadi kekurangan persediaan BBM.
- Melakukan sosialisasi dengan berbagai fasilitas komunikasi agar tidak ada SPBU yang merasa tidak menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai penurunan harga dan mekanisme penebusan baru yang berlaku.
- Berkordinasi secara internal dengan Suplai dan Distribusi untuk mengamankan Stock BBM di wilayah Pemasaran Sumbagsel.
Dari Sisi Suplai dan Distribusi :
- Menambah armada angkuta BBM (Mobil Tangki) dengan pola tarif dari armada mobil tanki dengan pola sewa yang sudah ada. Wilayah Sumsel menambah 10 armada dari 57 armada yang ada, Lampung menambah 10 armada dari 60 armada yang ada, Jambi 10 armada dari 38 armada yang ada, Bengkulu 2 armada dari 13 armada yang ada, dan Babel menambah 1 armada dari 18 armada yang ada.
- Jam Kerja Operasional Depot diperpanjang mulai dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 24.00 atau sampai DO terakhir terlayani.
- Mengamankan stock BBM yang ada di Depot-Depot dengan built up stock sehingga Ketahanan Stock di depot menjadi lebih aman dan kondusif.
- Membentuk SATGAS untuk memonitor perkembangan persediaan BBM baik di Depot maupun di SPBU.
Dengan demikian maka dapat dikatakan Pertamina siap menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat agar tidak terjadi kembali kondisi dimana masyarakat justru kesulitan mendapatkan BBM disaat harga BBM diturunkan.
Demikian dan Terima Kasih.
Pemasaran Sumbagsel
External Relation
Note :
Terima Kasih kepada seluruh rekan media yang selama ini telah bekerja sama dan mendukung Pertamina dalam kesiapannya melaksanakan tugas Pemerintah dalam melayani pendistribusian BBM bagi masyarakat.
Selasa, 13 Januari 2009
Minggu, 11 Januari 2009
Masyarakat Jambi Tdk Perlu Khawatir Minyak Tanah Langka..
Pertamina Pemasaran Sumbagsel
Penuhi Kebutuhan Minyak Tanah Jambi
Pertamina Pemasaran Sumbagsel menyampaikan kepada masyarakat di wilayah kerjanya (Jambi, Sumsel,Bengkulu, Lampung, dan Babel) agar tidak merasa khawatir dan was-was akan kesulitan mendapatkan minyak tanah. Sebelumnya Pertamina telah memberikan jaminan kepada masyarakat di Sumatera Bagian Selatan bahwa ketersediaan BBM Bersubsidi (Premium & Solar) di masing-masing propinsi dalam wilayah kerja Pertamina Pemasaran Sumbagsel dalam keadaan aman dan kondusif dengan rata-rata ketahanan stok antara 5 bahkan sampai diatas 10 hari.
Menanggapi adanya informasi mengenai terjadinya kelangkaan Mitan (Minyak Tanah) di wilayah Jambi, Pertamina dengan ini menyampaikan bahwa suplai minyak tanah di wilayah Jambi saat ini dalam keadaan cukup. Dengan rata-rata kebutuhan perhari / Daily Objective Thruput (DOT) +/-265 KL/hari, berdasarkan laporan stock pertanggal 12 januari 2009 bahwa Ketahanan Stock minyak tanah Jambi adalah 4,9 hari. Sementara depot jambi masih menunggu suplai minyak tanah via kapal yang Estimate Time Arriving (ETA) tanggal 14.01.09 dengan kargo 2600 KL dan tanggal 15.01.09 dengan kargo 1300 KL. Dengan kedatangan suplai tersebut akan mendongkrak ketahan stock minyak tanah Jambi menjadi 19,5 hari yang artinya sangat aman sampai dengan akhir bulan Januari 2009.
Kelangkaan minyak tanah akibat pengurangan suplai pada dasarnya disebabkan adanya perubahan dari sisi APBN untuk menanggung biaya subsidi khususnya di sektor minyak tanah, harga minyak mentah yang pernah mencapai level tertinggi di pertengahan tahun 2008 membuat Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan baru mengenai pemberian subsidi khususnya untuk minyak tanah sehingga pada 3 bulan terakhir di tahun 2008, suplai minyak tanah berkurang bervariasi antara 2-3 hari penyaluran perbulannya atau sekitar 9%. Tingginya harga minyak tanah disebabkan oleh penjual minyak tanah eceran yang sampai saat ini masih mengambil kesempatan dari opini yang beredar di masyarakat bahwa minyak tanah sulit diperoleh. Sedangkan untuk bulan desember 2008 saja Pertamina telah menyalurkan 100 KL minyak tanah dalam bentuk operasi pasar (OP) untuk memenuhi kebutuhan mitan masyarakat.
Di tahun 2009, Pertamina Sumbagsel melalui Depot Jambi telah berkordinasi baik dengan Pemerintah Daerah Propinsi Jambi dan juga dengan mitra bisnis Hiswana Migas Jambi bidang minyak tanah. Adapun hal yang dibahas adalah Pertamina meminta Agen Minyak Tanah (AMT) untuk lebih meningkatkan pengawasan untuk harga jual agar sesuai HET, Penjualan tepat sasaran, meminimalisir penjualan kepada pengecer, dan selalu berkordiansi dengan pihak Pemda mengenai jadwal pengiriman suplai. Kembali Pertamina menegaskan bahwa segala bentuk penyelewengan / pelanggaran yang menyebabkan kerugian / kesulitan masyarakat dalam mendapatkan minyak tanah akan ditindak tegas. Dengan total 30 agen minyak tanah yang ada di Propinsi Jambi dan didukung dengan kordinasi yang solid antara Pemerintah, Pertamina, dan Agen diharapkan kelangkaan mitan tidak terjadi lagi.
Penuhi Kebutuhan Minyak Tanah Jambi
Pertamina Pemasaran Sumbagsel menyampaikan kepada masyarakat di wilayah kerjanya (Jambi, Sumsel,Bengkulu, Lampung, dan Babel) agar tidak merasa khawatir dan was-was akan kesulitan mendapatkan minyak tanah. Sebelumnya Pertamina telah memberikan jaminan kepada masyarakat di Sumatera Bagian Selatan bahwa ketersediaan BBM Bersubsidi (Premium & Solar) di masing-masing propinsi dalam wilayah kerja Pertamina Pemasaran Sumbagsel dalam keadaan aman dan kondusif dengan rata-rata ketahanan stok antara 5 bahkan sampai diatas 10 hari.
Menanggapi adanya informasi mengenai terjadinya kelangkaan Mitan (Minyak Tanah) di wilayah Jambi, Pertamina dengan ini menyampaikan bahwa suplai minyak tanah di wilayah Jambi saat ini dalam keadaan cukup. Dengan rata-rata kebutuhan perhari / Daily Objective Thruput (DOT) +/-265 KL/hari, berdasarkan laporan stock pertanggal 12 januari 2009 bahwa Ketahanan Stock minyak tanah Jambi adalah 4,9 hari. Sementara depot jambi masih menunggu suplai minyak tanah via kapal yang Estimate Time Arriving (ETA) tanggal 14.01.09 dengan kargo 2600 KL dan tanggal 15.01.09 dengan kargo 1300 KL. Dengan kedatangan suplai tersebut akan mendongkrak ketahan stock minyak tanah Jambi menjadi 19,5 hari yang artinya sangat aman sampai dengan akhir bulan Januari 2009.
Kelangkaan minyak tanah akibat pengurangan suplai pada dasarnya disebabkan adanya perubahan dari sisi APBN untuk menanggung biaya subsidi khususnya di sektor minyak tanah, harga minyak mentah yang pernah mencapai level tertinggi di pertengahan tahun 2008 membuat Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan baru mengenai pemberian subsidi khususnya untuk minyak tanah sehingga pada 3 bulan terakhir di tahun 2008, suplai minyak tanah berkurang bervariasi antara 2-3 hari penyaluran perbulannya atau sekitar 9%. Tingginya harga minyak tanah disebabkan oleh penjual minyak tanah eceran yang sampai saat ini masih mengambil kesempatan dari opini yang beredar di masyarakat bahwa minyak tanah sulit diperoleh. Sedangkan untuk bulan desember 2008 saja Pertamina telah menyalurkan 100 KL minyak tanah dalam bentuk operasi pasar (OP) untuk memenuhi kebutuhan mitan masyarakat.
Di tahun 2009, Pertamina Sumbagsel melalui Depot Jambi telah berkordinasi baik dengan Pemerintah Daerah Propinsi Jambi dan juga dengan mitra bisnis Hiswana Migas Jambi bidang minyak tanah. Adapun hal yang dibahas adalah Pertamina meminta Agen Minyak Tanah (AMT) untuk lebih meningkatkan pengawasan untuk harga jual agar sesuai HET, Penjualan tepat sasaran, meminimalisir penjualan kepada pengecer, dan selalu berkordiansi dengan pihak Pemda mengenai jadwal pengiriman suplai. Kembali Pertamina menegaskan bahwa segala bentuk penyelewengan / pelanggaran yang menyebabkan kerugian / kesulitan masyarakat dalam mendapatkan minyak tanah akan ditindak tegas. Dengan total 30 agen minyak tanah yang ada di Propinsi Jambi dan didukung dengan kordinasi yang solid antara Pemerintah, Pertamina, dan Agen diharapkan kelangkaan mitan tidak terjadi lagi.
Kamis, 08 Januari 2009
Sumbagsel is SAVE..Don't Worry Guys..
Kondisi Suplai & Distribusi BBM di Wilayah Pemasaran Sumbagsel dalam Keadaan Aman dan Kondusif.
1. Seluruh depot beroperasi selama 24 jam penuh / sampai DO BBM terakhir pada hari itu selesai dilayani.
2. Terus berkordinasi secara intens dengan HIswana Migas maupun pengusaha SPBU untuk memantau permintaan dan konsumsi BBM di SPBU.
3. Memantau kelancaran system online yang berjalan dengan posko MySAP yang dijadwalkan sampai 15 Februari 2009.
4. Mengerahkan seluruh personelnya untuk memonitor perkembangan terakhir mengenai ketersediaan BBM di masyarakat.
5. Menerapkan pelayanan secara manual apabila terjadi trouble di system sehingga pelayanan BBM dapat tetap terlayani.
Untuk Wilayah Sumbagsel dalam hal ini dibawah tanggungjawab Pemasaran BBM Retail Region II, dapat kami sampaikan bahwa dalam keadaan aman dan kondusif, sebagai berikut :
1. Dari catatan realisasi pelayanan per tanggal 8 Januari 2009, seluruh SPBU yang ada di Sumbagsel berjumlah keseluruhan 341 SPBU.Terdiri atas 3 SPBU COCO, 337 DODO dan 1 SPBU Mini.
Propinsi - Jumlah SPBU - Yg Terlayani / Terisi - Yg Tidak Terlayani
Sumsel 118 118 -
Jambi 52 52 -
Babel 42 42 -
Lampung 103 103 -
Bengkulu 25 25 -
Total 341 341 0
2. Dari catatan Ketahanan Stok per tanggal 9 Januari 2009 :
Propinsi - Premium - Solar
Sumsel +/- 7 hr +/- 8 hr
Jambi +/- 6 hr +/- 10 hr
Babel +/- 6 hr +/- 11 hr
Lampung +/- 10 hr +/- 14 hr
Bengkulu +/- 5 hr +/- 20 hr
Dengan demikian kembali kami sampaikan kepada seluruh rekan-rekan media dan masyarakat Sumbagsel khususnya bahwa ketersediaan BBM di wilayah Sumbagsel dalam keadaan aman dan kondusif, masyarakat tidak perlu resah dan gusar untuk mendapatkan BBM sehingga terjadi "RUSH" / Antrian Panjang di SPBU.
Terima Kasih kami sampaikan kepada seluruh Media/Insan Pers di Wilayah Sumbagsel yang telah turut mendukung mendinginkan suasana dan liputan berita positif di Sumbagsel sehingga tidak terjadi keresahan seperti yang terjadi di ibukota.
Terima Kasih
External Relation Pms BBM Retail Region II
Roberth MV Dumatubun
Masih menjadi topik hangat saat ini mengenai kehandalan Pertamina dalam melayani masyarakat khususnya soal BBM yang akhir-akhir ini dirasakan menjadi barang langka yang sulit didapatkan terutama di wilayah Pulau Jawa.
Pertamina tetap pada komitmennya untuk menempatkan kelancaran suplai dan ketersediaan BBM bagi masyarakat sebagai prioritas pertama dalam kegiatan operasinya dengan berbagai metode :1. Seluruh depot beroperasi selama 24 jam penuh / sampai DO BBM terakhir pada hari itu selesai dilayani.
2. Terus berkordinasi secara intens dengan HIswana Migas maupun pengusaha SPBU untuk memantau permintaan dan konsumsi BBM di SPBU.
3. Memantau kelancaran system online yang berjalan dengan posko MySAP yang dijadwalkan sampai 15 Februari 2009.
4. Mengerahkan seluruh personelnya untuk memonitor perkembangan terakhir mengenai ketersediaan BBM di masyarakat.
5. Menerapkan pelayanan secara manual apabila terjadi trouble di system sehingga pelayanan BBM dapat tetap terlayani.
Untuk Wilayah Sumbagsel dalam hal ini dibawah tanggungjawab Pemasaran BBM Retail Region II, dapat kami sampaikan bahwa dalam keadaan aman dan kondusif, sebagai berikut :
1. Dari catatan realisasi pelayanan per tanggal 8 Januari 2009, seluruh SPBU yang ada di Sumbagsel berjumlah keseluruhan 341 SPBU.Terdiri atas 3 SPBU COCO, 337 DODO dan 1 SPBU Mini.
Propinsi - Jumlah SPBU - Yg Terlayani / Terisi - Yg Tidak Terlayani
Sumsel 118 118 -
Jambi 52 52 -
Babel 42 42 -
Lampung 103 103 -
Bengkulu 25 25 -
Total 341 341 0
2. Dari catatan Ketahanan Stok per tanggal 9 Januari 2009 :
Propinsi - Premium - Solar
Sumsel +/- 7 hr +/- 8 hr
Jambi +/- 6 hr +/- 10 hr
Babel +/- 6 hr +/- 11 hr
Lampung +/- 10 hr +/- 14 hr
Bengkulu +/- 5 hr +/- 20 hr
Dengan demikian kembali kami sampaikan kepada seluruh rekan-rekan media dan masyarakat Sumbagsel khususnya bahwa ketersediaan BBM di wilayah Sumbagsel dalam keadaan aman dan kondusif, masyarakat tidak perlu resah dan gusar untuk mendapatkan BBM sehingga terjadi "RUSH" / Antrian Panjang di SPBU.
Terima Kasih kami sampaikan kepada seluruh Media/Insan Pers di Wilayah Sumbagsel yang telah turut mendukung mendinginkan suasana dan liputan berita positif di Sumbagsel sehingga tidak terjadi keresahan seperti yang terjadi di ibukota.
Terima Kasih
External Relation Pms BBM Retail Region II
Roberth MV Dumatubun
Minggu, 04 Januari 2009
Masih tunggu penegasan dari Pusat
Pertamina Beri Kompensasi ke SPBU Rp 160 per Liter
SuhendraSuhendra - detikFinance
Mengomentari hal ini :
Sebelumnya juga pernah diberikan kompensasi untuk SPBU pada saat penurunan harga BBM per 1 Des 2008, untuk penurunan di tanggal 15 Des 2008 juga ada wacana bahwa Pemerintah akan berikan kompensasi, sehubungan dengan pernyataan Dirut Pertamina, Arie H. Soemarno maka Pertamina eks-UPms II/Pemasaran Sumbagsel sampai saat ini masih menunggu penegasan berupa fax/memo resmi dari pusat engenai mekanisme penghitungan dan bagaimana realisasi kompensasi tersebut.
Sehingga dapat kami sampaikan bahwa posisi saat ini adalah menunggu penegasan resmi untuk mekanisme penghitungan jumlah kompensasi yang akan direalisasikan. Terima Kasih
SuhendraSuhendra - detikFinance
Mengomentari hal ini :
Sebelumnya juga pernah diberikan kompensasi untuk SPBU pada saat penurunan harga BBM per 1 Des 2008, untuk penurunan di tanggal 15 Des 2008 juga ada wacana bahwa Pemerintah akan berikan kompensasi, sehubungan dengan pernyataan Dirut Pertamina, Arie H. Soemarno maka Pertamina eks-UPms II/Pemasaran Sumbagsel sampai saat ini masih menunggu penegasan berupa fax/memo resmi dari pusat engenai mekanisme penghitungan dan bagaimana realisasi kompensasi tersebut.
Sehingga dapat kami sampaikan bahwa posisi saat ini adalah menunggu penegasan resmi untuk mekanisme penghitungan jumlah kompensasi yang akan direalisasikan. Terima Kasih
Sabtu, 03 Januari 2009
Pers Release Media Hari ini 4 Jan 2009 yang dikeluarkan Pusat dan Pertamina Sumbagsel.
Kepada seluruh rekan Media yang terhormat, berikut saya sampaikan Release media tentang penyaluran BBM yang dikeluarkan oleh Pertamina Pusat dan tambahan data untuk wilayah Pertamina Pemasaran Sumbagsel. agar dapat diterima dengan baik..sebagai berikut :
Press Release
Contact Person:
Anang Rizkani Noor
Vice President Communications
PT Pertamina Persero
0811-166519
PERTAMINA MAKSIMALKAN DISTRIBUSI BBM
(Pers Release Nasional)
4 Januari 2009 - PT Pertamina Persero melanjutkan distribusi BBM ke seluruh wilayah nusantara secara maksimal. Guna menunjang kegiatan tersebut, depot depot Pertamina di seluruh Indonesia beroperasi selama 24 jam dalam lima hari terakhir.
Stok nasional BBM selama tiga hari terakhir (dari tanggal 1 Januari s/d 3 Januari) untuk premium 2.763.149 Kiloliter atau cukup untuk 13,4 hari dan Solar 5.283.642 persediaan selama 28,3 hari.
Hasil penyaluran nasional selama tiga hari terakhir (dari tanggal 1 januari s/d 3 januari) premium 164.122 Kiloliter dan solar 94.733 Kiloliter.
Menurut Direktur utama PT Pertamina Pertamina Ari Soemarno, “Langkah tindak lanjut adalah meneruskan distribusi BBM selama 24 jam, memberikan kredit kepada pengusaha SPBU yang belum memiliki Delivery Order (DO) selama bank persepsi libur Sabtu minggu”.
Langkah Pertamina lainnya adalah melaksanakan contigency plan dengan menerapkan sistem manual sekaligus berkordinasi dengan bank persepsi agar melayani transaksi selama libur. Untuk itu penyaluran BBM akan kembali pada kondisi normal besok.
Adapun penyebab hambatan distribusi BBM di SPBU adalah berkurangnya stok BBM di SPBU menjelang 1 Januari 2009, libur panjang menganggu administrasi pembayaran dan penerapan MySAP yang belum dapat berjalan sempurna sehingga menyebabkan delay pengangkutan ke SPBU.
--------#--------
Untuk Wilayah PT PERTAMINA (PERSERO) Pemasaran Sumbagsel adalah sebagai berikut :
- Dari Sisi Retail (Penyaluran BBM untuk SPBU) :
1. Dibutuhkan Migrasi Data dari Sistem SAP ke Sistem MySAP yang baru, pada penyaluran tanggal 2-3 Jan 2009 hanya terjadi keterlambatan suplai sekitar 2 jam dan kondisi SPBU masih memiliki stok. Sehingga tidak terjadi kekosongan di banyak SPBU seperti yang terjadi di ibu kota.
2. Pertamina Pemasaran Sumbagsel membentuk Tim Khusus/Posko mulai tanggal 31 Des 2008 sampai 15 Februari 2009 untuk memonitor arus keluar masuk data di sistem MySAP agar Migrasi Data dapat berjalan dengan baik sehingga penyaluran dapat berjalan lancar ke SPBU.
3. Pertamina juga menyediakan layanan Kredit bagi SPBU yang pada hari Sabtu dan Minggu tidak memiliki DO (Delivery Order).
4. Sales Representatif BBM Retail dan Tim Serv-Q juga masih melakukan monitor terhadap penyaluran BBM di wilayah kerja masing-masing sesuai dengan Tim Satgas Natal dan Tahun Baru.
- Dari Sisi Distribusi (Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran BBM) :
1. Sampai saat ini Stock BBM di wilayah kerja Pemasaran Sumbagsel masih dalam keadaan aman dan sangat mencukupi.
2. Penyaluran BBM melalui Depot-Depot Pertamina di wilayah Sumbagsel dilakukan selama 24 jam penuh, hal ini untuk mendukung kelancaran distribusi/pengiriman BBM ke SPBU maupun lembaga penyalur BBM lainnya.
3. Ketahanan Stock BBM per-tanggal 4 Januari 2009 di wilayah Pemasaran Sumbagsel adalah sebagai berikut :
- Stock SumSel : Premium +/- 7 hari, Kerosene +/- 10 hari, Solar +/- 8 hari.
- Stock Lampung : Premium +/- 14 hari, Kerosene +/- 12 hari, Solar +/- 20 hari.
- Stock Jambi : Premium +/- 12 hari, Kerosene +/- 11 hari, Solar +/- 11 hari.
- Stock Bengkulu : Premium +/- 10 hari, Kerosene +/- 9 hari, Solar +/- 21 hari.
- Stock BaBel : Premium +/- 7 hari, Kerosene +/- 13 hari, Solar +/- 11 hari.
Maka dengan ini kami sampaikan bahwa kondisi wilayah kerja Pertamina Pemasaran Sumbagsel dalam keadaan aman dan terkendali, tidak terjadi kendala yang signifikan dalam proses migrasi data maupun proses penyaluran dan pelayanan BBM bagi masyarakat.
Palembang 4 Januari 2009. Terima Kasih.
PT PERTAMINA (PERSERO)
Pemasaran Sumbagsel
External Relation
Press Release
Contact Person:
Anang Rizkani Noor
Vice President Communications
PT Pertamina Persero
0811-166519
PERTAMINA MAKSIMALKAN DISTRIBUSI BBM
(Pers Release Nasional)
4 Januari 2009 - PT Pertamina Persero melanjutkan distribusi BBM ke seluruh wilayah nusantara secara maksimal. Guna menunjang kegiatan tersebut, depot depot Pertamina di seluruh Indonesia beroperasi selama 24 jam dalam lima hari terakhir.
Stok nasional BBM selama tiga hari terakhir (dari tanggal 1 Januari s/d 3 Januari) untuk premium 2.763.149 Kiloliter atau cukup untuk 13,4 hari dan Solar 5.283.642 persediaan selama 28,3 hari.
Hasil penyaluran nasional selama tiga hari terakhir (dari tanggal 1 januari s/d 3 januari) premium 164.122 Kiloliter dan solar 94.733 Kiloliter.
Menurut Direktur utama PT Pertamina Pertamina Ari Soemarno, “Langkah tindak lanjut adalah meneruskan distribusi BBM selama 24 jam, memberikan kredit kepada pengusaha SPBU yang belum memiliki Delivery Order (DO) selama bank persepsi libur Sabtu minggu”.
Langkah Pertamina lainnya adalah melaksanakan contigency plan dengan menerapkan sistem manual sekaligus berkordinasi dengan bank persepsi agar melayani transaksi selama libur. Untuk itu penyaluran BBM akan kembali pada kondisi normal besok.
Adapun penyebab hambatan distribusi BBM di SPBU adalah berkurangnya stok BBM di SPBU menjelang 1 Januari 2009, libur panjang menganggu administrasi pembayaran dan penerapan MySAP yang belum dapat berjalan sempurna sehingga menyebabkan delay pengangkutan ke SPBU.
--------#--------
Untuk Wilayah PT PERTAMINA (PERSERO) Pemasaran Sumbagsel adalah sebagai berikut :
- Dari Sisi Retail (Penyaluran BBM untuk SPBU) :
1. Dibutuhkan Migrasi Data dari Sistem SAP ke Sistem MySAP yang baru, pada penyaluran tanggal 2-3 Jan 2009 hanya terjadi keterlambatan suplai sekitar 2 jam dan kondisi SPBU masih memiliki stok. Sehingga tidak terjadi kekosongan di banyak SPBU seperti yang terjadi di ibu kota.
2. Pertamina Pemasaran Sumbagsel membentuk Tim Khusus/Posko mulai tanggal 31 Des 2008 sampai 15 Februari 2009 untuk memonitor arus keluar masuk data di sistem MySAP agar Migrasi Data dapat berjalan dengan baik sehingga penyaluran dapat berjalan lancar ke SPBU.
3. Pertamina juga menyediakan layanan Kredit bagi SPBU yang pada hari Sabtu dan Minggu tidak memiliki DO (Delivery Order).
4. Sales Representatif BBM Retail dan Tim Serv-Q juga masih melakukan monitor terhadap penyaluran BBM di wilayah kerja masing-masing sesuai dengan Tim Satgas Natal dan Tahun Baru.
- Dari Sisi Distribusi (Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran BBM) :
1. Sampai saat ini Stock BBM di wilayah kerja Pemasaran Sumbagsel masih dalam keadaan aman dan sangat mencukupi.
2. Penyaluran BBM melalui Depot-Depot Pertamina di wilayah Sumbagsel dilakukan selama 24 jam penuh, hal ini untuk mendukung kelancaran distribusi/pengiriman BBM ke SPBU maupun lembaga penyalur BBM lainnya.
3. Ketahanan Stock BBM per-tanggal 4 Januari 2009 di wilayah Pemasaran Sumbagsel adalah sebagai berikut :
- Stock SumSel : Premium +/- 7 hari, Kerosene +/- 10 hari, Solar +/- 8 hari.
- Stock Lampung : Premium +/- 14 hari, Kerosene +/- 12 hari, Solar +/- 20 hari.
- Stock Jambi : Premium +/- 12 hari, Kerosene +/- 11 hari, Solar +/- 11 hari.
- Stock Bengkulu : Premium +/- 10 hari, Kerosene +/- 9 hari, Solar +/- 21 hari.
- Stock BaBel : Premium +/- 7 hari, Kerosene +/- 13 hari, Solar +/- 11 hari.
Maka dengan ini kami sampaikan bahwa kondisi wilayah kerja Pertamina Pemasaran Sumbagsel dalam keadaan aman dan terkendali, tidak terjadi kendala yang signifikan dalam proses migrasi data maupun proses penyaluran dan pelayanan BBM bagi masyarakat.
Palembang 4 Januari 2009. Terima Kasih.
PT PERTAMINA (PERSERO)
Pemasaran Sumbagsel
External Relation
Kamis, 01 Januari 2009
Demi perusahaan..rela kerja walau saat libur..
Pertamina mulai 2 Januari 2009 melaksanakan Go Live MySAP yang merupakan program bisnis lebih canggih dari versi sebelumnya. Diharapkan dengan MYSAP dapat lebih mempermudah Pertamina untuk memberikan pelayanan bisnis migas kepada mitra bisnis dan masyarakat..
MySAP membutuhkan migrasi data dari database yang sebelumnya agar bisa diupdate di MySAP yang baru..tentu saja butuh waktu dan extra effort..so mau gak mau ya walaupun hari ini libur..tetep masuk kerja..demi mewujudkan Pertamina menjadi World Class Company..hehehehe...kacian deh gue...tetap semangat..!!!
MySAP membutuhkan migrasi data dari database yang sebelumnya agar bisa diupdate di MySAP yang baru..tentu saja butuh waktu dan extra effort..so mau gak mau ya walaupun hari ini libur..tetep masuk kerja..demi mewujudkan Pertamina menjadi World Class Company..hehehehe...kacian deh gue...tetap semangat..!!!
Pertamax Turun Harga Rp.6300,-/Liter
Harga Pertamax turun lho..per 1 januari 2009, hanya Rp.6300,-/liter.
Sesuai dengan masih terjadinya penurunan harga minyak mentah yang juga berpengaruh ke Indonesia terutama Pertamina, maka mulai 1 Januari 2009 Pertamina mengumumkan harga baru Pertamax untuk wilayah penjualan di Sumatera Selatan, kecuali harga di bangka Belitung agak sedikit lebih mahal karena biaya angkut.
Pertamax sendiri lebih bagus daripada Premium baik dari segi oktan number yang lebih tinggi, lebih ramah lingkungan, dan lebih memiliki pembakaran yang lebih baik dan sempurna.
So..tunggu apa lagi..ayo semua pakai Pertamax aja...
Hari gini..masih numpang ama Pemerintah..make BBM Subsidi..? Ogah rugi kalleee...
Sesuai dengan masih terjadinya penurunan harga minyak mentah yang juga berpengaruh ke Indonesia terutama Pertamina, maka mulai 1 Januari 2009 Pertamina mengumumkan harga baru Pertamax untuk wilayah penjualan di Sumatera Selatan, kecuali harga di bangka Belitung agak sedikit lebih mahal karena biaya angkut.
Pertamax sendiri lebih bagus daripada Premium baik dari segi oktan number yang lebih tinggi, lebih ramah lingkungan, dan lebih memiliki pembakaran yang lebih baik dan sempurna.
So..tunggu apa lagi..ayo semua pakai Pertamax aja...
Hari gini..masih numpang ama Pemerintah..make BBM Subsidi..? Ogah rugi kalleee...
Langganan:
Postingan (Atom)